SDGs #4 Pendidikan

"Kemitraan untuk Mencapai Tujuan": SMAN 1 Pleret Gandeng UNY Lewat Program PK

Bantul (SMAN 1 Pleret) – Pada Senin, 20 Juli 2026, sebanyak 15 mahasiswa Program Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) resmi memulai kegiatan praktik mengajar di SMA Negeri 1 Pleret, yang akan berlangsung hingga 23 September 2026. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi, yaitu Aisa Bela, Nanda Safitri, Puspita, Yasmin, Alya, Ibnu, Gilang, Fadzil, Nita, Sita, Ari, Fadia, Riana, Kiki, dan Una, dengan sasaran utama siswa-siswi SMAN 1 Pleret sebagai penerima manfaat langsung dari proses pembelajaran. Program ini merupakan wujud nyata dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, sekaligus poin ke-17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, karena mempertemukan sekolah dan perguruan tinggi dalam kemitraan strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Program PK bertujuan memberikan pengalaman praktik mengajar secara nyata kepada mahasiswa kependidikan UNY, sekaligus mendukung proses belajar-mengajar di sekolah mitra. Selama program berlangsung, mahasiswa PK terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari menyusun modul ajar, mengajar di kelas, menilai tugas siswa, hingga berpartisipasi dalam kegiatan rutin sekolah seperti piket, upacara, dan pembinaan kedisiplinan siswa. Pelaksanaan kegiatan ini didampingi oleh guru pamong yang membimbing mahasiswa dalam merancang pembelajaran dan mengelola kelas, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari UNY yang secara berkala memberikan evaluasi dan arahan.

Kehadiran mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) memberikan manfaat timbal balik bagi kedua belah pihak. Bagi mahasiswa, program ini menjadi bekal nyata dalam mempersiapkan diri sebagai calon guru profesional. Sementara itu, bagi sekolah, kehadiran mereka membawa energi dan gagasan segar yang turut memperkaya proses pembelajaran maupun beragam kegiatan kesiswaan. Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Masyarakat (Humas) SMAN 1 Pleret menyampaikan bahwa program PK ini memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan di sekolah, baik dalam hal penguatan proses belajar-mengajar maupun sebagai wadah regenerasi tenaga pendidik yang berkualitas di masa mendatang. Lebih dari itu, kehadiran mahasiswa PK juga mendorong para guru untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Sekolah pun berharap kerja sama yang telah terjalin ini dapat terus berlanjut dan semakin memberikan manfaat bagi semua pihak.

Melalui kemitraan yang berkelanjutan ini, pihak sekolah berharap dapat terus menjadi mitra strategis dalam mencetak calon pendidik yang kompeten, sekaligus memperkuat mutu pembelajaran bagi siswa. Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum berharap kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada praktik kependidikan, tetapi juga mencakup kegiatan pengabdian masyarakat, serta agar ke depannya setiap mata pelajaran dapat memiliki mahasiswa PK yang mendampingi proses pembelajaran. Ia juga berharap para mahasiswa yang sedang menjalani proses PK dapat terus beradaptasi dengan baik di lingkungan sekolah demi kelancaran kegiatan belajar-mengajar, sekaligus memperluas kolaborasi dengan berbagai instansi lain seperti puskesmas, komite sekolah, dan lembaga pemerintah daerah guna memperkuat kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Mahasiswa PK UNY Mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Di SMK Negeri 7 Yogyakarta sebagai Bentuk Wujud Nyata SDGS 2: Tanpa Kelaparan Terealisasi

Yogyakarta, 9 September 2026 – Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta Tahun Akademik 2026/2027 yang bertugas di SMK Negeri 7 Yogyakarta ikut mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah selama periode Agustus hingga September 2026. Kegiatan tersebut bertempat di SMK Negeri 7 Yogyakarta, Jalan Gowongan Kidul JT III/416, Kota Yogyakarta, dan berfokus pada pendampingan alur pelayanan makanan, mulai dari pencatatan makanan yang datang pada Lembar Kontrol Makanan hingga pengumpulan, penataan, dan pengikatan ompreng (wadah makan berbahan stainless steel) dengan tali rafia. Kontribusi ini merupakan bagian dari upaya mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan, khususnya agar makanan yang aman, bergizi, dan cukup dapat diterima warga sekolah secara tertib, tepat waktu, dan dalam kondisi layak.

Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemenuhan gizi bagi peserta didik. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) nomor 2 bertujuan mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, memperbaiki gizi, serta mendorong pertanian yang berkelanjutan. Dua targetnya yang paling dekat dengan dunia sekolah adalah menjamin akses terhadap pangan yang aman, bergizi, dan cukup sepanjang tahun (target 2.1), serta mengakhiri segala bentuk malnutrisi (target 2.2). Dengan demikian, kelaparan tidak hanya dimaknai sebagai ketiadaan makanan, tetapi juga sebagai kondisi ketika makanan yang dikonsumsi belum mencukupi kebutuhan gizi. Di Indonesia, upaya tersebut diwujudkan melalui Program Makan Bergizi Gratis yang mulai dijalankan pada 6 Januari 2025 di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN) dan dilaksanakan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan sasaran antara lain anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Sekolah menengah kejuruan menjadi lingkungan yang relevan bagi program ini karena peserta didiknya menjalani kegiatan belajar yang menuntut konsentrasi sekaligus praktik kejuruan yang membutuhkan tenaga. Asupan gizi yang baik dan diterima tepat waktu turut menopang kesiapan mereka mengikuti pembelajaran. Berangkat dari pemikiran tersebut, Mahasiswa PK UNY yang sedang menjalankan tugas di SMK Negeri 7 Yogyakarta memandang bahwa peran calon pendidik tidak berhenti pada kegiatan di dalam kelas, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap kesejahteraan peserta didik. Hal ini sejalan dengan pandangan BGN bahwa guru dan mahasiswa perlu dilibatkan dalam upaya pendidikan gizi di sekolah dan kampus.

Kebutuhan akan dukungan di lapangan terlihat jelas dari data yang tercatat pada Lembar Kontrol Makanan di meja petugas sekolah. Lembar tersebut memuat jenis porsi, jumlah porsi, waktu kedatangan makanan, dan batas waktu makanan baik dikonsumsi. Pada dokumentasi kegiatan, tertulis jenis porsi besar dengan jumlah 1.166 porsi, waktu kedatangan pukul 08.30, dan batas waktu konsumsi pukul 11.00 . Angka-angka ini menunjukkan bahwa penyediaan makanan bergizi bukan sekadar persoalan menu, melainkan juga persoalan ketepatan jumlah, ketepatan waktu, dan kebersihan wadah. Dengan lebih dari seribu ompreng yang harus dikelola dalam satu hari, penataan yang tidak tertib berpotensi menimbulkan wadah tercecer, tercampur, atau sulit dihitung, sehingga kelancaran layanan pada hari berikutnya dapat terganggu.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan berlangsung melalui beberapa tahapan. Pertama, makanan yang datang ke sekolah dicatat pada Lembar Kontrol Makanan yang dikelola petugas sekolah. Kedua, setelah makanan dikonsumsi, ompreng dikumpulkan di area teras depan gedung sekolah. Ketiga, Mahasiswa PK UNY yang mengenakan almamater dan tanda pengenal PK membantu memilah serta menumpuk ompreng dalam jumlah yang seragam. Keempat, setiap tumpukan diikat silang dengan tali rafia merah agar posisinya stabil, tidak mudah roboh, mudah diangkat, dan mudah dihitung oleh petugas. Pada dokumentasi tampak sebagian ompreng masih memiliki sisa makanan, sehingga penataan dilakukan dengan tetap memperhatikan kebersihan area dan kehati-hatian dalam bekerja. Seluruh proses berlangsung dengan dukungan petugas dan tenaga kependidikan sekolah, sehingga kegiatan ini menjadi kerja bersama, bukan kerja satu pihak saja.

Kegiatan ini bertumpu pada satu gagasan sederhana:

“Makanan bergizi baru bermakna bagi upaya menghapus kelaparan apabila sampai kepada penerima dengan jumlah yang tepat, pada waktu yang tepat, dan dalam kondisi yang layak.”

Gagasan tersebut menjelaskan mengapa pekerjaan yang tampak sederhana, seperti mengikat tumpukan ompreng, tetap memiliki arti penting. Rantai pelayanan makanan di sekolah baru dapat berjalan berkelanjutan apabila setiap tahapnya, dari kedatangan makanan hingga pengembalian wadah, berlangsung tertib. Melalui peran tersebut, Mahasiswa PK UNY turut menjaga kesinambungan layanan yang memungkinkan makanan bergizi kembali tersedia bagi peserta didik pada hari-hari berikutnya.

