SDGs #4 Pendidikan

Mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran Kenalkan Surat-Menyurat Resmi kepada Siswa Kelas X Manajemen Perkantoran di SMK Muhamadiyah 1 Tempel Dukung SDGs 4

Sebagai dari pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK), Gilang Wahyu Trijati, mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Yogyakarta, melaksanakan kegiatan pembelajaran surat-menyurat bagi peserta didik kelas X Manajemen Bisnis di SMK Muhammadiyah 1 Tempel pada Kamis 10 September 2026. Kegiatan dilaksanakan pada pukul 07.50–10.50 WIB di SMK Muhammadiyah 1 Tempel dengan sasaran peserta didik kelas X Manajemen Bisnis. Kegiatan berfokus pada pengenalan dan praktik dasar surat-menyurat, khususnya surat resmi yang digunakan dalam lingkungan sekolah dan perkantoran. Kegiatan ini berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta didik dalam bidang administrasi perkantoran.

Proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan Problem Based Learning (PBL). Kegiatan diawali dengan pengenalan mengenai surat-menyurat serta perbedaan antara surat resmi dan surat tidak resmi. Mahasiswa kemudian menjelaskan fungsi dan bagian-bagian surat resmi, mulai dari kop surat, nomor surat, tanggal surat, tujuan surat, isi surat, hingga bagian penutup dan tanda tangan. Peserta didik diberikan contoh surat sebagai bahan untuk mengenali struktur surat resmi. Selanjutnya, peserta didik diberikan permasalahan atau situasi sederhana yang berkaitan dengan kebutuhan administrasi sekolah, kemudian diarahkan untuk menyusun surat resmi berdasarkan permasalahan tersebut. Salah satu bentuk surat yang dikenalkan adalah surat undangan untuk guru. Karena peserta didik masih berada pada tahap pengenalan, proses pembelajaran dilakukan secara bertahap dengan penjelasan dan pendampingan dari mahasiswa.

Kegiatan tersebut memberikan dampak berupa meningkatnya pemahaman awal peserta didik mengenai surat-menyurat. Peserta didik mulai mampu mengenali perbedaan antara surat resmi dan surat tidak resmi serta memahami beberapa bagian penting dalam surat resmi, seperti kop surat dan bagian-bagian lainnya. Selain memperoleh pengetahuan dasar, peserta didik juga mendapatkan pengalaman dalam membuat surat resmi sederhana. Kegiatan ini memberikan manfaat berupa pengenalan keterampilan administrasi yang dapat digunakan dalam kegiatan sekolah maupun sebagai dasar untuk mempelajari administrasi perkantoran lebih lanjut. Hal tersebut sejalan dengan SDGs 4 melalui pembelajaran yang memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik sesuai dengan bidang yang dipelajari.

Melalui kegiatan pembelajaran surat-menyurat ini, diharapkan peserta didik dapat terus mengembangkan pemahaman dan keterampilan administrasi perkantoran secara bertahap. Pengetahuan dasar mengenai surat resmi yang diperoleh diharapkan menjadi bekal bagi peserta didik untuk mengikuti pembelajaran administrasi perkantoran selanjutnya serta mampu menerapkannya dalam kegiatan administrasi di lingkungan sekolah maupun dunia kerja.

Jelajahi Kampung Batik Giriloyo, Mahasiswa UNY Bimbing Siswa SMA N 1 Bantul Gali Potensi Ekonomi Desa

BANTUL — Pada Kamis, 10 September 2025 SMA Negeri 1 Bantul melaksanakan kegiatan kokurikuler berjudul “Ensiklopedia Digital Potensi Desadi Kabupaten Bantul” yang berlangsung di sembilan dusun di wilayah Kabupaten Bantul, salah satunya Dusun Giriloyo, Kecamatan Imogiri yang masyarakatnya dikenal sebagai sentra pembatik tulis. Kegiatan ini dilaksanakan oleh guru bersama mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan sasaran seluruh peserta didik kelas 10. Kegiatan ini relevan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan).

