SDGs #3 Kesehatan

Semarak HUT Kemerdekaan, SMK Abdi Negara Muntilan Dorong Gaya Hidup Sehat Melalui Senam Bersama

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, SMK Abdi Negara Muntilan menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan semangat kebersamaan dan partisipasi warga sekolah. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah senam Bersama pada Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 08.10 WIB di halaman SMK Abdi Negara Muntilan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dengan penuh antusias. Senam bersama menjadi salah satu bentuk kegiatan positif yang mendukung penerapan pola hidup sehat di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke 3 yaitu, Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well Being) melalui upaya mendorong aktivitas fisik dan kesadaran akan pentingnya menjaga kebugaran tubuh.

Senam bersama dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus menciptakan suasana peringatan kemerdekaan yang aktif dan menyenangkan. Sebelum kegiatan dimulai, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) turut membantu mengondisikan jalannya kegiatan agar tetap tertib dan berjalan dengan baik, serta melakukan dokumentasi sebagai bagian dari pendokumentasian kegiatan sekolah. Setelah seluruh peserta berada di lapangan, kegiatan senam dilaksanakan secara bersama-sama dengan mengikuti instruktur senam. Siswa dan warga sekolah mengikuti kegiatan dengan antusias dan penuh semangat.

Pelaksanaan senam bersama memberikan manfaat bagi siswa dan warga sekolah dalam meningkatkan aktivitas fisik serta menjaga kebugaran tubuh. Kegiatan olahraga secara bersama-sama juga menciptakan interaksi positif dan memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan sekolah. Dalam kegiatan ini, mahasiswa PK tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi turut memberikan kontribusi melalui pengondisian siswa, membantu mengarahkan peserta, mendukung kelancaran kegiatan, serta mendokumentasikan kegiatan selama berlangsung. Kontribusi tersebut menjadi bentuk keterlibatan mahasiswa dalam mendukung kegiatan sekolah yang berkaitan dengan peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan aktivitas fisik. Dengan demikian, mahasiswa PK turut berperan dalam mendukung pencapaian SDG yaitu, Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan yang mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aktif dan sehat.

Kegiatan senam bersama dalam rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan diharapkan dapat menjadi langkah positif dalam membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah. Kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan melalui aktivitas olahraga bersama maupun program sekolah lainnya yang mendukung kesehatan dan kebugaran siswa. Dengan demikian, semangat memperingati kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan yang meriah, tetapi juga melalui upaya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aktif, dan memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan bersama.

Teras Genre: Inovasi Mahasiswa PK UNY Ajak Murid SMAN 1 Bantul Melek Isu Kependudukan

Evelyna Puteri Rinaldo dan para mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tengah menjalani Praktik Kependidikan (PK) di SMA Negeri 1 Bantul menginisiasi program "Teras Genre" (Generasi Berencana), sebuah ruang edukasi bagi remaja yang berfokus pada isu kependudukan. Konsepnya menyerupai pojok baca, namun seluruh materi yang disajikan berkaitan langsung dengan kondisi kependudukan di wilayah Bantul. Program ini diresmikan langsung oleh Kepala Balai Pendidikan Kabupaten Bantul dalam sebuah acara sederhana yang turut dihadiri oleh kepala sekolah, guru dan guru pamong, perwakilan OSIS, dan siswa kelas X selaku sasaran utama program. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kokurikuler sekolah dan sejalan dengan capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan terkait pendidikan berkualitas, kesehatan yang baik dan kesejahteraan, serta perkotaan dan komunitas berkelanjutan.

Program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran remaja terhadap dinamika kependudukan di daerah tempat tinggalnya melalui pendekatan lintas disiplin ilmu. Teras Genre memuat infografis yang mengulas empat tema utama: kondisi ekonomi daerah melalui data Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), kondisi geografis wilayah Bantul, isu sosiologis. Seluruh materi tersebut tidak disusun begitu saja oleh mahasiswa, melainkan bersumber dari hasil riset lapangan siswa kelas X dalam program kokurikuler. Sebelum infografis dibuat, siswa terlebih dahulu terjun langsung ke dusun-dusun di wilayah Bantul untuk mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi bersama perangkat dusun serta warga setempat. Data yang terkumpul kemudian diolah dan divisualisasikan bersama mahasiswa PK menjadi karya kreatif yang dipajang di ruang Teras Genre agar mudah diakses dan dipahami oleh seluruh warga sekolah.