Hasil dari kegiatan ini dapat dilihat dari beberapa sisi. Dari sisi pelayanan, tumpukan ompreng menjadi lebih rapi, terhitung, dan siap dikelola lebih lanjut. Dari sisi pencatatan, alur makanan yang datang terdokumentasi pada lembar kontrol sehingga dapat ditelusuri. Dari sisi pembelajaran, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai pentingnya disiplin waktu, ketelitian, kerja sama, dan tanggung jawab dalam layanan yang menyangkut kebutuhan dasar banyak orang. Secara lebih luas, kegiatan ini mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan, serta memberi dukungan tidak langsung bagi SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena peserta didik yang tercukupi gizinya berada dalam kondisi yang lebih baik untuk belajar.

Kegiatan pendampingan Program Makan Bergizi Gratis di SMK Negeri 7 Yogyakarta menjadi bukti bahwa upaya mewujudkan dunia tanpa kelaparan dapat dimulai dari lingkungan sekolah dan dari tindakan yang nyata. Ke depan, Mahasiswa PK UNY berharap dukungan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dan dikembangkan, misalnya melalui edukasi gizi seimbang bagi peserta didik serta ajakan untuk menghabiskan makanan agar sisa makanan berkurang. Dengan sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan penyelenggara program, SMK Negeri 7 Yogyakarta diharapkan terus menjadi lingkungan belajar yang sehat, peduli, dan turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Tautan Dokumentasi Kegiatan:

(https://drive.google.com/drive/folders/10D3J2_YeK6M-GQGWlabNdhjNTOc7rHEb)

Strategi 'CoC' dalam Pembelajaran Ekonomi: Inovasi Game-Based Learning untuk Mengasah Kemampuan Analisis Kasus Siswa

Giofani Putri Utami, mahasiswi Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menerapkan inovasi pembelajaran ekonomi melalui pendekatan Game-Based Learning (GBL) berbasis strategi "CoC" (Clash of Clans) di kelas X-4 dan X-6 SMAN 10 Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada periode 21 Juli hingga 23 September 2026 dengan melibatkan 71 peserta didik. Program ini diselenggarakan dalam rangka mendukung pencapaian SDGs Target 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya pada pilar penyediaan pembelajaran yang aktif, inklusif, relevan, serta efektif dalam mengasah keterampilan berpikir kritis siswa.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan keaktifan siswa yang tidak merata serta melatih kemampuan pemecahan masalah secara mandiri melalui analisis studi kasus. Pelaksanaan diawali dengan penyusunan perangkat pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), serta pemetaan variasi kasus ekonomi. Pembagian kelompok dalam strategi "CoC" ini berfungsi untuk menentukan zona dan jenis studi kasus atau pertanyaan yang dihadapi siswa. Proses dilanjutkan dengan penyampaian materi singkat oleh mahasiswa praktikan. Setelah itu, setiap siswa secara individu menuntaskan quest atau tantangan analisis kasus di papan tulis sesuai dengan zona kelompoknya guna memperoleh poin penilaian mandiri. Sesi diakhiri dengan evaluasi hasil jawaban dan refleksi bersama.

Penerapan inovasi Game-Based Learning ini terbukti sukses menciptakan suasana kelas yang interaktif, dinamis, dan menyenangkan. Penggunaan mekanik game "CoC" dalam penyajian studi kasus mampu mendorong antusiasme, ketelitian, serta keberanian siswa dalam mengemukakan analisis terbaik mereka. Walaupun pembagian studi kasus dilakukan berbasis kelompok, penilaian yang bersifat individu tetap efektif mendorong kemandirian, fokus, dan pemahaman mendalam tiap peserta didik. Keberhasilan ini mendukung terwujudnya tujuan SDGs 4 dalam menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna dan berorientasi pada peningkatan keterampilan abad ke-21.