Kegiatan ini bertujuan mengenalkan peserta didik pada potensi sosial, ekonomi, dan budaya di lingkungan sekitar melalui observasi lapangan secara langsung. Peserta didik dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan didampingi guru serta mahasiswa PK UNY untuk mengamati kehidupan masyarakat dari berbagai sudut pandang mata pelajaran, yakni sosiologi, ekonomi, sejarah, geografi, dan pendidikan agama. Di Dusun Giriloyo, peserta didik mengamati langsung proses produksi batik tulis mulai dari pembuatan pola, pencantingan, hingga pewarnaan kain, serta berdialog dengan para pembatik mengenai sejarah dan perkembangan usaha batik yang telah menjadi mata pencaharian turun-temurun warga setempat. Hasil observasi tersebut selanjutnya didokumentasikan dan disusun menjadi sebuah ensiklopedia digital yang memuat profil potensi setiap dusun.

Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peserta didik berupa penguatan pemahaman lintas disiplin ilmu serta kepekaan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sekitar. Bagi masyarakat Dusun Giriloyo, kegiatan ini turut membantu mendokumentasikan dan mempromosikan usaha batik tulis sebagai warisan budaya sekaligus sumber penghidupan ekonomi warga, sejalan dengan SDG 8 dan SDG 9. Pendekatan pembelajaran lintas mata pelajaran yang diterapkan turut mendukung SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, sementara cakupan observasi ke sembilan dusun berkontribusi pada SDG 11 melalui upaya pelestarian aset sosial dan budaya di berbagai wilayah Kabupaten Bantul.

Melalui kegiatan “Ensiklopedia Digital Potensi Desa di Kabupaten Bantul” ini, sekolah berharap peserta didik dapat terus mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar sekaligus menghasilkan dokumentasi yang bermanfaat bagi pelestarian potensi desa. Kegiatan ini juga diharapkan dapat ditindaklanjuti dan dikembangkan pada periode pembelajaran berikutnya sebagai bagian dari penguatan wawasan sosial dan lingkungan peserta didik.

Wujudkan Pembelajaran Berbasis SDGs, Mahasiswa PK UNY di SMK N 2 Purworejo Hadirkan Asesmen Pajak melalui Eksplorasi Virtual dengan Gamifikasi ZEP

Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran membuka peluang hadirnya asesmen yang lebih interaktif dan sesuai dengan karakteristik peserta didik, salah satunya melalui gamifikasi berbasis ruang virtual. Sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), Rino Satriyadi, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dari Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, menerapkan asesmen pembelajaran berbasis gamifikasi menggunakan platform virtual ZEP. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15, 17, dan 18 September 2026 di SMK Negeri 2 Purworejo, dengan sasaran peserta didik kelas XI AKL 2, XI AKL 3, dan XI AKL 4 pada kompetensi keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL). Kegiatan tersebut mendukung SDG 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Selain itu, materi perpajakan yang dibawakan juga mendukung SDG 16, yakni Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui pengenalan administrasi dan kepatuhan perpajakan sejak dini.

Kegiatan ini bertujuan memberikan alternatif asesmen yang interaktif setelah peserta didik menyelesaikan materi pembelajaran. Pelaksanaan asesmen dilakukan dalam dua sesi, yaitu sesi individu dan sesi kelompok, dengan menggunakan peta (map) ZEP yang berbeda pada setiap sesi. Pada kedua sesi tersebut, peserta didik ditantang untuk menjelajahi map dan menemukan karakter-karakter yang menyimpan pertanyaan. Soal terdiri atas pilihan ganda dan uraian singkat yang mencakup Bab 1 tentang Ketentuan Umum Perpajakan (KUP), meliputi pengertian, fungsi, jenis, falsafah, dasar pemungutan, hambatan pemungutan, tarif dan dasar pengenaan pajak, serta timbul dan hapusnya utang pajak. Materi juga mencakup Bab 2 tentang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), meliputi pengertian, syarat dan cara pendaftaran, penerbitan, penghapusan, risiko tidak memiliki NPWP, serta sanksinya. Sesi individu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyelesaikan asesmen secara mandiri, sedangkan pada sesi kelompok peserta didik bekerja sama menggunakan satu perangkat elektronik untuk menyelesaikan tantangan dalam batas waktu yang telah ditentukan.