Kontribusi program ini paling menonjol pada capaian SDG 4, sebab Teras Genre secara langsung memperluas akses siswa terhadap pembelajaran yang bermakna dan berbasis pengalaman nyata (experiential learning). Melalui riset lapangan, siswa tidak hanya menerima materi kependudukan secara teoretis di kelas, tetapi juga berlatih keterampilan berpikir kritis, mengumpulkan data primer, serta menyajikan informasi secara sistematis kompetensi yang menjadi inti dari pendidikan berkualitas. Peresmian oleh Kepala Balai Pendidikan Kabupaten Bantul turut menjadi bentuk dukungan resmi bahwa model pembelajaran kolaboratif semacam ini layak direplikasi di sekolah lain. Selain aspek pendidikan, keberadaan infografis kesehatan mental, kriminalitas, dan kondisi wilayah juga menumbuhkan kepedulian sosial siswa terhadap lingkungan sekitarnya. Bagi mahasiswa PK, program ini menjadi wadah penerapan ilmu kependidikan sekaligus kontribusi nyata terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.

Ke depan, program Teras Genre diharapkan dapat terus dikembangkan dengan pembaruan data secara berkala serta perluasan cakupan riset ke dusun-dusun lain di Bantul, sehingga isi Teras Genre senantiasa mencerminkan kondisi kependudukan terkini. Pihak sekolah juga berharap program ini dapat dilanjutkan oleh angkatan siswa berikutnya sebagai bagian tetap dari kokurikuler, sehingga Teras Genre tidak hanya menjadi ruang edukasi sementara, melainkan sumber informasi kependudukan yang berkelanjutan yang mendukung capaian pendidikan berkualitas bagi warga sekolah.

Kompak Bergerak: Haornas SMK Negeri 7 Yogyakarta Satukan 700 Siswa dan Guru dalam Semangat Sehat

SMK Negeri 7 Yogyakarta menggelar peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada Kamis (10/09/26) lalu, dengan melibatkan hampir 700 peserta yang terdiri dari siswa kelas X, kelas XI, bapak-ibu guru, hingga karyawan sekolah. Dita Kusnulana yang akrab disapa Dita, sebagai salah satu anggota panitia penitia bersama dengan mahasiswa PK lainnya berkesempatan mengikuti langsung proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan yang menjadi salah satu agenda tahunan sekolah ini. Gagasan penyelenggaraan Haornas berangkat dari kondisi yang kerap luput dari perhatian: kesibukan akademik yang padat sering membuat aktivitas fisik menjadi hal yang terpinggirkan, baik bagi siswa maupun tenaga pendidik. Rutinitas belajar-mengajar yang berpusat di ruang kelas dari hari ke hari berpotensi menurunkan kebugaran fisik sekaligus menumbuhkan kejenuhan. Di sisi lain, interaksi antarwarga sekolah pun sering kali terbatas pada konteks formal pembelajaran, sehingga kebersamaan lintas peran antara siswa, guru, dan karyawan jarang terbangun secara alami. Kondisi inilah yang mendasari pentingnya Haornas sebagai momentum untuk memutus rutinitas sekaligus mempererat hubungan sosial di lingkungan sekolah.

Persiapan acara berskala besar ini bukan perkara sederhana. Bersama tim kepanitiaan, mahasiswa turut terlibat dalam pengaturan berbagai hal teknis, mulai dari menentukan titik kumpul, membagi kelompok peserta, menyusun jadwal setiap sesi kegiatan, hingga menyiapkan logistik seperti perlengkapan lomba. Mengoordinasikan hampir 700 peserta dengan latar belakang usia dan peran yang beragam menuntut komunikasi yang jelas antarpanitia serta kesiapan mengambil keputusan cepat saat muncul kendala di lapangan. Rangkaian Haornas dibuka dengan lomba Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti oleh siswa yang menjadi perwakilan kelas, membentuk barisan kompak mengikuti gerakan demi gerakan di lapangan sekolah.

Bersamaan dengan itu, perwakilan tiap kelas bersama bapak-ibu guru dan karyawan mengikuti kegiatan fun run mengelilingi area sekitar sekolah, menghadirkan suasana kebersamaan lintas peran yang jarang ditemui di hari-hari biasa. Rangkaian acara kemudian dilengkapi dengan pertandingan bulu tangkis dan bola voli yang turut diikuti oleh siswa, guru, hingga karyawan, sehingga semangat kompetisi sekaligus kekeluargaan terasa hingga penghujung acara.

Di antara berbagai kegiatan tersebut, Haornas di SMK Negeri 7 Yogyakarta ini paling menonjol keterkaitannya dengan SDGs 3 tentang Good Health and Well-being. Lomba Senam Anak Indonesia Hebat, fun run, hingga pertandingan bulu tangkis dan bola voli secara langsung mendorong seluruh warga sekolah untuk aktif bergerak, sebuah upaya nyata mengimbangi padatnya rutinitas akademik dengan aktivitas fisik yang menyehatkan. Lebih dari sekadar ajang perlombaan, keikutsertaan siswa, guru, dan karyawan dalam satu rangkaian kegiatan fisik yang sama juga menumbuhkan kebiasaan pola hidup sehat secara kolektif, bukan hanya menjadi tanggung jawab individu semata. Semangat inilah yang menjadikan Haornas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk kontribusi nyata sekolah dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan.

