SDGs #8 Pembangunan Ekonomi

Dari Pepaya Afkir Jadi Abon dan Mustofa, FEB UNY bekerjasama dengan BUMDes Amarta Dorong Inovasi Pangan dan Pakan Berkelanjutan

Pepaya yang tidak matang sempurna dan selama ini hanya dianggap sebagai hasil pertanian yang tidak layak jual ternyata dapat disulap menjadi produk pangan bernilai ekonomi. Inovasi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Mbangun Desa yang dilaksanakan di Joglo Kesekretariatan Desa Prima Karangtanjung, Kalurahan Pandowoharjo, Kabupaten Sleman, Rabu (2/9/2026). Kegiatan bertajuk “Diversifikasi Produk Turunan dan Optimalisasi Rantai Nilai (Value Chain) pada BUMDes Amarta: Inovasi Pangan dan Pakan Berkelanjutan di Kalurahan Pandowoharjo” ini melibatkan sekitar 30 ibu-ibu perwakilan Desa Wisata, Desa Prima, Desa Mandiri Budaya, Kelompok Wanita Tani (KWT) Karang Tanjung, serta BUMDes Amarta sebagai mitra kegiatan.

Kegiatan tersebut juga dihadiri langsung oleh Lurah Pandowoharjo, Catur Sarjumiharta, yang turut memberikan dukungan terhadap upaya pengembangan potensi ekonomi lokal melalui inovasi produk berbasis sumber daya desa. Permasalahan yang diangkat dalam kegiatan ini berangkat dari kondisi nyata yang dihadapi BUMDes Amarta dan masyarakat Pandowoharjo. Pada kebun pertanian di wilayah tersebut, sebagian tanaman pepaya menghasilkan buah yang tidak matang sempurna sehingga tidak memenuhi standar untuk dipasarkan sebagai buah segar. Pepaya semacam ini oleh masyarakat biasa disebut sebagai pepaya afkir.

Jika hanya dijual sebagai buah dengan harga rendah atau bahkan tidak dimanfaatkan, pepaya afkir tentu memiliki nilai ekonomi yang sangat terbatas. Melalui kegiatan PkM ini, tim mendorong masyarakat untuk melihat pepaya afkir dari perspektif berbeda: bukan sebagai limbah atau produk gagal, tetapi sebagai bahan baku produk baru yang memiliki nilai tambah. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak melakukan praktik langsung mengolah pepaya afkir menjadi dua produk pangan, yaitu abon papaya, pepaya Mustofa, dan selai pepaya. Ketiga produk tersebut dikembangkan sebagai alternatif produk olahan yang dapat dipasarkan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Ketua Tim PkM Mbangun Desa, Dr. Lilia Pasca Riani, M.Sc., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar berorientasi pada pelatihan pengolahan makanan, tetapi juga diarahkan untuk membangun rantai nilai ekonomi yang lebih optimal di tingkat desa. “Potensi ekonomi desa sebenarnya banyak sekali. Tantangannya adalah bagaimana bahan yang selama ini memiliki nilai ekonomi rendah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Pepaya afkir menjadi salah satu contoh nyata,” ujar Lilia.

Menurutnya, pengembangan produk turunan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kemampuan masyarakat membuat produk, tetapi dapat dilanjutkan menjadi aktivitas ekonomi yang terintegrasi dengan BUMDes Amarta. Dengan demikian, proses produksi, pengolahan, pemasaran, hingga pengembangan usaha dapat menjadi bagian dari rantai nilai ekonomi desa.

Tidak Hanya Pangan, Pepaya dan Sampah Organik Diolah Menjadi Pakan

Selain inovasi pangan, kegiatan PkM juga memperkenalkan inovasi pengolahan bahan organik menjadi produk pakan dan kompos sebagai bagian dari upaya membangun sistem ekonomi yang lebih berkelanjutan. Inovasi tersebut sekaligus merespons persoalan lain yang dihadapi Kalurahan Pandowoharjo, yaitu adanya sampah kiriman dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berasal dari dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Pandowoharjo.

Sampah organik yang sebelumnya berpotensi menjadi beban lingkungan tersebut diarahkan untuk dimanfaatkan kembali melalui proses pengolahan dan fermentasi. Hasil pengolahan dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos maupun pakan ternak, antara lain untuk maggot, ikan lele, dan kambing.