Penggunaan platform ZEP memberikan pengalaman asesmen yang memadukan evaluasi dengan unsur eksplorasi dan permainan. Perbedaan map pada setiap sesi juga memberikan pengalaman yang bervariasi kepada peserta didik. Terutama pada sesi kelompok, peserta didik terlihat lebih aktif berkomunikasi dan berkolaborasi dalam menentukan strategi pencarian karakter untuk menjawab pertanyaan. Salah satu peserta didik menyampaikan, “Saya suka karena ZEP itu asyik, menarik, dan inovatif untuk dijadikan cara pembelajaran di kelas, terutama untuk Gen Z. Kuisnya seru dan membuat tidak bosan. Selain belajar, saya juga bisa sambil bermain dan itu menurut saya sangat asyik.” Respons tersebut menunjukkan bahwa inovasi ini diterima secara antusias dan memberikan pengalaman asesmen yang lebih menarik bagi peserta didik. Hal ini menunjukkan kontribusi kegiatan terhadap SDG 4 melalui penerapan pembelajaran yang adaptif terhadap teknologi, sekaligus mendukung pengenalan literasi dan kepatuhan perpajakan yang berkaitan dengan SDG 16.

Ke depannya, pemanfaatan gamifikasi berbasis ruang virtual ini diharapkan dapat terus diterapkan, dikembangkan, dan diadaptasi untuk berbagai mata pelajaran. Pengembangan tersebut diharapkan mampu memadukan aktivitas mandiri dan kolaboratif sehingga dapat menciptakan pengalaman belajar yang inovatif, relevan dengan karakteristik peserta didik, serta mendukung terwujudnya tujuan pembangunan berkelanjutan.

Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Literasi Keuangan kepada Siswa SD Negeri Plantungan melalui Mewarnai Celengan

Mahasiswa KKN Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Desa Plantungan melaksanakan program kerja individu berupa edukasi literasi keuangan kepada siswa kelas 3 SD Negeri Plantungan. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Desyana Pramesti dari Program Studi Akuntansi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan cara menggunakan dan mengelola uang dengan baik kepada siswa melalui kegiatan yang sederhana dan menyenangkan.

Program edukasi literasi keuangan dipilih karena pengenalan mengenai cara mengelola uang dapat dimulai sejak anak masih berada di bangku sekolah dasar. Dalam kehidupan sehari-hari, siswa sudah mulai mengenal uang, terutama melalui uang saku. Oleh karena itu, siswa perlu memahami bahwa uang dapat digunakan sesuai kebutuhan dan sebagian juga dapat disisihkan untuk ditabung.

Pada kegiatan ini, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai penggunaan uang secara bijak dengan contoh yang dekat dengan kehidupan siswa. Materi yang diberikan antara lain mengenai perbedaan kebutuhan dan keinginan, penggunaan uang saku, serta pentingnya menyisihkan uang untuk menabung. Siswa juga diajak menjawab beberapa pertanyaan sederhana sehingga kegiatan berlangsung secara interaktif.                                                                                           

Agar penyampaian materi tidak terasa seperti pembelajaran biasa, kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas mewarnai celengan. Siswa menggunakan celengan dari kaleng yang telah disiapkan, kemudian menghiasnya dengan gambar dan warna sesuai dengan kreativitas masing-masing. Kegiatan ini sekaligus menjadi media untuk mengenalkan kebiasaan menabung dengan cara yang lebih menyenangkan.