Kegiatan Haornas di SMK Negeri 7 Yogyakarta ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga mampu menumbuhkan kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan bagi seluruh warga sekolah. Kebersamaan yang terjalin selama proses persiapan hingga pelaksanaan acara juga diharapkan semakin memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan sekolah, sekaligus menjadi bekal berharga bagi para siswa yang terlibat sebagai panitia dalam mengasah kemampuan berorganisasi untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya. (dks)

Membangun Budaya Hidup Sehat dan Aktif di SMK Negeri 1 Tempel

SMK Negeri 1 Tempel menggelar serangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) pada Rabu (09/09/26) lalu pukul 07.00 sampai 12.00 WIB. Acara ini melibatkan mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) dari berbagai program studi, yaitu Wyne Prastiananda dan Her Ismaya Winuring Sari (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia); Nailah Salsabila Suprapto, Aprilia Wahyuningtyas, Devina Natswa Prayoga, Nadya Vanessa Putri, Agustinus Adi Nugroho, dan Nanik Aprilia (Pendidikan Administrasi Perkantoran); Milchatunni`mah, Irsalina Sekar Pangastuti, Meysha Cahya Ariby, Ajeng Alivia Khoerunnisa, dan Siti Nurul Aini Wardanisa (Pendidikan Akuntansi); serta Zahniar Nesyah Harumningtyas dan Okta Dwi Rejeki (Pendidikan Ekonomi). Kegiatan berpusat di tiga lokasi, yakni ruang kelas masing-masing, Lapangan Jlegongan, serta Lapangan Basket dan Lapangan Upacara sekolah, dengan sasaran seluruh peserta didik SMK Negeri 1 Tempel. Pelaksanaannya merupakan kolaborasi antara panitia sekolah, ketua kelas dan seksi acara bersama mahasiswa PK. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta turut mendukung poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, lewat penguatan disiplin, sportivitas, dan kerja sama peserta didik.

Rangkaian acara diawali pukul 07.00 dengan tadarus dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di kelas masing-masing, dilanjutkan apel pagi, pengarahan, dan sambutan Kepala Sekolah pukul 07.30 WIB di Lapangan Jlegongan. Selanjutnya, seluruh warga sekolah mengikuti senam bersama selama satu jam, mulai pukul 07.40 hingga 08.40 WIB. Peserta didik kemudian melakukan registrasi dan persiapan untuk dua cabang lomba yang berlangsung serentak, yaitu futsal sarung dan estafet, sementara para guru berkompetisi dalam lomba tenis meja. Perlombaan berlangsung selama dua jam di lapangan basket dan lapangan upacara. Acara ditutup dengan waktu istirahat, shalat, dan makan (ishoma) pukul 11.00–11.30 WIB, sebelum peserta didik pulang pukul 12.00 WIB. Setiap sesi memiliki penanggung jawab yang jelas, mulai dari ketua kelas, seksi acara, penanggung jawab senam, hingga penanggung jawab masing-masing cabang lomba, sehingga kegiatan berjalan tertib dan terkoordinasi.

Kegiatan ini membawa manfaat bagi tiga pihak. Bagi peserta didik, senam bersama dan aktivitas olahraga meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus menumbuhkan kesadaran hidup aktif dan sehat, sementara lomba estafet dan futsal sarung menjadi sarana menanamkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim, tanggung jawab, dan saling menghargai antarpeserta didik dari berbagai kelas. Bagi SMK Negeri 1 Tempel, kegiatan ini memperkuat budaya sekolah yang sehat, aktif, dan positif, selaras dengan SDGs poin ke-3 dan ke-4. Sementara bagi mahasiswa PK, keterlibatan dalam pengelolaan kegiatan kesiswaan berskala besar ini menjadi pengalaman berharga untuk mengasah kemampuan koordinasi, komunikasi, dan pengelolaan dinamika acara.

Ke depan, peringatan HAORNAS diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai agenda tahunan sekolah, tidak sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan menanamkan kebiasaan hidup aktif dan sehat pada peserta didik. Konsistensi kegiatan semacam ini diharapkan membentuk budaya sekolah yang menjadikan kesehatan, kebersamaan, dan sportivitas sebagai bagian dari keseharian, sehingga SMK Negeri 1 Tempel dapat mencetak generasi yang unggul secara akademik, sehat jasmani, berkarakter baik, dan turut mewujudkan pembangunan berkelanjutan sesuai semangat SDGs. (tim)

Haornas Di SMK N 1 Klaten: Jalan Sehat, Lomba Guru, dan Lomba Siswa Dukung SDG 3

SMK Negeri 1 Klaten menggelar peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada Rabu, 9 September 2026. Kegiatan yang diikuti oleh siswa, guru, dan karyawan ini berlangsung sejak pagi hingga sore hari, dengan mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) turut membantu jalannya acara, sejalan dengan capaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Kegiatan dibuka pukul 07.00 dengan jalan sehat yang diikuti bersama oleh seluruh warga sekolah. Peserta berjalan mengelilingi lingkungan sekolah untuk mengawali rangkaian Haornas dengan suasana santai dan penuh semangat sebelum memasuki sesi pertandingan.

