SDGs #2 Nol Kelaparan

Mahasiswa PK UNY Mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Di SMK Negeri 7 Yogyakarta sebagai Bentuk Wujud Nyata SDGS 2: Tanpa Kelaparan Terealisasi

Yogyakarta, 9 September 2026 – Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta Tahun Akademik 2026/2027 yang bertugas di SMK Negeri 7 Yogyakarta ikut mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah selama periode Agustus hingga September 2026. Kegiatan tersebut bertempat di SMK Negeri 7 Yogyakarta, Jalan Gowongan Kidul JT III/416, Kota Yogyakarta, dan berfokus pada pendampingan alur pelayanan makanan, mulai dari pencatatan makanan yang datang pada Lembar Kontrol Makanan hingga pengumpulan, penataan, dan pengikatan ompreng (wadah makan berbahan stainless steel) dengan tali rafia. Kontribusi ini merupakan bagian dari upaya mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan, khususnya agar makanan yang aman, bergizi, dan cukup dapat diterima warga sekolah secara tertib, tepat waktu, dan dalam kondisi layak.

Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemenuhan gizi bagi peserta didik. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) nomor 2 bertujuan mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, memperbaiki gizi, serta mendorong pertanian yang berkelanjutan. Dua targetnya yang paling dekat dengan dunia sekolah adalah menjamin akses terhadap pangan yang aman, bergizi, dan cukup sepanjang tahun (target 2.1), serta mengakhiri segala bentuk malnutrisi (target 2.2). Dengan demikian, kelaparan tidak hanya dimaknai sebagai ketiadaan makanan, tetapi juga sebagai kondisi ketika makanan yang dikonsumsi belum mencukupi kebutuhan gizi. Di Indonesia, upaya tersebut diwujudkan melalui Program Makan Bergizi Gratis yang mulai dijalankan pada 6 Januari 2025 di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN) dan dilaksanakan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan sasaran antara lain anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Sekolah menengah kejuruan menjadi lingkungan yang relevan bagi program ini karena peserta didiknya menjalani kegiatan belajar yang menuntut konsentrasi sekaligus praktik kejuruan yang membutuhkan tenaga. Asupan gizi yang baik dan diterima tepat waktu turut menopang kesiapan mereka mengikuti pembelajaran. Berangkat dari pemikiran tersebut, Mahasiswa PK UNY yang sedang menjalankan tugas di SMK Negeri 7 Yogyakarta memandang bahwa peran calon pendidik tidak berhenti pada kegiatan di dalam kelas, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap kesejahteraan peserta didik. Hal ini sejalan dengan pandangan BGN bahwa guru dan mahasiswa perlu dilibatkan dalam upaya pendidikan gizi di sekolah dan kampus.

Kebutuhan akan dukungan di lapangan terlihat jelas dari data yang tercatat pada Lembar Kontrol Makanan di meja petugas sekolah. Lembar tersebut memuat jenis porsi, jumlah porsi, waktu kedatangan makanan, dan batas waktu makanan baik dikonsumsi. Pada dokumentasi kegiatan, tertulis jenis porsi besar dengan jumlah 1.166 porsi, waktu kedatangan pukul 08.30, dan batas waktu konsumsi pukul 11.00 . Angka-angka ini menunjukkan bahwa penyediaan makanan bergizi bukan sekadar persoalan menu, melainkan juga persoalan ketepatan jumlah, ketepatan waktu, dan kebersihan wadah. Dengan lebih dari seribu ompreng yang harus dikelola dalam satu hari, penataan yang tidak tertib berpotensi menimbulkan wadah tercecer, tercampur, atau sulit dihitung, sehingga kelancaran layanan pada hari berikutnya dapat terganggu.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan berlangsung melalui beberapa tahapan. Pertama, makanan yang datang ke sekolah dicatat pada Lembar Kontrol Makanan yang dikelola petugas sekolah. Kedua, setelah makanan dikonsumsi, ompreng dikumpulkan di area teras depan gedung sekolah. Ketiga, Mahasiswa PK UNY yang mengenakan almamater dan tanda pengenal PK membantu memilah serta menumpuk ompreng dalam jumlah yang seragam. Keempat, setiap tumpukan diikat silang dengan tali rafia merah agar posisinya stabil, tidak mudah roboh, mudah diangkat, dan mudah dihitung oleh petugas. Pada dokumentasi tampak sebagian ompreng masih memiliki sisa makanan, sehingga penataan dilakukan dengan tetap memperhatikan kebersihan area dan kehati-hatian dalam bekerja. Seluruh proses berlangsung dengan dukungan petugas dan tenaga kependidikan sekolah, sehingga kegiatan ini menjadi kerja bersama, bukan kerja satu pihak saja.