Selain mengenalkan kebiasaan menabung, siswa juga diperkenalkan dengan pencatatan sederhana mengenai uang yang diterima dan digunakan. Contoh yang digunakan disesuaikan dengan kegiatan sehari-hari siswa, seperti uang saku. Dengan begitu, siswa dapat mulai memahami bahwa pengelolaan uang juga perlu dilakukan dengan mengetahui penggunaan uang yang dimiliki.

Desyana Pramesti selaku pelaksana program kerja mengatakan bahwa kegiatan ini dibuat dengan menyesuaikan usia siswa agar materi tentang keuangan lebih mudah dipahami. “Saya ingin mengenalkan pengelolaan uang kepada anak-anak dengan cara yang sederhana. Selain mendapatkan materi, mereka juga bisa belajar sambil melakukan kegiatan mewarnai,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti setiap tahapan dengan antusias. Siswa terlihat aktif ketika menjawab pertanyaan dan berkreasi menghias celengan. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan mulai memahami pentingnya menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan uang saku dengan lebih bijak.

Program edukasi literasi keuangan ini diharapkan tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung. Kebiasaan sederhana seperti menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung dapat terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Dukungan dari guru dan orang tua juga diperlukan agar kebiasaan tersebut dapat terus diterapkan oleh siswa.

Kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pemberian pengetahuan tambahan kepada siswa mengenai pengelolaan keuangan sederhana. Edukasi tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang dapat memberikan bekal bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui program “Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini melalui Mewarnai Celengan”, mahasiswa KKN UNY berupaya mengenalkan pengelolaan uang kepada siswa dengan cara yang mudah dipahami dan menyenangkan. Dari kegiatan sederhana tersebut, diharapkan siswa dapat mulai membangun kebiasaan menabung dan menggunakan uang sesuai dengan kebutuhan sejak dini.

Siswa Kelas X SMAN 1 Jetis Kritis Bedah Dinamika Pasar Lewat Studi Kasus Kenaikan Harga demi Mendukung SDGs

BANTUL — Upaya menghadirkan inovasi pembelajaran yang kontekstual dan bermutu terus diwujudkan di SMAN 1 Jetis. Pada Selasa, 8 September 2026, melalui Praktik Kependidikan (PK) melaksanakan kegiatan pembelajaran Ekonomi di kelas X yang diikuti oleh 36 siswa dengan penuh antusias. Kegiatan pembelajaran ini dirancang tidak hanya untuk menguasai materi di dalam kelas, tetapi juga terintegrasi langsung dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), khususnya SDGs 4 mengenai Pendidikan Berkualitas dan SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan agar peserta didik dapat memahami materi permintaan dan penawaran secara mendalam sekaligus melatih kemampuan memecahkan masalah nyata di masyarakat. Proses pembelajarannya menggunakan model Problem Based Learning (PBL) yang dipandu secara sistematis oleh saya selaku guru praktikan. Sebanyak 36 siswa yang terlibat diminta membaca dan menganalisis lembar panduan studi kasus mengenai fenomena kenaikan harga minyak goreng. Dalam kelompoknya, mereka harus menjawab beberapa pertanyaan analisis utama, yakni penyebab utama kenaikan harga minyak goreng, reaksi penjual atau produsen terhadap lonjakan harga tersebut, serta hubungan timbal balik antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan. Setelah proses bedah kasus selesai, setiap kelompok secara aktif mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.