Setelah istirahat sebentar, pertandingan dilanjutkan dengan lomba kategori guru yang berlangsung di ruang indoor. Guru putri bertanding dalam lomba voli besar, sementara guru putra bertanding dalam lomba tenis meja (pingpong). Kedua pertandingan ini berlangsung bersamaan dan menghadirkan suasana kompetisi yang meriah di antara para pendidik.

Lomba futsal siswa digelar di ruang indoor yang sama, sedangkan lomba basket dilaksanakan di lapangan basket sekolah. Siswa dari berbagai jurusan tampil mewakili jurusannya masing-masing dalam kedua cabang pertandingan tersebut. Mahasiswa PK UNY hadir dan membantu jalannya kegiatan pada seluruh rangkaian pertandingan, baik lomba guru maupun lomba siswa. Bantuan tersebut mencakup pendampingan selama pertandingan berlangsung, sehingga kegiatan dapat berjalan tertib dari pagi hingga acara berakhir pada sore hari.

Rangkaian Haornas di SMK Negeri 1 Klaten, mulai dari jalan sehat hingga pertandingan olahraga guru dan siswa, menjadi wujud nyata dukungan terhadap SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Kegiatan ini menunjukkan bahwa gaya hidup sehat dan kebersamaan dapat dibangun melalui aktivitas olahraga yang melibatkan seluruh warga sekolah.

Lebih dari sekadar seremoni tahunan, Haornas menjadi pengingat bahwa kesehatan bukan hanya urusan pribadi, melainkan sesuatu yang tumbuh subur ketika dirayakan bersama-sama. Pendidikan yang berkualitas tidak selalu diukur dari pencapaian akademik semata, tetapi juga dari sejauh mana sekolah mampu menghadirkan ruang bagi warganya untuk bergerak, berkeringat, dan tertawa bersama. Kebugaran fisik yang terbangun dari kegiatan semacam ini pada akhirnya turut menopang kesiapan belajar dan bekerja setiap orang di lingkungan sekolah, sekaligus mempererat rasa memiliki terhadap sekolah sebagai satu kesatuan warga, bukan sekadar tempat yang mempertemukan guru dan murid dalam batas ruang kelas. (sna)

Mahasiswa PK UNY Wujudkan Generasi Sehat Tanpa Stigma melalui Edukasi HIV dan AIDS untuk Mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Anisa Dian Asri, bersama kelompok mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) UNY Tahun Akademik 2026/2027 bekerja sama dengan Puskesmas Wonosari I menyelenggarakan kegiatan sosialisasi kesehatan dengan tema “Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang HIV dan AIDS” pada Jumat (21/08/26) bertempat di SMK Negeri 1 Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan tersebut merupakan program edukasi kesehatan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai HIV dan AIDS, memberikan pemahaman tentang cara penularan dan pencegahannya, serta membangun kesadaran pentingnya menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). Sosialisasi dilaksanakan sebagai bentuk kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor kesehatan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik. Selain memberikan informasi ilmiah yang benar, kegiatan tersebut juga mendorong remaja agar mampu menjadi agen edukasi bagi teman sebaya, keluarga, dan masyarakat sehingga tercipta budaya hidup sehat yang berlandaskan kepedulian, empati, dan tanggung jawab sosial sesuai dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Pelaksanaan sosialisasi tersebut dilatarbelakangi oleh masih banyaknya kesalahpahaman yang berkembang di kalangan remaja mengenai HIV dan AIDS. Berbagai mitos, seperti anggapan bahwa HIV dapat menular melalui berjabat tangan, berpelukan, menggunakan alat makan bersama, atau gigitan nyamuk, masih sering dipercaya sehingga menimbulkan perlakuan diskriminatif terhadap ODHIV. Berangkat dari kondisi tersebut, Mahasiswa PK UNY mengangkat tema “Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang HIV dan AIDS” sebagai upaya preventif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut diikuti oleh 78 peserta didik kelas X SMK Negeri 1 Wonosari sebagai sasaran utama karena remaja merupakan kelompok usia yang perlu memperoleh informasi kesehatan secara tepat sejak dini. Materi sosialisasi disampaikan langsung oleh Tri Resmiyati, S.Tr.Keb selaku tenaga kesehatan Puskesmas Wonosari I yang memberikan edukasi berbasis fakta ilmiah dengan metode penyampaian yang komunikatif, interaktif, dan mudah dipahami oleh peserta didik.