Kegiatan ini bertumpu pada satu gagasan sederhana:

“Makanan bergizi baru bermakna bagi upaya menghapus kelaparan apabila sampai kepada penerima dengan jumlah yang tepat, pada waktu yang tepat, dan dalam kondisi yang layak.”

Gagasan tersebut menjelaskan mengapa pekerjaan yang tampak sederhana, seperti mengikat tumpukan ompreng, tetap memiliki arti penting. Rantai pelayanan makanan di sekolah baru dapat berjalan berkelanjutan apabila setiap tahapnya, dari kedatangan makanan hingga pengembalian wadah, berlangsung tertib. Melalui peran tersebut, Mahasiswa PK UNY turut menjaga kesinambungan layanan yang memungkinkan makanan bergizi kembali tersedia bagi peserta didik pada hari-hari berikutnya.

Hasil dari kegiatan ini dapat dilihat dari beberapa sisi. Dari sisi pelayanan, tumpukan ompreng menjadi lebih rapi, terhitung, dan siap dikelola lebih lanjut. Dari sisi pencatatan, alur makanan yang datang terdokumentasi pada lembar kontrol sehingga dapat ditelusuri. Dari sisi pembelajaran, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai pentingnya disiplin waktu, ketelitian, kerja sama, dan tanggung jawab dalam layanan yang menyangkut kebutuhan dasar banyak orang. Secara lebih luas, kegiatan ini mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan, serta memberi dukungan tidak langsung bagi SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena peserta didik yang tercukupi gizinya berada dalam kondisi yang lebih baik untuk belajar.

Kegiatan pendampingan Program Makan Bergizi Gratis di SMK Negeri 7 Yogyakarta menjadi bukti bahwa upaya mewujudkan dunia tanpa kelaparan dapat dimulai dari lingkungan sekolah dan dari tindakan yang nyata. Ke depan, Mahasiswa PK UNY berharap dukungan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dan dikembangkan, misalnya melalui edukasi gizi seimbang bagi peserta didik serta ajakan untuk menghabiskan makanan agar sisa makanan berkurang. Dengan sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan penyelenggara program, SMK Negeri 7 Yogyakarta diharapkan terus menjadi lingkungan belajar yang sehat, peduli, dan turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Tautan Dokumentasi Kegiatan:

(https://drive.google.com/drive/folders/10D3J2_YeK6M-GQGWlabNdhjNTOc7rHEb)

SEPISAN dan Kreasi Olahan Ikan Tuna dalam Mendukung Pangan Bergizi dan Laut Berkelanjutan di SMKN 7 Yogyakarta

Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, SMK Negeri 7 Yogyakarta menggelar kegiatan SEPISAN (Skaven Pitulasan) pada hari Rabu pagi mulai pukul 08.00 WIB, bertempat di SMKN 7 Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan sasaran peserta didik dari berbagai kelas. Kegiatan ini memiliki keterkaitan langsung dengan dua tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan dan SDG 14 tentang Ekosistem Lautan.

Kegiatan ini berbentuk lomba memasak olahan ikan tuna yang bertujuan menumbuhkan kreativitas peserta didik dalam mengolah pangan bergizi sekaligus mengenalkan pentingnya konsumsi ikan sejak usia sekolah. Prosesnya diawali dengan pembukaan acara oleh pihak sekolah dan perwakilan kementerian. Seluruh peserta kemudian memasak menggunakan bahan baku yang sama, yaitu ikan tuna yang telah disiapkan dan disalurkan langsung oleh kementerian, sehingga penilaian benar-benar berfokus pada kreativitas dan teknik pengolahan. Selama proses memasak berlangsung, dewan juri yang terdiri atas guru produktif dan perwakilan kementerian berkeliling menilai setiap peserta secara langsung. Dari satu jenis ikan tersebut, lahir beragam menu seperti nasi bakar ikan, mie ikan, steak ikan, rolade, hingga tuna crispy. Setelah matang, seluruh hasil olahan diletakkan di stand edukatif agar dapat dilihat langsung oleh penonton dan tamu undangan. Rangkaian dilanjutkan dengan talkshow bertema Gemar Makan Ikan bersama perwakilan kementerian, yang membahas manfaat gizi ikan serta cara memilih dan mengolah ikan dengan tepat, sebelum akhirnya ditutup dengan pengumuman pemenang lomba.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari SDG 2 (Tanpa Kelaparan), karena ikan tuna merupakan sumber protein hewani kaya omega-3 yang berperan penting dalam mencegah stunting dan mendukung perkembangan gizi peserta didik. Selain itu, kegiatan ini juga terkait dengan SDG 14 (Ekosistem Lautan). Hal ini terlihat dari keterlibatan kementerian dalam menyediakan bahan baku berupa ikan tuna dan mengisi talkshow menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Dengan itulah, kegiatan SEPISAN ini menghubungkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan isu ketahanan pangan dan keberlanjutan ekosistem laut.