Melalui metode interaktif yang dibimbing oleh mahasiswa PK ini, kegiatan tersebut memberikan dampak dan manfaat yang signifikan bagi berbagai pihak. Bagi peserta didik, pembelajaran berbasis masalah mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis (critical thinking), mengasah keberanian berbicara di muka umum saat presentasi, serta mendekatkan teori ekonomi dengan realitas kehidupan sehari-hari. Bagi lembaga SMAN 1 Jetis, kegiatan ini memperkuat kolaborasi dalam mengimplementasikan pembelajaran modern yang bermutu bersama mahasiswa praktikan. Sementara itu, bagi masyarakat luas, kegiatan ini berkontribusi dalam melahirkan generasi muda yang cerdas finansial, peka terhadap stabilitas harga, serta mampu memahami dinamika pasar di lingkungan sekitar.

Kegiatan pembelajaran berbasis studi kasus ini diharapkan dapat terus berlanjut, baik selama masa Praktik Kependidikan maupun pada kesempatan pembelajaran berikutnya. Ke depannya, metode serupa diharapkan mampu konsisten diterapkan untuk mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kecakapan dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global secara bijak.

Wujudkan Pendidikan Berkualitas (SDGs 4), Mahasiswa PK Terapkan Pembelajaran Ekonomi Berbasis Game-Based Learning "Ludo King Economic" di SMA Negeri 9 Yogyakarta

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fera Meifa Nurfais, mengimplementasikan pembelajaran Ekonomi berbasis Game-Based Learning yang diintegrasikan dengan model Team Games Tournament (TGT) pada peserta didik kelas X-4 dan X-6 di SMA Negeri 9 Yogyakarta, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan praktik pembelajaran selama PK dengan mengangkat materi Kegiatan Ekonomi dan Skala Prioritas Kebutuhan pada mata pelajaran Ekonomi Fase E. Pendekatan ini dirancang untuk mendorong keaktifan dan keterlibatan kognitif peserta didik melalui penerapan deep learning, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Pembelajaran diawali dengan penyampaian materi mengenai Kegiatan Ekonomi dan Skala Prioritas Kebutuhan. Selanjutnya, peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti permainan edukatif bertajuk "Ludo King Economic". Pada setiap petak permainan, peserta didik memilih nomor soal melalui platform Wordwall, kemudian menjawab pertanyaan yang telah diselaraskan dengan materi dan capaian pembelajaran. Kegiatan dilanjutkan dengan turnamen antarkelompok untuk memperoleh poin tertinggi. Selama permainan dan turnamen berlangsung, mahasiswa PK berperan sebagai fasilitator dengan memberikan arahan dan pendampingan. Hasil pengerjaan peserta didik selanjutnya dimanfaatkan sebagai bagian dari asesmen untuk mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi sekaligus menjadi dasar penentuan tindak lanjut pembelajaran.

Implementasi kegiatan ini memberikan ruang bagi peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Peserta didik tidak hanya memahami konsep kegiatan ekonomi dan skala prioritas kebutuhan secara teoretis, tetapi juga menginternalisasikannya melalui pengalaman belajar sambil bermain. Pemanfaatan media Ludo yang dipadukan dengan Wordwall menciptakan suasana belajar yang dinamis, kompetitif secara sehat, dan melibatkan peserta didik secara langsung. Hal tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan berorientasi pada peserta didik sebagaimana diamanatkan SDGs 4.

Selain itu, materi skala prioritas kebutuhan melatih peserta didik membedakan kebutuhan yang mendesak dari kebutuhan yang dapat ditunda, serta mengambil keputusan yang rasional dalam pemenuhan kebutuhan. Pemahaman tersebut sejalan dengan SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, karena membekali peserta didik dengan kebiasaan pengambilan keputusan konsumsi yang tepat dan tidak berlebihan sejak dini.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa PK berupaya menghadirkan pembelajaran Ekonomi yang interaktif, kontekstual, dan bermakna bagi peserta didik. Praktik pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif model pembelajaran inovatif yang berkontribusi pada peningkatan kualitas proses pembelajaran di SMA Negeri 9 Yogyakarta, serta dapat dikembangkan pada mata pelajaran Ekonomi maupun mata pelajaran lainnya.