Pendekatan tersebut memperkenalkan konsep bahwa bahan yang sebelumnya dianggap sebagai sampah masih memiliki nilai apabila dikelola dengan teknologi dan proses yang tepat. “Yang ingin kami bangun bukan hanya produk, tetapi cara berpikir masyarakat bahwa sesuatu yang dianggap tidak bernilai masih bisa menjadi sumber ekonomi. Pepaya afkir dapat menjadi pangan, sementara sampah organik dapat kembali masuk ke dalam siklus produksi sebagai kompos maupun pakan,” jelas Lilia.

Praktik Langsung Bersama Praktisi

Agar inovasi dapat dipahami dan diterapkan secara langsung, kegiatan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui praktik bersama. Tim PkM menggandeng Tri Suhartati, praktisi UMKM kuliner, dan Fitria dari SMK Budi Mulia 2 untuk berbagi pengalaman dan keterampilan teknis kepada peserta. Para peserta mengikuti tahapan pengolahan secara langsung, mulai dari persiapan bahan, proses produksi, hingga menghasilkan produk olahan yang siap dikembangkan sebagai produk usaha.

Antusiasme peserta terlihat selama proses praktik. Para peserta tidak hanya mengikuti tahapan pembuatan, tetapi juga berdiskusi mengenai kemungkinan pengembangan rasa, kemasan, harga jual, serta peluang pemasaran produk. Kegiatan tersebut menjadi penting karena pengembangan ekonomi berbasis desa membutuhkan keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama. Perempuan desa, khususnya kelompok-kelompok yang telah aktif dalam kegiatan ekonomi dan pemberdayaan, memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak usaha pengolahan produk lokal.

Membangun Ekonomi Desa Berbasis Nilai Tambah

Kegiatan PkM Mbangun Desa ini menjadi bagian dari upaya mendorong BUMDes Amarta agar tidak hanya berperan sebagai pengelola potensi ekonomi desa, tetapi juga menjadi penghubung berbagai sumber daya lokal dalam satu rantai nilai. Pepaya afkir yang berasal dari sektor pertanian dapat masuk ke sektor pengolahan pangan. Sementara sampah organik dari aktivitas masyarakat dan program MBG dapat diarahkan kembali menjadi input untuk sektor peternakan dan pertanian.

Dengan pendekatan tersebut, terbentuk pola “dari desa, oleh masyarakat desa, dan kembali memberikan nilai bagi desa.”

Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk unggulan BUMDes Amarta dengan dukungan pada aspek standardisasi produk, pengemasan, perizinan, pemasaran, dan penguatan model bisnis. Pengembangan tersebut penting agar inovasi yang lahir dari kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat berlanjut menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Bagi Kalurahan Pandowoharjo, kegiatan ini menunjukkan bahwa inovasi ekonomi tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang mahal. Dengan kreativitas, pendampingan, dan pengelolaan rantai nilai yang tepat, buah yang tidak layak jual dan sampah organik pun dapat diubah menjadi sumber nilai ekonomi baru bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, BUMDes, kelompok masyarakat, praktisi, dan lembaga pendidikan, Pandowoharjo terus membuka peluang untuk membangun ekonomi lokal yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan. (lpr)

Mahasiswa Praktik Kependidikan UNY Berkontribusi dalam Pelaksanaan PKM bagi Guru Akuntansi MGMP Kota dan Kabupaten Magelang

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) turut serta membantu tim dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bagi guru Akuntansi yang tergabung dalam MGMP Kota dan Kabupaten Magelang. Kegiatan berjudul "Pendampingan Penguatan Pemahaman Teori dan Praktik Penyusunan Laporan Arus Kas Berbasis Digital bagi Guru Akuntansi MGMP Kota dan Kabupaten Magelang" ini dilaksanakan di Laboratorium Komputer Akuntansi SMK Negeri 2 Magelang pada Jumat (31/08/26) lalu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru melalui penguatan pemahaman teori dan praktik berbasis digital sekaligus berkontribusi terhadap lima poin Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu SDGs 1, SDGs 4, SDGs 8, SDGs 9, dan SDGs 17.