Diharapkan model pembelajaran berbasis Game-Based Learning dengan variasi strategi simulasi/game dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan di SMAN 10 Yogyakarta. Penerapan tema permainan interaktif lainnya diharapkan dapat menjadi referensi inovatif bagi guru untuk mempertahankan motivasi belajar siswa serta meningkatkan kualitas pembelajaran ekonomi di sekolah. (gpu)

Tim Peneliti FEB UNY dan Mitra Internasional Raih Penghargaan Best Paper pada The 14th GAMAICEB 2026

Prestasi internasional kembali diraih oleh civitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY). Tim peneliti kolaborasi lintas negara berhasil meraih penghargaan prestisius Best Paper pada ajang konferensi internasional The 14th GAMAICEB (Gadjah Mada International Conference on Economics and Business) 2026.

Penelitian ilmiah yang berhasil meraih predikat terbaik tersebut diangkat dengan judul: “When Sustainability Speaks and When It Stays Silent: The Effects of Greenwashing and Greenhushing on Youth Purchase Intention the Moderating Role of Warm Glow”.

Karya ilmiah ini mengkaji fenomena krusial dalam komunikasi keberlanjutan (sustainability), yakni bagaimana praktik greenwashing (klaim ramah lingkungan yang berlebihan) dan greenhushing (penyembunyian informasi ramah lingkungan) memengaruhi niat beli generasi muda, serta bagaimana warm glow berperan dalam memoderasi pengaruh tersebut dengan metode penelitian eksperimen.

Penelitian yang berhasil meraih penghargaan bergengsi ini merupakan luaran dari pendanaan penelitian kompetitif Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui skema Penelitian Kerjasama Internasional (Luar Asia Tenggara) Tahun 2025. Ajang GAMAICEB merupakan konferensi internasional berskala global yang memfasilitasi para peneliti, akademisi, dan praktisi untuk mempresentasikan riset-riset unggulan di bidang ekonomi, bisnis, dan akuntansi. Raihan Best Paper ini menunjukkan pengakuan dunia akademik internasional atas kedalaman analisis, kebaruan isu, dan kontribusi keilmuan yang ditawarkan oleh tim peneliti.

Capaian berharga ini diharapkan dapat semakin meningkatkan motivasi para akademisi untuk memperluas jaringan riset global dan menghasilkan karya berkualifikasi tinggi. Prestasi ini juga menjadi cerminan komitmen nyata institusi dalam mengusung semangat FEB UNY Berdampak dan Diktisaintek Berdampak melalui pengembangan ilmu pengetahuan yang bermanfaat luas.

Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi riset antara dosen FEB UNY, mahasiswa, serta mitra internasional dari Business School, Nagoya University of Commerce and Business (NUCB), Nagoya, Jepang. Karya ilmiah ini disusun oleh: Tim Penelitia dari FEB UNY yang diketua oleh Prof. Dr. Ratna Candra Sari, S.E., M.Si., CA, CFP., serta anggota peneliti dan mahasiswa yaitu Dian Juliani, S.E., M.Sc.; Annisa Ratna Sari, S.Pd., M.S.Ed., Ph.D.; Arin Pranesti, S.Pd., M.Sc.; Arsy Widiyanti, S.Ak., dan Frendy (Business School, Nagoya University of Commerce and Business / NUCB, Nagoya, Japan). (djl)

 



 

Proyek Poster Manual Sebagai Strategi Pembelajaran Ekonomi di SMA N 10 Yogyakarta

Pembelajaran Ekonomi di SMAN 10 Yogyakarta menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda melalui proyek pembuatan poster manual pada materi Skala Prioritas Kebutuhan dan Literasi Finansial. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Sabrina Alisa Febriyanti, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Departemen Pendidikan Ekonomi, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dengan sasaran peserta didik kelas X Fase E. Kegiatan berlangsung selama satu pertemuan dengan alokasi waktu 2 x 45 menit sebagai bagian dari rangkaian Praktik Kependidikan yang dilaksanakan sejak 22 Juli hingga 20 September 2026. Pelaksanaan kegiatan tersebut berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui penerapan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan kontekstual.