Selama kegiatan sosialisasi berlangsung, peserta memperoleh materi yang mencakup pengertian HIV dan AIDS, perbedaan antara HIV sebagai virus dan AIDS sebagai kondisi lanjutan akibat melemahnya sistem kekebalan tubuh, media penularan, tanda dan gejala awal, pentingnya tes HIV, pengobatan antiretroviral (ARV), hingga langkah-langkah pencegahan melalui perilaku hidup sehat. Suasana sosialisasi semakin aktif melalui sesi permainan “Mitos atau Fakta” dan diskusi studi kasus yang mendorong peserta didik berpikir kritis terhadap informasi yang beredar di masyarakat. Dalam penyampaiannya, Tri Resmiyati, S.Tr.Keb menegaskan, “Yang harus dihindari adalah perilaku yang berisiko, bukan orangnya. ODHIV tetap memiliki hak untuk belajar, bekerja, dan bergaul tanpa diskriminasi.”

Pesan tersebut mendapat respons positif dari peserta yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Melalui peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap, program ini mendukung pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Kegiatan Sosialisasi HIV dan AIDS di SMK Negeri 1 Wonosari menjadi bukti nyata pentingnya sinergi antara institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan mahasiswa dalam membangun generasi muda yang sehat, berpengetahuan, dan memiliki kepedulian sosial. Melalui edukasi yang diberikan, peserta diharapkan tidak hanya memahami informasi yang benar mengenai HIV dan AIDS, tetapi juga mampu menerapkan perilaku hidup sehat serta menjadi penyebar informasi positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Mahasiswa PK UNY, Puskesmas Wonosari I, dan Peserta Didik SMK Negeri 1.

Wonosari berkomitmen untuk terus menghadirkan program promosi kesehatan yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup remaja di Kabupaten Gunungkidul. Pelaksanaan kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan diperluas dengan menjangkau lebih banyak sekolah, sehingga semakin banyak peserta didik yang memiliki literasi kesehatan reproduksi yang baik, menghormati hak-hak ODHIV, serta berkontribusi dalam menciptakan bebas stigma, dan mendukung terwujudnya tujuan pembangunan berkelanjutan sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs). (ans)

Mahasiswa UNY Dampingi Pengembangan Karakter, Literasi, dan Teknologi di Panti Asuhan Al-Muthi'in

Program PLK UNY Mengabdi Hadirkan Pendampingan Holistik untuk Meningkatkan Kesehatan Mental, Keterampilan, dan Minat Belajar Remaja Panti Asuhan Al Muthi’in

Bantul, 24 Mei 2026 | UNY Mengabdi | Tim PLK Al-Muthi'in



Tim Pembelajaran Luar Kampus (PLK) UNY Mengabdi Universitas Negeri Yogyakarta berhasil melaksanakan program pengabdian masyarakat di Panti Asuhan Al-Muthi'in, Banguntapan, Bantul. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, mulai 15 Februari hingga 24 Mei 2026, mengusung tema “Pemberdayaan Remaja Panti melalui Pendampingan Holistik dalam Penguatan Kesehatan Mental, Karakter, Literasi, Keterampilan, Teknologi, dan Minat Belajar di Panti Asuhan Al-Muthi'in.”

Tim PLK UNY Mengabdi Panti Asuhan Al-Muthi'in terdiri atas Shafa Nisrina (Program Studi Manajemen), Ayu Retno Pratiwi (Program Studi Manajemen), Rasendria Emilia Arsanti (Program Studi Manajemen), Salwa Anasti Rahayu (Program Studi Manajemen), Ali Fianur Dian Riaqi (Program Studi Pendidikan Teknik Mekatronika), Iqbaladi Syah Putra (Program Studi Pendidikan Teknik Mekatronika), Surya Tamba (Program Studi Kimia), Mutma' Innatul Hasanah (Program Studi Kimia), Arlinda Wulan Anggraini (Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar), dan Elisabeth Selvia Dewi Nugraheni (Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar). Seluruh kegiatan dilaksanakan di bawah bimbingan Dr. Yeni Rakhmawati, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Program ini disusun berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang menunjukkan adanya kebutuhan pendampingan pada aspek kesehatan mental, pengelolaan emosi, motivasi belajar, pengembangan keterampilan, literasi, serta pemanfaatan teknologi bagi anak-anak panti asuhan. Melalui pendekatan holistik, mahasiswa menghadirkan berbagai kegiatan yang dirancang untuk mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, dan keterampilan hidup anak-anak.

Sebagai program utama, tim melaksanakan kegiatan “Ruang Tanpa Topeng: Menjadi Diri Sendiri dengan Mengenal, Menerima, dan Menguatkan Diri” yang bekerja sama dengan mahasiswa Laboratorium Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta. Program ini bertujuan membantu anak-anak mengenali diri, memahami kondisi emosional, serta meningkatkan kemampuan dalam mengelola emosi dan membangun hubungan sosial yang lebih positif. Kegiatan dilaksanakan melalui skrining sederhana, penyampaian materi kesehatan mental, refleksi diri, dan berbagai permainan interaktif yang dipandu oleh mahasiswa psikologi.

