Sinergi Akademisi dan Birokrasi, FEB UNY Gelar Kuliah Lapangan di Kabupaten Klaten
Submitted by feb on Thu, 09/04/2026 - 08:58
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Klaten melalui kegiatan Halal Bihalal dan Kuliah Lapangan yang melibatkan 28 mahasiswa Program Studi Magister Manajemen. Acara ini dihadiri oleh jajaran Dekanat FEB UNY, para ketua serta sekretaris departemen, dan disambut langsung oleh Bupati Klaten beserta jajarannya. Kolaborasi ini bertujuan untuk menjembatani teori akademik dengan praktik tata kelola pemerintahan dan pengembangan potensi daerah secara nyata.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom., dalam sambutannya menekankan pentingnya posisi strategis Kabupaten Klaten yang berada di antara kota besar Yogyakarta dan Solo. Beliau menegaskan bahwa keberadaan beberapa pintu keluar tol di wilayah Klaten menjadi peluang besar bagi peningkatan pendapatan daerah, namun hal tersebut memerlukan manajemen pengelolaan dan kerja sama yang solid dengan berbagai pihak. Hamenang berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memberikan kontribusi pemikiran dari para mahasiswa bagi kemajuan Kabupaten Klaten.
Sejalan dengan hal tersebut, Dekan FEB UNY mengungkapkan bahwa Kuliah Lapangan ini merupakan sarana bagi mahasiswa untuk mempelajari inovasi dan kebijakan publik yang telah diimplementasikan oleh Pemerintah Kabupaten Klaten. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menyerap ilmu secara teoretis di ruang kelas, tetapi juga mampu melihat dinamika lapangan sebagai bekal keilmuan dan pengembangan jejaring (networking). Setelah mengikuti sesi kelas selama satu pertemuan, para mahasiswa diajak melakukan observasi langsung ke beberapa titik strategis pengelolaan aset daerah.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, para mahasiswa meninjau langsung manajemen Obyek Mata Air Cokro (OMAC) dan Candi Plaosan. OMAC yang awalnya hanya merupakan mata air alami kini telah bertransformasi menjadi destinasi wisata air unggulan dengan berbagai fasilitas kolam untuk semua usia. Sementara itu, Candi Plaosan yang memiliki keunikan arsitektur perpaduan Hindu-Buddha dipelajari sebagai model pengelolaan cagar budaya yang mampu menarik wisatawan melalui lanskap alamnya yang estetis, sehingga sering menjadi lokasi favorit bagi para fotografer maupun sesi foto pernikahan.
Selain agenda lapangan bagi mahasiswa, dilakukan pula sesi audiensi strategis antara pimpinan fakultas dengan para Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten. Sesi yang dikoordinir oleh Wakil Dekan Bidang Riset, Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Usaha FEB UNY, Dr. Denies Priantinah, M.Si., Ak., bersama para ketua departemen serta koordinator program studi S2 dan S3 ini, secara khusus membahas peluang bagi para staf pemerintahan untuk melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana. Inisiatif ini dipandang sebagai langkah krusial dalam meningkatkan kompetensi manajerial ASN di Klaten agar lebih adaptif terhadap tantangan birokrasi modern.
Kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian beberapa poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) diwujudkan melalui metode pembelajaran lapangan yang memberikan wawasan praktis bagi mahasiswa. Kedua, pembahasan mengenai potensi ekonomi daerah dan pengelolaan wisata berkaitan erat dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan sektor pariwisata lokal. Terakhir, kunjungan ke Candi Plaosan mencerminkan dukungan terhadap SDG 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan), khususnya dalam upaya pelestarian warisan budaya dunia sebagai penggerak ekonomi kreatif masyarakat sekitar. (fdhl)