Pendampingan ini bertujuan memperkuat pemahaman guru mengenai teori sekaligus praktik menyusun laporan arus kas agar lebih relevan dengan pembelajaran dan dunia kerja. Kegiatan dilaksanakan melalui diskusi, penyampaian materi, dan pendampingan praktik. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman laporan arus kas, perbedaan laba berbasis akrual dengan kas yang diterima atau dikeluarkan, pengelompokan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan, serta metode langsung dan tidak langsung. Peserta kemudian mempraktikkan penyusunan laporan arus kas menggunakan spreadsheet mulai dari input transaksi, klasifikasi arus kas, perhitungan, hingga penyusunan laporan akhir. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) SMK Negeri 2 Magelang, salah satunya Yulia Nuraeni Suci (NIM 23080430034) Program Studi Pendidikan Akuntansi-S1 UNY, yang bertugas sebagai master of ceremony (MC) sekaligus membantu berbagai persiapan teknis seperti penataan ruangan, pencatatan kehadiran, distribusi konsumsi, dan pendampingan guru selama praktik berlangsung. Kegiatan ini terlaksana atas dukungan tim dosen UNY berjumlah 5 dosen bersama sekitar 20 guru Akuntansi MGMP Kota dan Kabupaten Magelang.

Pendampingan ini memberikan dampak positif dan manfaat berupa peningkatan pemahaman konseptual dan praktik guru dalam menyusun laporan arus kas. Penggunaan spreadsheet sebagai media digital membantu guru memahami alur penyusunan laporan sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi peserta didik. Kontribusi kegiatan ini terhadap SDGs terlihat dari beberapa aspek yaitu mendukung SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi guru untuk pembelajaran yang lebih kontekstual dan aplikatif, SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) karena pembelajaran yang mendekati praktik dunia kerja membantu mempersiapkan siswa SMK dengan keterampilan relevan, SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan teknologi digital dalam pembelajaran, serta SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) karena peningkatan kualitas pendidikan turut mendukung kesiapan kerja yang meningkatkan ekonomi siswa. Kolaborasi antara UNY dan MGMP dalam kegiatan ini juga mencerminkan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Hasil pendampingan ini diharapkan bermanfaat oleh guru Akuntansi dalam pembelajaran di sekolah. Template laporan arus kas berbasis spreadsheet dapat dikembangkan sebagai media pembelajaran praktik. Melalui forum MGMP, guru juga diharapkan dapat saling berbagi pengalaman serta terus mengembangkan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran Akuntansi sehingga kegiatan ini berdampak bagi peningkatan kompetensi guru, kualitas pembelajaran, dan kesiapan peserta didik menghadapi dunia kerja. (yns)

Perkuat Global Mindset dan Transformasi Digital, Mahasiswa MM UNY Ikuti 2026 "Zhi & Xing Guizhou" Silk Road Youth Exchange Program di Tiongkok

Dalam rangka memperluas wawasan internasional serta memahami implementasi teknologi modern dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), mahasiswa Program Studi Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) angkatan 2025, Regita Lestariyan Lainy, berpartisipasi dalam ajang 2026 "Zhi & Xing Guizhou" Silk Road Youth Exchange Program di Republik Rakyat Tiongkok.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung integrasi Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan Internet of Things (IoT) dalam fungsi Learning and Development (L&D), otomatisasi industri, serta pengembangan strategi kepemimpinan lintas budaya (cross-cultural leadership) di era global.

Rangkaian kegiatan ini berlangsung selama 9 hari, mulai tanggal 24 Juli hingga 1 Agustus 2026, dan berlokasi di beberapa kota strategis di Tiongkok, antara lain Beijing, Guiyang, Anshun, Duyun, Danzhai, dan Sandu.

Selama program berlangsung, peserta mengikuti berbagai agenda akademik, kunjungan industri, hingga eksplorasi budaya. Kegiatan diawali dengan kunjungan sejarah ke Great Wall serta Courtesy Call ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing untuk mempererat hubungan diplomatik dan jejaring pendidikan.

Selanjutnya, peserta melakukan kunjungan industri ke perusahaan AI Chinese untuk mengamati demonstrasi platform pembelajaran berbasis kecerdasan buatan seperti Knowly sebagai sarana upskilling dan reskilling SDM modern. Di Provinsi Guizhou, delegasi mengikuti Welcome Ceremony dan kelas bahasa serta kaligrafi Mandarin di Guizhou Vocational College of Economics and Business.

Studi lapangan juga dilakukan di Anshun Tourism Group di Huangguoshu Waterfall untuk mengamati penerapan Smart Tourism, dilanjutkan dengan kunjungan ke Balinghe Bridge Museum, serta eksplorasi pengelolaan data makro di National Big Data Exhibition Center di Guiyang.

Selain agenda berbasis teknologi, peserta juga mendapatkan pengalaman pertukaran budaya melalui Workshop Miao Batik Intangible Cultural Heritage di Duyun dan studi kebudayaan etnis Shui di Sandu. Rangkaian program diakhiri dengan observasi penerapan IoT pada perkebunan teh modern di Duyun Maojian Tea Digital Demonstration Park serta penutupan resmi pada acara Graduation Ceremony.