 

Mahasiswa PK UNY Mendampingi Kegiatan untuk Menumbuhkan Karakter Religius Siswa melalui Pembiasaan Tadarus Al-Qur’an Setiap Jumat di SMA Negeri 1 Minggir

SMA Negeri 1 Minggir melaksanakan kegiatan pembiasaan keagamaan berupa pembacaan Asmaul Husna dan tadarus Al-Qur’an secara rutin setiap Jumat pagi pukul 07.00–07.20 WIB. Kegiatan yang berlangsung selama sekitar 20 menit ini diikuti oleh murid Muslim kelas X hingga XII di kelas masing-masing. Pelaksanaan kegiatan melibatkan anggota Rohis, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta wali kelas atau guru yang mengajar pada jam pertama. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya sekolah dalam menumbuhkan karakter religius murid. Hal ini sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 4 tentang pendidikan bermutu terutama kualitas moral. Kegiatan ini diamati dan didokumentasikan oleh mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta selama melaksanakan praktik di SMA Negeri 1 Minggir.

Kegiatan dilaksanakan secara terpusat melalui sistem pengeras suara sekolah. Anggota Rohis secara bergantian bertugas membacakan Asmaul Husna dan ayat-ayat Al-Qur’an melalui mikrofon dengan didampingi Ibu Ulinatun Nadhifah, S.Pd. selaku Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang membimbing dan mengoreksi bacaan. Murid di setiap kelas mengikuti kegiatan dengan didampingi wali kelas atau guru yang mengajar pada jam pertama. Sementara itu, murid non-muslim mengikuti kegiatan keagamaan tersendiri di aula selama pelaksanaan tadarus yang dipimpin oleh Bapak Agung Widodo, S.S., M.Pd. selaku Guru Pendidikan Agama Katholik (PAK). Bacaan Al-Qur’an dilakukan secara berkelanjutan, yaitu dilanjutkan dari ayat atau bagian terakhir yang dibaca pada pertemuan sebelumnya. Menurut Ibu Badriyah S.Pd. yang juga merupakan Guru PAI SMA Negeri 1 Minggir, kegiatan ini telah dilaksanakan sejak lama sebagai bagian dari pembiasaan dan literasi keagamaan agar murid terbiasa membaca Al-Qur’an.

Melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin setiap minggu, murid memperoleh kesempatan untuk membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an sekaligus meningkatkan kelancaran dalam membaca dan mengingat bacaan. Pembiasaan ini juga diharapkan dapat mendukung kedisiplinan serta menanamkan nilai karakter religius yang berkaitan dengan pengamalan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam konteks SDG 4, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk praktik pendidikan yang tidak hanya memperhatikan aspek akademik, tetapi juga mendukung perkembangan karakter dan kebiasaan positif peserta didik.

Kegiatan Asmaul Husna dan tadarus Al-Qur’an diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin di SMA Negeri 1 Minggir. Melalui pembiasaan ini, murid diharapkan semakin disiplin, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta termotivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.

Penulis: Tania Cahya Ayu (Pendidikan Ekonomi, UNY) dan Regina Tutik Padmaningrum

#SDGs 4 #PendidikanKarakter #TadarusAlQuran #PraktikKependidikan #PendidikanEkonomiUNY #UNY

Survei Keputusan Konsumsi Siswa: Analisis Perubahan Harga dan Keputusan Pembelian di Kelas X E5 SMA Negeri 4 Yogyakarta