Melalui kegiatan ini, peserta didik memperoleh pengalaman langsung dalam mengolah pangan sehat berbahan dasar ikan sekaligus memahami bahwa satu jenis ikan dapat divariasikan menjadi banyak menu bernilai jual. Stand edukatif yang menampilkan hasil olahan juga turut memberi manfaat bagi masyarakat sekolah secara luas, karena edukasi gizi tersampaikan secara visual dan mudah dipahami. Bagi lembaga, kerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY memperkuat citra sekolah sebagai institusi yang aktif mendukung isu pangan dan lingkungan. Bagi masyarakat, kegiatan ini turut mendukung kampanye Gemar Makan Ikan dan mendorong kesadaran menjaga kelestarian laut. SEPISAN diharapkan semangat memperingati kemerdekaan tidak hanya dimaknai secara seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kebiasaan hidup sehat dan peduli lingkungan sejak dini. Ke depannya, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan sasaran yang lebih luas, sehingga nilai-nilai gizi dan kelestarian laut semakin tertanam kuat di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.

Berbagi Keberkahan dengan Implementasi SDGs Melalui Gerakan Jumat Berkah

Finanda Restu Anargya Arkan, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Pendidikan Ekonomi di Madrasah Aliyah Negeri 2 Yogyakarta, turut berkontribusi aktif dalam menyukseskan program sosial rutin bertajuk "Jumat Berkah" yang diselenggarakan pada tiap hari Jumat. Kegiatan pembagian logistik pangan ini dilakukan di halaman depan MAN 2 Yogyakarta mulai pukul 06.30 WIB hingga selesai. Aksi kemanusiaan mingguan ini menyasar para pengemudi ojek online (ojol) serta masyarakat sekitar yang melintas dan membutuhkan. Melalui partisipasi aktif ini, Finanda bersama civitas akademika MAN 2 berkomitmen mendukung percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG’s), khususnya SDG’s 2 yaitu Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) dan SDG’s 1 yaitu No Poverty (Tanpa Kemiskinan).

Program Jumat Berkah ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat kelas bawah sekaligus menguatkan solidaritas sosial di lingkungan sekitar madrasah. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PK berkolaborasi erat dan dibimbing langsung oleh Retno Febri Windarti selaku guru pamong, serta didukung oleh Surya TS, S.Pd. (Guru PKn) dan Puji Marwanto, S.Pd. (Guru Bahasa Jerman). Proses pelaksanaan diawali dengan persiapan pengemasan paket makanan dan minuman siap saji, dilanjutkan dengan pembagian secara tertib oleh mahasiswa PK bersama para guru pembimbing di depan halaman madrasah sebelum jam 07.00 dan di depan gerbang madrasah setelah pukul 07.00 agar tidak mengganggu arus lalu lintas pagi.

Melalui penyediaan akses pangan gratis ini, gerakan rutin Jumat Berkah berhasil menyalurkan ratusan paket makanan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dampak langsung dari kegiatan ini adalah terpenuhinya kebutuhan sarapan bergizi pagi hari bagi para pekerja lapangan sehingga mereka dapat menghemat pengeluaran harian. Secara eksternal, keterlibatan mahasiswa dalam program ini berkontribusi pada pencapaian SDG’s 2.1, yaitu menjamin akses bagi semua orang terhadap pangan yang aman dan bernutrisi.