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu peserta didik memahami konsep skala prioritas kebutuhan dan literasi finansial sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan bekerja sama dalam kelompok. Pembelajaran menggunakan model Project Based Learning (PjBL) yang diawali dengan orientasi masalah melalui pertanyaan pemantik mengenai cara menentukan prioritas ketika kebutuhan tidak dapat dipenuhi sekaligus. Selanjutnya, peserta didik menerima penyampaian materi mengenai skala prioritas, literasi finansial, serta perbedaan kebutuhan dan keinginan yang diselingi ice breaking "Prioritas atau Keinginan?". Peserta didik kemudian dibagi ke dalam kelompok beranggotakan 5-6 orang untuk menganalisis studi kasus pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan menyusun hasil analisis tersebut ke dalam poster manual di atas kertas asturo, lengkap dengan judul, ilustrasi, dan tata letak yang mereka rancang sendiri tanpa bantuan aplikasi desain digital.

Penggunaan proyek poster manual memberikan dampak positif terhadap keaktifan dan partisipasi peserta didik selama pembelajaran. Peserta didik terlihat antusias sejak tahap diskusi menganalisis studi kasus hingga proses menyusun dan menempelkan elemen poster, seperti mengemukakan pendapat dalam menentukan urutan prioritas, membagi tugas antaranggota kelompok, hingga mempresentasikan hasil karya di depan kelas. Hasil karya peserta didik menunjukkan variasi tema yang tetap berpijak pada konsep skala prioritas dan literasi finansial, mulai dari pengelolaan uang saku, pengaruh status sosial dan lingkungan terhadap kebutuhan, penentuan prioritas dalam situasi darurat, hingga ajakan bijak mengelola keuangan agar terhindar dari perilaku FOMO. Peserta didik yang sebelumnya cenderung pasif juga memperoleh peran dalam kelompok, sehingga partisipasi menjadi lebih merata.

Proyek poster manual ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai salah satu alternatif inovasi pembelajaran Ekonomi yang menarik dan bermakna. Meskipun pelaksanaannya masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu pengerjaan dan perbedaan kemampuan mendesain antarkelompok, kegiatan ini terbukti mampu melatih peserta didik untuk bernalar kritis, berkolaborasi, berkomunikasi, serta menuangkan gagasan ekonomi ke dalam karya visual yang komunikatif. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek yang menghasilkan karya nyata dapat mendukung terciptanya proses pendidikan yang lebih aktif, kolaboratif, inklusif, dan berkualitas, sejalan dengan tujuan SDG 4 yaitu pendidikan bermutu bagi semua peserta didik. (sbr)

Membawa Gaya Gen Z ke Ruang Kelas: Inovasi Pembelajaran Digital di SMKN 1 Klaten

Endah Gita Cahyani, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di SMKN 1 Klaten menerapkan inovasi media pembelajaran berbasis teknologi digital dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Pemanfaatan Kahoot, flipbook, Mentimeter, dan Wooclap digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif sekaligus mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan bersama peserta didik jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) SMKN 1 Klaten sebagai bagian dari pelaksanaan Praktik Kependidikan. Inovasi tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa PK dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui pemanfaatan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang inklusif, interaktif, dan bermakna.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PK memanfaatkan flipbook sebagai media untuk penyampaian materi agar peserta didik dapat mengakses bahan pembelajaran secara lebih menarik, praktis, dan fleksibel. Selanjutnya, Kahoot digunakan sebagai media asesmen berbasis gamifikasi yang menghadirkan pengalaman belajar melalui kuis interaktif. Dengan format permainan dan perolehan skor, peserta didik dapat menguji pemahaman materi dalam suasana yang lebih menyenangkan. Sementara itu, Mentimeter dan Wooclap dimanfaatkan sebagai sarana refleksi untuk mengetahui pemahaman dan pengalaman belajar peserta didik. Melalui media tersebut, peserta didik tidak hanya menerima informasi dari guru, tetapi juga memiliki ruang untuk memberikan respons (feedback), menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta merefleksikan proses pembelajaran. Pemanfaatan teknologi ini menjadi semakin relevan karena mahasiswa PK yang memiliki kedekatan usia dengan generasi Z dapat menghadirkan pendekatan pembelajaran digital yang lebih dekat dengan keseharian peserta didik.