Pada Selasa, 22 September 2026, telah dilaksanakan kegiatan pembelajaran Ekonomi di kelas X E5 SMA Negeri 4 Yogyakarta sebagai bagian dari pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK) mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta. Kegiatan dilaksanakan oleh Indah Puji Astuti, mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi, dengan melibatkan siswa kelas X E5 sebagai sasaran kegiatan. Pembelajaran berfokus pada materi permintaan melalui kegiatan survei mengenai hubungan antara perubahan harga dan keputusan konsumsi. Kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Kegiatan bertujuan membantu siswa memahami hubungan antara perubahan harga dengan keputusan konsumen dalam menentukan pembelian. Kegiatan diawali dengan penguatan konsep permintaan dan faktor-faktor yang memengaruhinya, kemudian siswa mengisi lembar Survei Keputusan Konsumsi Siswa: Perubahan Harga dan Keputusan Pembelian. Survei memuat beberapa situasi yang dekat dengan kehidupan siswa, yaitu pembelian es teh, seblak, dan tumbler sebagai produk yang dapat digunakan berulang kali. Pada bagian es teh, siswa diminta menentukan keputusan pembelian pada beberapa tingkat harga. Siswa juga diberikan situasi ketika harga meningkat untuk melihat perubahan keputusan pembelian. Selain itu, siswa diminta mempertimbangkan harga dan kualitas ketika menentukan pilihan terhadap produk yang lebih ramah lingkungan.

Hasil survei menunjukkan adanya kecenderungan siswa untuk menyesuaikan keputusan pembelian ketika harga mengalami kenaikan. Pada contoh pembelian es teh, siswa masih memilih membeli pada harga Rp3.000 hingga Rp5.000, tetapi mulai mengurangi atau tidak membeli ketika harga mencapai Rp6.000 hingga Rp7.000. Ketika harga meningkat dari Rp3.000 menjadi Rp6.000, siswa cenderung memilih untuk mengurangi pembelian. Pola yang sama terlihat pada pilihan pembelian seblak, yaitu siswa cenderung membeli dalam jumlah lebih sedikit ketika harga meningkat. Sementara itu, pada pilihan tumbler, keputusan siswa cenderung bergantung pada selisih harga, dengan harga dan kualitas menjadi pertimbangan utama. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa telah mampu menghubungkan perubahan harga dengan keputusan konsumsi dan memahami kecenderungan bahwa kenaikan harga dapat diikuti dengan penurunan jumlah barang yang ingin dibeli.

Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh pengalaman menerapkan konsep permintaan pada situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Selain memahami hubungan antara harga dan keputusan pembelian, siswa juga diajak mempertimbangkan kebutuhan, harga, dan kualitas dalam menentukan pilihan konsumsi. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat literasi ekonomi sekaligus menumbuhkan kesadaran siswa untuk mengambil keputusan konsumsi secara lebih bijak dan bertanggung jawab. Bagi mahasiswa PK, kegiatan ini menjadi pengalaman dalam mengintegrasikan materi Ekonomi dengan isu pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 12. Kegiatan serupa dapat dikembangkan melalui pengamatan harga barang di lingkungan sekolah atau analisis perilaku konsumsi terhadap produk tertentu.

Seminar Pajak Interaktif di SMKN 1 Pengasih Ubah Kesan "Rumit" Perpajakan Jadi Menyenangkan

Rahmat Aziz Al Ghifari bersama tim Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Pajak Interaktif di SMK Negeri 1 Pengasih pada Rabu, 26 Agustus 2026 yang berlokasi di Ruang Bima. Kegiatan yang merupakan salah satu program kerja tim PK ini diikuti oleh 70 siswa kelas XI Akuntansi. Seminar ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) nomor 4, yaitu pendidikan berkualitas, khususnya dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dan bermakna bagi siswa sekolah menengah kejuruan.

Kegiatan ini sendiri bertujuan untuk menumbuhkan minat siswa terhadap perpajakan yang selama ini kerap dianggap rumit, sekaligus memperkenalkan ragam media pembelajaran interaktif. Acara seminar dipandu oleh Rahmat Aziz Al Ghifari selaku penanggung jawab sekaligus pembawa acara. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan icebreaking melalui permainan Zep Quiz dan Wordwall yang berfungsi sebagai pre-test ringan untuk mengenalkan media kepada siswa. Selanjutnya, mahasiswa PK, Vivien Lailla Dewandari menyampaikan materi pengantar perpajakan serta Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 bagi pegawai tetap dan pegawai lepas. Sesi berikutnya berupa kuis berhadiah secara berkelompok menggunakan Wayground dengan setiap kelompok terdiri atas tiga siswa yang bekerja sama menjawab soal, termasuk soal hitungan pajak sederhana. Kegiatan ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada kelompok terbaik. Pelaksanaan seminar ini sendiri didampingi oleh para guru SMK Negeri 1 Pengasih dari jurusan Akuntansi.