Selain itu, tim juga melaksanakan program hidroponik sebagai sarana pembelajaran keterampilan bercocok tanam modern sekaligus pemanfaatan lahan yang tersedia di lingkungan panti. Anak-anak diajak secara langsung merakit instalasi hidroponik, melakukan penyemaian benih, hingga memahami proses perawatan tanaman. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan keterampilan praktis sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan sederhana.

Untuk memperkuat kemampuan komunikasi dan kerja sama, tim menyelenggarakan kegiatan outbound bertajuk “Ruang Rangkul”. Melalui berbagai permainan edukatif dan tantangan kelompok, anak-anak dilatih untuk bekerja sama, berkomunikasi secara efektif, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengembangkan jiwa kepemimpinan. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana yang menyenangkan dan mendapat antusiasme tinggi dari seluruh peserta.

Pada bidang literasi dan pendidikan, mahasiswa menghadirkan sejumlah program seperti Pojok Baca, Poster Kimia, dan Dinding Inspiratif (Mading). Program-program tersebut bertujuan menumbuhkan budaya membaca, memperluas wawasan, serta menyediakan ruang bagi anak-anak untuk menampilkan hasil karya mereka. Kehadiran pojok baca yang lebih menarik dan edukatif diharapkan dapat menjadi sarana belajar yang berkelanjutan bagi anak-anak panti.

Di bidang pengembangan diri dan kewirausahaan, tim melaksanakan program Self Development, Menabung Sejak Dini, Cipta Wiramuda, Creativity to Profit, dan Pencatatan Keuangan. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak memperoleh pengalaman belajar mengenai pengelolaan keuangan sederhana, budaya menabung, pemasaran produk, public speaking, hingga pengembangan kreativitas yang memiliki nilai ekonomi. Berbagai hasil karya seperti tote bag, gantungan kunci, gelang, dan phone strap berhasil dibuat dan dipasarkan sebagai bentuk praktik kewirausahaan sederhana.

Pada bidang sains dan lingkungan, mahasiswa melaksanakan program Ecoenzym yang mengenalkan pemanfaatan limbah organik menjadi produk ramah lingkungan melalui proses fermentasi. Anak-anak diajak memahami konsep dasar kimia lingkungan sekaligus mempraktikkan pembuatan ecoenzym yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami maupun pupuk organik cair.

Sementara itu, pada bidang seni dan kreativitas, dilaksanakan program Shibori yang memperkenalkan teknik pewarnaan kain asal Jepang. Anak-anak membuat berbagai motif unik pada taplak meja melalui teknik lipat, ikat, dan gulung sehingga menghasilkan karya kreatif yang bernilai estetis sekaligus berpotensi menjadi produk usaha.

Pada bidang teknologi, mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Teknik Mekatronika menghadirkan program Mechabot dan MechaCare. Program Mechabot memperkenalkan dasar-dasar robotika, logika pemrograman, penggunaan sensor, serta pengendalian robot berbasis mikrokontroler. Anak-anak belajar langsung bagaimana sebuah robot dapat diprogram untuk bergerak dan merespons kondisi lingkungan.

Sementara itu, melalui program MechaCare (Mechatronics Care), peserta diperkenalkan dengan teknologi Internet of Things (IoT) yang menjadi salah satu teknologi penting pada era Revolusi Industri 4.0. Anak-anak mempelajari konsep dasar IoT, mengenal komponen seperti ESP32 dan sensor DHT11, serta menyaksikan demonstrasi sistem monitoring suhu berbasis internet menggunakan platform ThingSpeak. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung mengenai bagaimana data dapat dikirim, dipantau, dan ditampilkan secara real-time melalui jaringan internet.

Sebagai bentuk kontribusi berkelanjutan bagi mitra, tim juga mengembangkan website resmi Panti Asuhan Al-Muthi'in yang dapat diakses melalui alamat almuthiin.website. Website tersebut dirancang sebagai media informasi dan publikasi digital yang memuat profil lembaga, sejarah berdirinya panti, visi dan misi, layanan pengasuhan, data anak asuh, kegiatan sehari-hari, serta informasi donasi bagi masyarakat. Kehadiran website ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi, memperluas jangkauan informasi, serta memperkuat hubungan antara panti asuhan dengan masyarakat dan para donatur.

Selain program-program yang telah direncanakan, mahasiswa juga turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan insidental seperti pendampingan TKA, buka bersama Ramadan, perbaikan lantai aula, serta kegiatan syawalan bersama keluarga besar Panti Asuhan Al-Muthi'in. Keterlibatan ini menjadi bentuk dukungan nyata mahasiswa terhadap berbagai aktivitas sosial yang berlangsung di lingkungan panti.