Penerapan berbagai media digital tersebut mendapat respons positif dari peserta didik. Pembelajaran menjadi lebih dinamis karena peserta didik memiliki kesempatan untuk berpartisipasi secara langsung, baik melalui kuis, penyampaian pendapat, maupun kegiatan refleksi. Kahoot menghadirkan suasana asesmen yang lebih interaktif, sedangkan Mentimeter dan Wooclap membantu mahasiswa memperoleh gambaran mengenai pemahaman serta respons peserta didik terhadap materi yang telah dipelajari. Di sisi lain, inovasi yang diterapkan juga menarik perhatian guru di sekolah. Ketertarikan tersebut membuka ruang berbagi praktik baik antara mahasiswa dan guru mengenai alternatif pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Interaksi ini menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengalaman, ide, dan strategi dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, penggunaan teknologi tidak sekadar menjadi variasi media, tetapi turut mendukung pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan sejalan dengan semangat SDG 4.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa PK berharap pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran tidak berhenti pada penggunaan media digital semata, tetapi terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang mendorong peserta didik menjadi subjek aktif. Pengalaman penggunaan Kahoot, flipbook, Mentimeter, dan Wooclap diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru maupun mahasiswa untuk terus berbagi praktik baik dan menciptakan inovasi pembelajaran yang kreatif, interaktif, serta relevan dengan perkembangan teknologi. Ke depannya, kolaborasi antara mahasiswa PK dan pihak sekolah diharapkan dapat terus terjalin untuk mendukung terciptanya lingkungan belajar yang berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. (egc)

Dekan FEB UNY Pimpin Rapat Kerja Perdana AFE-LPTK Periode 2026–2029

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta, Dr. Sutirman, M.Pd., resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Asosiasi Fakultas Ekonomi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan periode 2026–2029. Penetapan tersebut disahkan melalui Keputusan Kongres V AFE-LPTK yang diselenggarakan di Universitas Negeri Surabaya pada 23–24 Juli 2026. Kepemimpinan ini menegaskan peran aktif FEB UNY dalam mengawal penguatan tata kelola serta peningkatan mutu pendidikan tinggi ekonomi nasional.

Organisasi AFE-LPTK menaungi 12 fakultas ekonomi LPTK se-Indonesia sebagai wadah kolaborasi dalam menyelaraskan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kemahasiswaan.

Mengawali masa bakti kepengurusan, AFE-LPTK menyelenggarakan Rapat Kerja Penyusunan Program Kerja Tahun 2026 di Four Points by Sheraton Makassar pada 18–20 September 2026. Forum tersebut dihadiri oleh jajaran Dekan dan Wakil Dekan dari seluruh institusi anggota untuk membahas penyusunan program kerja, perubahan anggaran dasar, serta penetapan arah kebijakan asosiasi.

Dr. Sutirman menyampaikan bahwa penguatan sinergi antar-LPTK menjadi kunci utama dalam merespons dinamika pendidikan dan tantangan ekonomi global. Melalui perumusan program yang terintegrasi, AFE-LPTK berfokus pada peningkatkan mutu pengajaran, perluasan publikasi ilmiah bereputasi, serta optimalisasi kerja sama kelembagaan. Peningkatan capaian prestasi mahasiswa anggota AFE-LPTK menjadi perhatian utama.

Langkah strategis kepemimpinan FEB UNY dalam AFE-LPTK ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas dan poin 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Sinergi berkelanjutan antar-perguruan tinggi LPTK ini diharapkan dapat meningkatkan pemerataan mutu pendidikan tinggi ekonomi di seluruh Indonesia. (ist/fdh)

“How May I Assist You?”: Siswa XI MPLB Asah Kemampuan Komunikasi Bahasa Inggris Untuk Bekal Dunia Kerja

Pembelajaran mata Pelajaran Komunikasi di Tempat Kerja (KTK) di SMK Muhammadiyah 2 Bantul menjadi salah satu bentuk kontribusi terhadap Susteinable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 Pendidikan Bermutu (Quality Education) dan SGDs 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth). Melalui kegiatan ini, siswa kelas XI Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) dibekali pengetahuan dan keterampilan komunikasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Kegiatan dilaksanakan dengan pendampingan Prameswari Sekar Hardaningrum, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 2026, melalui pembelajaran yang memadukan teori dan praktik. Salah satu bentuk praktik yang dilakukan Adalah berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris dalam situasi yang berkaitan dengan lingkungan kerja. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja.

Dalam praktiknya, siswa mempelajari kosakata dan ungkapan Bahasa Inggris yang umum digunakan di tempat kerja. Salah satu ungkapan yang dipraktikkan adalah “How May I Assist You?” sebagai bentuk pelayanan yang sopan dan professional. Siswa juga berlatih menyapa, memperkenalkan disi, menawarkan bantuan, menyampaikan informasi, dan memberikan respons dalam Bahasa Inggris. Melalui praktik tersebut, siswa tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga belajar menerapkan etika komunikasi professional. 

