Angkat Isu Kepemimpinan Pro-Sosial, Dosen Manajemen UNY Raih Gelar Doktor di FEB UGM
Submitted by feb on Wed, 12/08/2026 - 09:22
Dosen Departemen Manajemen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Dr. Zahrotush Sholikhah, M.Si., resmi menyandang gelar doktor usai berhasil melampaui Sidang Tertutup Disertasi pada Program S3 Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Jumat (7/8/2026). Ujian yang diselenggarakan di gedung Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM tersebut menuntaskan jenjang pendidikan akademik tertinggi di bidang ilmu manajemen.
Dalam penelitian doktoralnya, Dr. Zahro mengusung tema kajian mengenai kemunculan pemimpin pro-sosial yang berada di bawah lingkup Leadership dan Perilaku Organisasi. Penelitian ini secara mendalam menelisik proses-proses psikologis yang mendasari bagaimana seorang individu dapat tumbuh dan muncul menjadi figur pemimpin yang berorientasi pada kebermanfaatan nyata bagi masyarakat serta lingkungan kerjanya.
Hasil riset ini berupaya memperluas pemahaman teoritis tentang dinamika kepemimpinan modern sekaligus memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan sumber daya manusia. Melalui studi ini, diharapkan lahir perspektif baru dalam mencetak calon-calon pemimpin masa depan yang tidak sekadar mengandalkan kapasitas manajerial dan kompetensi teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, rasa empati, serta dedikasi pada kepentingan bersama.
Sidang Tertutup ini berlangsung khidmat di hadapan dewan penguji yang terdiri dari delapan penguji, yaitu Nofie Iman Vidya Kemal, S.E., M.Sc., Ph.D., Prof. Gugup Kismono, M.B.A., Ph.D., Rr. Tur Nastiti, M.Si., Ph.D., Prof. Dr. Reni Rosari, M.B.A., Sari Sitalaksmi, M.Mgt., Ph.D., Dr. Ratno Purnomo, M.Si., Dr. Diah Retno Wulandaru, M.B.A., dan Bita Puspitasari, S.E., M.Econ., Ph.D.
Raihan akademis dan tema riset ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), utamanya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kualitas tenaga pengajar perguruan tinggi serta pengembangan ilmu pengetahuan berbasis riset. Selain itu, temuan ini sangat relevan dengan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), di mana hadirnya kepemimpinan berorientasi pro-sosial menjadi fondasi penting untuk membangun tata kelola organisasi yang beretika, inklusif, akuntabel, dan berpihak pada kesejahteraan publik. (fdhl)