Sekitar 97 persen siswa hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan gembira. Pemanfaatan beberapa platform permainan digital membuat siswa mengenal perpajakan dengan cara yang lebih ringan, dimulai dari soal pengenalan yang mudah hingga soal hitungan yang lebih menantang. Salah satu siswa juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini menambah wawasan tentang PPh Pasal 21 yang dapat digunakan sebagai bekal memasuki dunia kerja nantinya. Bagi sekolah sendiri, kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa pembelajaran dapat dikemas melalui beragam media interaktif untuk menumbuhkan antusias siswa. Kontribusi tersebut mendukung SDGs nomor 4, khususnya penguatan keterampilan siswa yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan peningkatan mutu proses pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, tim PK berharap pemanfaatan media pembelajaran interaktif dapat terus dikembangkan oleh guru dan siswa dalam kegiatan belajar sehari-hari, serta literasi perpajakan dapat dikenalkan sejak jenjang SMK.

Media Pembelajaran Edukatif Mendukung SDGs ke-4 Melalui Game Mix and Match dalam Pembelajaran Ekonomi

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY),Imelda Wiguna melaksanakan kegiatan pembelajaran ekonomi pada Jum’at (18/9/2026) di SMA Negeri 6 Yogyakarta.Kegiatan ini berfokus pada kelas XI khususnya materi pertumbuhan ekonomi dengan menerapkan model pembelajaran (Problem-Based Learning) melalui Inovasi pembelajaran yang lebih Interaktif melalui game Mix and Match.Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 yaitu Pendidikan Berkualitas.

Kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk penguatan pemahaman ekonomi yang relevan dengan pembangunan saat ini murid diharapkan dapat memahami konsep tersebut dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah diingat.Untuk mencapai target tersebut pembelajaran dilakukan kegiatan awal pembelajaran dengan penyampaian materi pertumbuhan ekonomi.Selanjutnya dengan mengkoordinasikan murid untuk bermain game Mix and Match dimana setiap murid memilih 1 kartu dimana salah satu kartu tersebut terdapat pertanyaan materi yang sudah dipelajari mengenai pertumbuhan ekonomi dan salah satu kartu lainnya berupa jawabannya lalu murid tersebut mencari pasangan agar kartu tersebut menjadi satu pertanyaan dan jawaban yang benar.Kemudia murid berpasangan tersebut membacakan hasil pencocokannya di depan kelas. 

Penerapan game Mix and Match ini menggabungkan pemahaman materi dengan bekerja sama.Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan berlangsung, sebagian besar murid menunjukkan antusiasme tinggi dan lebih aktif berdiskusi dibandingkan pembelajaran konvensional.Seluruh murid berhasil mencocokkan seluruh kartu dengan benar setelah mengikuti game ini. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis permainan dapat menjadi alternatif efektif untuk mendukung pencapaian pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan menyenangkan bagi murid.

Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya menghafal istilah secara pasif, tetapi juga dilatih untuk berdiskusi, bekerja sama, dan menganalisis keterkaitan antara pertumbuhan ekonomi, sehingga tujuan pembelajaran yang berkualitas dan bermakna.Kegiatan Praktik Kependidikan ini juga diharapkan dapat terus dikembangkan dengan variasi permainan edukatif lain, sehingga pembelajaran ekonomi di sekolah semakin interaktif dan bermakna bagi murid.

          

Pages