Kegiatan pembelajaran berbasis praktik ini mendorong siswa untuk lebih percaya diri dalam menggunakan Bahasa Inggris dan memahami pentingnya komunikasi yang efektif di dunia kerja. Siswa dapat menghubungkan materi pembelajaran dengan situasi yang mungkin ditemui ketika memasuki lingkungan kerja. Pendampingan Prameswari Sekar Hardaningrum mahasiswa mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 2026 turut mendukung pembelajaran yang aplikatif dan berorientasi pada keterampilan serta siswa memperoleh pengalam langsung dalam menerapkan komunikasi professional. 

Penerapan SDGs 4 diwujudkan melalui pembelajaran yang berkualitas dan pengembangan keterampilan yang relevan bagi siswa, sedangkan SDGs 8 diwujudkan melalui penguatan kompetensi sebagai bekal memasuki dunia kerja. Pembelajaran Komunikasi di Tempat Kerja (KTK) menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, etika professional, dan kemampuan berbahasa Inggris. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran di sekolah tidak hanya membangun pengetahuan, tetapi juga mempersiapkan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung. Dari ruang kelas, siswa dipersiapkan menjadi generasi yang kompeten, percaya diri, dan siap menghadapi dunia kerja. (psh)

FEB UNY Gelar Guest Lecture Bersama UiTM Malaysia, Dorong Peran Perguruan Tinggi dalam Implementasi SDGs

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menggelar kuliah tamu (Guest Lecture) internasional bertajuk "SDG in Higher Education: Walk the Talk" yang berlangsung di Auditorium FEB UNY, Rabu (16/9/2026) lalu. Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menghadirkan Dr. Yussri bin Sawani, Asisten Rektor Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Sarawak Kampus Mukah, Malaysia, sebagai pembicara utama. Kegiatan akademik ini diikuti oleh 150 mahasiswa beserta jajaran dekanat FEB UNY.sambutan Dr Sutirman Dekan FEB

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., yang menyambut hangat kehadiran narasumber dan rombongan akademisi dari Malaysia. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kolaborasi internasional ini dan berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Dr. Sutirman menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk menggali pengetahuan serta wawasan komparatif mengenai praktik dan pengimplementasian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia maupun Malaysia.

Dalam pemaparannya, Dr. Yussri bin Sawani menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai akselerator pencapaian SDGs. Ia mengusung konsep keseimbangan antara "Walk the Talk" (menerapkan praktik keberlanjutan secara nyata di lingkungan kampus) dan "Talk the Walk" (mengedukasi serta mengampanyekan kesadaran SDGs). Menurutnya, komitmen keberlanjutan harus terintegrasi secara menyeluruh dalam empat pilar utama perguruan tinggi, yaitu pengajaran (teaching), penelitian (research), tata kelola operasional kampus (operations), dan kemitraan masyarakat (engagement).

Lebih lanjut, Dr. Yussri memperkenalkan instrumen Higher Education Institution Sustainable Development Goals Disclosure Index (HSDI) sebagai kerangka evaluasi transparansi informasi SDGs pada situs web universitas. Ia memaparkan data progres SDGs tingkat global serta regional di Indonesia dan Malaysia, seraya menegaskan pentingnya keterbukaan data dan penguatan kurikulum. Dengan akuntabilitas pelaporan yang baik, perguruan tinggi tidak hanya sekadar mempublikasikan wacana, tetapi juga menghasilkan dampak transformatif yang terukur bagi masyarakat.

Sesi diskusi berlangsung interaktif saat para peserta berkesempatan mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber. Sebanyak 150 mahasiswa yang hadir tampak antusias mendalami berbagai topik, mulai dari integrasi SDGs dalam akuntansi dan auditing, tantangan pembiayaan berkelanjutan, hingga peran mahasiswa dalam aksi sosial-lingkungan di kampus. Diskusi ini memperluas perspektif peserta mengenai pentingnya kepemimpinan dan strategi berbasis keberlanjutan di era global.