Bagi lembaga MAN 2, kehadiran mahasiswa PK memberikan bantuan tenaga yang signifikan dalam mengoptimalkan pengelolaan aksi sosial yang sudah berjalan rutin di madrasah ini. Keterlibatan dalam aksi sosial ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi sosial dan kepedulian humanis mahasiswa PK sebagai calon pendidik. Pihak madrasah bersama mahasiswa berharap gerakan rutin Jumat Berkah ini dapat terus berjalan secara konsisten setiap pekannya dengan jangkauan yang lebih luas sehingga dapat terus memberikan dampak positif yang berkelanjutan. (fnd)

Mahasiswa UNY Dampingi Pengembangan Karakter, Literasi, dan Teknologi di Panti Asuhan Al-Muthi'in

Program PLK UNY Mengabdi Hadirkan Pendampingan Holistik untuk Meningkatkan Kesehatan Mental, Keterampilan, dan Minat Belajar Remaja Panti Asuhan Al Muthi’in

Bantul, 24 Mei 2026 | UNY Mengabdi | Tim PLK Al-Muthi'in



Tim Pembelajaran Luar Kampus (PLK) UNY Mengabdi Universitas Negeri Yogyakarta berhasil melaksanakan program pengabdian masyarakat di Panti Asuhan Al-Muthi'in, Banguntapan, Bantul. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, mulai 15 Februari hingga 24 Mei 2026, mengusung tema “Pemberdayaan Remaja Panti melalui Pendampingan Holistik dalam Penguatan Kesehatan Mental, Karakter, Literasi, Keterampilan, Teknologi, dan Minat Belajar di Panti Asuhan Al-Muthi'in.”

Tim PLK UNY Mengabdi Panti Asuhan Al-Muthi'in terdiri atas Shafa Nisrina (Program Studi Manajemen), Ayu Retno Pratiwi (Program Studi Manajemen), Rasendria Emilia Arsanti (Program Studi Manajemen), Salwa Anasti Rahayu (Program Studi Manajemen), Ali Fianur Dian Riaqi (Program Studi Pendidikan Teknik Mekatronika), Iqbaladi Syah Putra (Program Studi Pendidikan Teknik Mekatronika), Surya Tamba (Program Studi Kimia), Mutma' Innatul Hasanah (Program Studi Kimia), Arlinda Wulan Anggraini (Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar), dan Elisabeth Selvia Dewi Nugraheni (Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar). Seluruh kegiatan dilaksanakan di bawah bimbingan Dr. Yeni Rakhmawati, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Program ini disusun berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang menunjukkan adanya kebutuhan pendampingan pada aspek kesehatan mental, pengelolaan emosi, motivasi belajar, pengembangan keterampilan, literasi, serta pemanfaatan teknologi bagi anak-anak panti asuhan. Melalui pendekatan holistik, mahasiswa menghadirkan berbagai kegiatan yang dirancang untuk mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, dan keterampilan hidup anak-anak.

Sebagai program utama, tim melaksanakan kegiatan “Ruang Tanpa Topeng: Menjadi Diri Sendiri dengan Mengenal, Menerima, dan Menguatkan Diri” yang bekerja sama dengan mahasiswa Laboratorium Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta. Program ini bertujuan membantu anak-anak mengenali diri, memahami kondisi emosional, serta meningkatkan kemampuan dalam mengelola emosi dan membangun hubungan sosial yang lebih positif. Kegiatan dilaksanakan melalui skrining sederhana, penyampaian materi kesehatan mental, refleksi diri, dan berbagai permainan interaktif yang dipandu oleh mahasiswa psikologi.

Selain itu, tim juga melaksanakan program hidroponik sebagai sarana pembelajaran keterampilan bercocok tanam modern sekaligus pemanfaatan lahan yang tersedia di lingkungan panti. Anak-anak diajak secara langsung merakit instalasi hidroponik, melakukan penyemaian benih, hingga memahami proses perawatan tanaman. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan keterampilan praktis sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan sederhana.

Untuk memperkuat kemampuan komunikasi dan kerja sama, tim menyelenggarakan kegiatan outbound bertajuk “Ruang Rangkul”. Melalui berbagai permainan edukatif dan tantangan kelompok, anak-anak dilatih untuk bekerja sama, berkomunikasi secara efektif, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengembangkan jiwa kepemimpinan. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana yang menyenangkan dan mendapat antusiasme tinggi dari seluruh peserta.

Pada bidang literasi dan pendidikan, mahasiswa menghadirkan sejumlah program seperti Pojok Baca, Poster Kimia, dan Dinding Inspiratif (Mading). Program-program tersebut bertujuan menumbuhkan budaya membaca, memperluas wawasan, serta menyediakan ruang bagi anak-anak untuk menampilkan hasil karya mereka. Kehadiran pojok baca yang lebih menarik dan edukatif diharapkan dapat menjadi sarana belajar yang berkelanjutan bagi anak-anak panti.