Pimpinan Panti Asuhan Al-Muthi'in, Muhammad Dahlan, menyampaikan apresiasi atas berbagai program yang telah dilaksanakan selama kegiatan PLK berlangsung. Menurutnya, program-program yang diberikan tidak hanya menambah wawasan dan keterampilan anak-anak, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan serta bermanfaat bagi pengembangan karakter mereka.

Melalui program PLK UNY Mengabdi, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di luar kampus, tetapi juga mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Program ini menjadi bukti komitmen Universitas Negeri Yogyakarta dalam mendorong mahasiswa untuk berkontribusi aktif melalui kegiatan pengabdian yang kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan.



Narahubung: Tim PLK UNY Mengabdi Panti Asuhan Al-Muthi'in 2026

Lokasi: Panti Asuhan Al-Muthi'in, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Mahasiswa PLK UNY Mengabdi 2026 Dasasena Cakra Tingkatkan Fasilitas Pengelolaan Sampah melalui Renovasi TPS di Dusun Jurugan

Mahasiswa Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam kelompok Dasasena Cakra melaksanakan program kerja berupa renovasi Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) di Dusun Jurugan, Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini dilaksanakan selama periode PLK tahun 2026 sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya mendukung terciptanya sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa PLK terdiri dari sepuluh mahasiswa dari tiga fakultas yaitu Rayhan Satria Lexandara Lova (S1 Pendidikan Akuntansi), Ane Desika (S1 Pendidikan Akuntansi), dan Anisa Dian Asri (S1 Pendidikan Akuntansi) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY; Melani Devi Isna Soimah (S1 Manajemen Pendidikan), Salwa Maura Sulantika Putri (S1 Manajemen Pendidikan), Desy Nur Anggraeni (S1 Manajemen Pendidikan), Cintantia Maura Khansa (S1 Manajemen Pendidikan), dan Khansa Nadhifah Julfikar (S1 Manajemen Pendidikan) dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNY; serta Willyanto Muhammad (S1 Pendidikan Teknik Mesin) dan Rio Riandhika (S1 Pendidikan Teknik Mesin) dari Fakultas Teknik (FT) UNY. Selain mahasiswa, turut terlibat pula pengelola TPS, perangkat dusun, serta masyarakat setempat yang berpartisipasi dalam proses pembangunan dan perbaikan fasilitas.

Program renovasi TPS ini dilatarbelakangi oleh kondisi bangunan pengelolaan sampah yang sebelumnya masih menggunakan material sederhana berbahan herbal pada bagian tungku pembakaran. Seiring berjalannya waktu, material tersebut mengalami penurunan kualitas sehingga kurang mampu menahan panas yang dihasilkan selama proses pembakaran sampah. Selain itu, TPS belum dilengkapi dengan cerobong asap sehingga asap hasil pembakaran menyebar langsung ke lingkungan sekitar dan berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat maupun petugas pengelola sampah. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa PLK UNY Mengabdi Dasasena Cakra untuk menginisiasi perbaikan fasilitas TPS agar dapat berfungsi lebih optimal dan ramah lingkungan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan observasi lapangan dan diskusi bersama pengelola TPS serta perangkat dusun guna mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan yang ada. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, disusun rencana renovasi yang berfokus pada peningkatan kualitas konstruksi tungku pembakaran dan pengendalian asap. Selanjutnya, mahasiswa bersama masyarakat melakukan pembangunan ulang dinding tungku menggunakan bata pres yang memiliki ketahanan lebih baik terhadap suhu tinggi. Material ini dipilih karena lebih kuat, kokoh, dan mampu mendukung operasional TPS dalam jangka panjang.

Selain perbaikan struktur bangunan, tim juga melakukan pemasangan cerobong asap pada bagian atas tungku pembakaran. Penambahan fasilitas ini bertujuan untuk mengarahkan asap dan uap hasil pembakaran agar keluar melalui saluran yang lebih terkontrol sehingga mengurangi penyebaran asap ke area sekitar TPS. Dengan adanya cerobong asap, proses pembakaran sampah menjadi lebih aman dan nyaman, baik bagi petugas pengelola maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi. Upaya ini sekaligus menjadi bentuk perhatian terhadap aspek kesehatan dan kualitas lingkungan di Dusun Jurugan.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai pihak. Mahasiswa berperan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sedangkan masyarakat dan pengelola TPS turut membantu proses pengerjaan di lapangan. Partisipasi aktif warga juga menunjukkan adanya kesadaran bersama mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Melalui program ini, TPS Dusun Jurugan kini memiliki fasilitas yang lebih kokoh dan fungsional dibandingkan sebelumnya. Dinding tungku yang telah menggunakan bata pres mampu meningkatkan daya tahan bangunan terhadap panas pembakaran, sedangkan keberadaan cerobong asap membantu mengurangi dampak pencemaran udara di lingkungan sekitar. Mahasiswa PLK UNY Mengabdi Dasasena Cakra berharap renovasi TPS ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta menjadi langkah awal dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih efektif, aman, dan berkelanjutan di Dusun Jurugan, Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman. (anisa dian)

DWP FEB UNY Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Bina Siwi Bantul

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan mengunjungi Panti Asuhan Bina Siwi pada Minggu (8/3). Kegiatan yang berlangsung di Kompleks Balai Desa Sendangsari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta ini dihadiri oleh Dekan FEB UNY, para Wakil Dekan, serta Ketua dan anggota DWP FEB UNY.