Penyelenggaraan kegiatan ini secara langsung mencerminkan komitmen terhadap beberapa poin utama Sustainable Development Goals (SDGs) yang relevan. Secara khusus, acara ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi keberlanjutan dan literasi masa depan bagi mahasiswa, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) lewat kolaborasi akademis lintas negara antara FEB UNY dan UiTM Malaysia. Selain itu, pembahasan yang diusung juga menyentuh SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong riset inovatif dan operasional kampus hijau yang akuntabel. (fdh)

Mahasiswa UNY Susun Modul Praktik Akuntansi Excel dan Accurate untuk Guru dan Siswa SMK Koperasi Yogyakarta

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), menyusun modul ajar praktik akuntansi perusahaan dagang berbasis Microsoft Excel dan aplikasi Accurate untuk SMK Koperasi Yogyakarta. Modul ini disiapkan sebagai buku pegangan guru sekaligus acuan belajar siswa, termasuk untuk persiapan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) dan Uji Kompetensi Keahlian (UKK).

Kegiatan ini berawal dari kebutuhan sekolah. Berdasarkan observasi dan diskusi dengan guru akuntansi, SMK Koperasi Yogyakarta belum memiliki modul Accurate yang runtut. Guru masih mencari cara mengajarkan Accurate secara bertahap, sementara siswa  belum dapat mengoperasikan aplikasi tersebut secara mandiri.

Sejak September 2026, Fathiyyatul mendampingi siswa secara langsung setiap hari pada jam kosong. Pendampingan diikuti dua siswa peserta LKS dan siswa Akuntansi kelas XI, dari total 56 siswa Akuntansi Keuangan XI sampai XII dan dua guru akuntansi yang menjadi sasaran kegiatan. Sekolah menyediakan laboratorium komputer sebagai tempat praktik, dan siswa terlihat antusias saat mencoba Accurate.

“Banyak siswa yang bingung pas pertama kali buka Accurate karena belum ada panduan yang runtut, padahal materinya sebenarnya bisa dipelajari bertahap. Modul ini saya susun supaya guru punya pegangan yang jelas untuk mengajar, dan siswa bisa belajar mandiri, terutama yang mau ikut LKS dan UKK” ujar Azkiya.

Modul disusun dalam enam bab. Isinya mencakup konsep dasar akuntansi perusahaan dagang, praktik dengan Microsoft Excel, praktik dengan Accurate, studi kasus perusahaan dagang, hingga evaluasi dan uji kompetensi. Modul dilengkapi sepuluh lampiran, antara lain format bukti transaksi, contoh file Excel, panduan database Accurate, dan glosarium.

Pemanfaatannya disesuaikan dengan jenjang. Kelas X memakai modul sebagai acuan awal, kelas XI untuk latihan persiapan LKS, dan kelas XII untuk latihan persiapan UKK.

Salah satu guru akuntansi, Ratri menyambut baik kegiatan ini. “Modul ini sangat membantu karena selama ini kami mengajar Accurate tanpa acuan tertulis yang lengkap. Dengan modul ini, materi bisa disampaikan lebih sistematis dan siswa punya bahan latihan sendiri di luar jam pelajaran,” 

Seorang siswa, Fitri mengaku “mengaku lebih percaya diri menghadapi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) setelah dipandu langsung menggunakan Accurate. "Awalnya saya cuma tahu teorinya dari buku, tapi begitu praktik langsung dan dibimbing step by step, saya jadi lebih paham alur pencatatan dari jurnal sampai laporan keuangan. Latihan ini bikin saya lebih siap buat lomba.”

Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4, yaitu pendidikan berkualitas. Salah satu targetnya, yaitu Target 4.4, menyebutkan bahwa pada 2030 diharapkan terjadi peningkatan signifikan jumlah pemuda dan orang dewasa yang memiliki keterampilan relevan, termasuk keterampilan teknis dan kejuruan, untuk bekerja, mendapatkan pekerjaan layak, dan berwirausaha. Lewat modul yang terstruktur, siswa SMK diharapkan lebih siap menggunakan aplikasi akuntansi digital di dunia kerja.

“Saya berharap modul ini tidak berhenti di sini, tapi terus dipakai dan dikembangkan sesuai kebutuhan sekolah, sehingga siswa SMK Koperasi Yogyakarta makin siap menghadapi dunia kerja yang sudah serba digital” tutup mahasiswa UNY.

Pages