Di bidang pengembangan diri dan kewirausahaan, tim melaksanakan program Self Development, Menabung Sejak Dini, Cipta Wiramuda, Creativity to Profit, dan Pencatatan Keuangan. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak memperoleh pengalaman belajar mengenai pengelolaan keuangan sederhana, budaya menabung, pemasaran produk, public speaking, hingga pengembangan kreativitas yang memiliki nilai ekonomi. Berbagai hasil karya seperti tote bag, gantungan kunci, gelang, dan phone strap berhasil dibuat dan dipasarkan sebagai bentuk praktik kewirausahaan sederhana.

Pada bidang sains dan lingkungan, mahasiswa melaksanakan program Ecoenzym yang mengenalkan pemanfaatan limbah organik menjadi produk ramah lingkungan melalui proses fermentasi. Anak-anak diajak memahami konsep dasar kimia lingkungan sekaligus mempraktikkan pembuatan ecoenzym yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami maupun pupuk organik cair.

Sementara itu, pada bidang seni dan kreativitas, dilaksanakan program Shibori yang memperkenalkan teknik pewarnaan kain asal Jepang. Anak-anak membuat berbagai motif unik pada taplak meja melalui teknik lipat, ikat, dan gulung sehingga menghasilkan karya kreatif yang bernilai estetis sekaligus berpotensi menjadi produk usaha.

Pada bidang teknologi, mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Teknik Mekatronika menghadirkan program Mechabot dan MechaCare. Program Mechabot memperkenalkan dasar-dasar robotika, logika pemrograman, penggunaan sensor, serta pengendalian robot berbasis mikrokontroler. Anak-anak belajar langsung bagaimana sebuah robot dapat diprogram untuk bergerak dan merespons kondisi lingkungan.

Sementara itu, melalui program MechaCare (Mechatronics Care), peserta diperkenalkan dengan teknologi Internet of Things (IoT) yang menjadi salah satu teknologi penting pada era Revolusi Industri 4.0. Anak-anak mempelajari konsep dasar IoT, mengenal komponen seperti ESP32 dan sensor DHT11, serta menyaksikan demonstrasi sistem monitoring suhu berbasis internet menggunakan platform ThingSpeak. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung mengenai bagaimana data dapat dikirim, dipantau, dan ditampilkan secara real-time melalui jaringan internet.

Sebagai bentuk kontribusi berkelanjutan bagi mitra, tim juga mengembangkan website resmi Panti Asuhan Al-Muthi'in yang dapat diakses melalui alamat almuthiin.website. Website tersebut dirancang sebagai media informasi dan publikasi digital yang memuat profil lembaga, sejarah berdirinya panti, visi dan misi, layanan pengasuhan, data anak asuh, kegiatan sehari-hari, serta informasi donasi bagi masyarakat. Kehadiran website ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi, memperluas jangkauan informasi, serta memperkuat hubungan antara panti asuhan dengan masyarakat dan para donatur.

Selain program-program yang telah direncanakan, mahasiswa juga turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan insidental seperti pendampingan TKA, buka bersama Ramadan, perbaikan lantai aula, serta kegiatan syawalan bersama keluarga besar Panti Asuhan Al-Muthi'in. Keterlibatan ini menjadi bentuk dukungan nyata mahasiswa terhadap berbagai aktivitas sosial yang berlangsung di lingkungan panti.

Pimpinan Panti Asuhan Al-Muthi'in, Muhammad Dahlan, menyampaikan apresiasi atas berbagai program yang telah dilaksanakan selama kegiatan PLK berlangsung. Menurutnya, program-program yang diberikan tidak hanya menambah wawasan dan keterampilan anak-anak, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan serta bermanfaat bagi pengembangan karakter mereka.

Melalui program PLK UNY Mengabdi, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di luar kampus, tetapi juga mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Program ini menjadi bukti komitmen Universitas Negeri Yogyakarta dalam mendorong mahasiswa untuk berkontribusi aktif melalui kegiatan pengabdian yang kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan.



Narahubung: Tim PLK UNY Mengabdi Panti Asuhan Al-Muthi'in 2026

Lokasi: Panti Asuhan Al-Muthi'in, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Pages