Acara diawali dengan penampilan hiburan musik tradisional berupa gamelan, kulintang, dan angklung yang dimainkan oleh anak-anak berkebutuhan khusus dari Panti Asuhan Bina Siwi. Penampilan tersebut menjadi bentuk ekspresi kreativitas sekaligus keterampilan yang dikembangkan oleh anak-anak di panti asuhan tersebut.

Dalam sambutannya, Pengelola Panti Asuhan Bina Siwi, Jumilah, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian dari keluarga besar FEB UNY. Ia menjelaskan bahwa panti asuhan tersebut saat ini mengasuh 47 anak dengan dukungan 11 pengasuh. Sebagian besar anak merupakan penyandang disabilitas intelektual (tunagrahita), sehingga pendidikan yang diberikan lebih difokuskan pada pengembangan keterampilan dan kemandirian. Jumilah juga mengungkapkan bahwa sekitar 90 persen anak di panti asuhan tersebut tidak memiliki orang tua.

Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan untuk berkunjung dan berbagi dengan keluarga besar Panti Asuhan Bina Siwi. Ia mengapresiasi kesabaran dan dedikasi para pengelola panti dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus. Pada kesempatan tersebut, DWP FEB UNY juga menyerahkan bantuan secara simbolis yang merupakan hasil partisipasi dosen dan tenaga kependidikan FEB UNY.

Kegiatan bakti sosial ini tidak hanya menjadi wujud kepedulian sosial, tetapi juga sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Melalui kegiatan ini, FEB UNY berupaya mendukung inklusi sosial serta meningkatkan perhatian terhadap kelompok rentan, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. (fdhl)

FEB UNY Gelar Pengajian Keluarga Besar dan Santunan Menjelang Ramadan

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menyelenggarakan kegiatan Pengajian Keluarga Besar pada Jumat (23/1/2026). Kegiatan yang bertempat di Ruang Teater FEB UNY ini dihadiri oleh segenap jajaran dosen serta tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan fakultas sebagai wadah silaturahmi dan pembinaan mental spiritual civitas akademika.

Rangkaian acara dibuka dengan sambutan dari Dekan FEB UNY, dilanjutkan dengan agenda sosial berupa penyerahan santunan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim piatu dan kaum dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial fakultas. Acara inti kemudian diisi dengan tausiah oleh Ust. H. Saebani, M.A., M.Pd., yang mengusung tema "Hikmah Isra Mi'raj dalam menyambut Bulan Suci Ramadan".

Dalam paparan materinya, Ust. Saebani menyoroti paradoks sosial yang terjadi di Indonesia. Ia mengungkapkan keprihatinannya bahwa meskipun Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar dan kuota haji terbanyak, angka kasus korupsi masih tergolong tinggi. Penceramah menekankan pentingnya membedakan antara gaji dan rezeki; gaji dimaknai sebagai materi berupa uang yang diberikan manusia, sedangkan rezeki berasal dari Allah SWT yang mencakup aspek kesehatan badan dan keharmonisan keluarga.

Lebih lanjut, Ust. Saebani mengingatkan relevansi kesehatan dengan ibadah puasa melalui dalil Shuumuu tasihhuu (berpuasalah niscaya kamu akan sehat). Ia menjelaskan bahwa kesehatan dan waktu luang seringkali menjadi dua kenikmatan yang dilupakan manusia, padahal ibadah seperti salat dan puasa berkontribusi pada kesehatan fisik. Menutup materinya, beliau menyampaikan filosofi integritas melalui analogi uang yang nilainya tidak berubah di mana pun diletakkan, serta "filsafat belut" yang bermakna kemampuan seseorang untuk tetap bersih meski hidup di lingkungan yang berlumpur.

Pelaksanaan kegiatan ini memiliki relevansi kuat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pemberian santunan kepada yatim dan dhuafa mendukung pencapaian Poin 1 (Tanpa Kemiskinan) dan Poin 10 (Berkurangnya Kesenjangan). Materi mengenai kesehatan fisik dan mental spiritual berkontribusi pada Poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), sementara pesan moral mengenai integritas dan anti-korupsi sejalan dengan Poin 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). (fdhl)

kalam ilahipenyerahan santunan FEB UNYFoto bersama penerima santunanUst. H. Saebani, M.A., M.Pd.

Pages