Melalui keikutsertaan dalam program ini, mahasiswa MM FEB UNY berhasil memperoleh pemahaman mendalam mengenai data-driven HRD, membangun jejaring kolaborasi internasional, serta meningkatkan keterampilan komunikasi interkultural. Hasil dan pengalaman ini diharapkan dapat menjadi best practices yang diadopsi dalam pengembangan kompetensi manajerial, riset akademis, maupun pengelolaan organisasi di Indonesia. (rgt)

Usung Tema "Mahawira Amerta Nira", Mahasiswa UNY dan Siswa SMK Negeri 1 Kokap Raih Terbaik 1 Karnaval Semarak Merdeka Se-Kulon Progo 2026

Melestarikan budaya daerah tidak selalu harus melalui kegiatan formal di ruang kelas. Terkadang, hal itu bisa dimulai dari panggung sederhana seperti pawai karnaval, di mana identitas lokal ditampilkan lewat kostum dan kreativitas anak muda. Hal inilah yang ditunjukkan oleh SMK Negeri 1 Kokap dalam Karnaval Se-Kabupaten Kulon Progo yang digelar pada Sabtu (22/08/26) lalu dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Karnaval tahunan ini diikuti oleh berbagai instansi pendidikan se-Kabupaten Kulon Progo, salah satunya SMK Negeri 1 Kokap yang tampil dengan mengusung tema "Mahawira Amerta Nira" dengan sub-tagline "Manisnya Warisan Menoreh". Persembahan dan karya ini mengangkat semangat kerja keras, gotong royong, dan ketulusan, sekaligus menjadi bentuk penghormatan bagi para penderes atau penjaga warisan tradisional yang mengolah tetes-tetes nira di kawasan Perbukitan Menoreh.

Kegiatan ini turut melibatkan Muhammad Ainurrofik Syahrul Haq, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang sedang menjalani Praktik Kependidikan (PK) di SMK Negeri 1 Kokap. Dalam karnaval ini, ia dipercaya menjadi salah satu maskot yang mewakili SMK Negeri 1 Kokap sepanjang rute pawai. Bersama para siswa dan warga sekolah lainnya, Muhammad Ainurrofik Syahrul Haq ikut menyiapkan kostum yang digunakan dalam pawai, sebagian di antaranya dibuat secara mandiri dari bahan kardus bekas yang disulap menjadi kostum bernuansa gula semut. Selain kostum hasil kreasi sendiri, beberapa peserta juga mengenakan busana tradisional sewaan untuk memperkuat penggambaran sosok penderes nira dan kehidupan masyarakat Menoreh.

Bagi Muhammad Ainurrofik Syahrul Haq, kesempatan menjadi maskot karnaval menjadi bagian dari pengalaman Praktik Kependidikan yang memperlihatkan bahwa keterlibatan mahasiswa PK di sekolah tidak hanya terbatas pada kegiatan belajar-mengajar di kelas. Melalui pawai ini, ia turut ambil bagian dalam memperkenalkan sekaligus menghormati kerja keras para penjaga tradisi penderesan nira di Kulon Progo kepada masyarakat yang lebih luas di tingkat kabupaten, sekaligus mempererat kolaborasi antara mahasiswa PK dan warga sekolah.

Kerja keras dan kekompakan tim dalam mempersiapkan tema serta kostum karnaval ini membuahkan hasil membanggakan. SMK Negeri 1 Kokap berhasil meraih predikat Terbaik 1 dalam lomba karnaval tingkat Kabupaten Kulon Progo tersebut, sebuah pencapaian yang menjadi bukti bahwa kreativitas dalam mengangkat nilai kerja keras, gotong royong, dan warisan budaya lokal mampu bersaing di tingkat kabupaten. Keterlibatan mahasiswa PK UNY dalam kegiatan ini turut memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung proses pendidikan sekaligus pelestarian budaya daerah. Melalui keterlibatan secara langsung, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman di luar kegiatan mengajar, tetapi juga belajar memahami dan menghargai kearifan lokal yang hidup di lingkungan sekolah tempatnya bertugas.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pertama, SDGs Nomor 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, karena Karnaval ini menjadi sarana pelestarian warisan budaya dan tradisi lokal, khususnya kearifan penderesan nira yang menjadi bagian dari identitas kawasan Perbukitan Menoreh. Kedua, SDGs Nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, karena tema "Mahawira Amerta Nira" secara langsung menjadi bentuk penghormatan bagi para penderes nira di kawasan Menoreh, yang kerja kerasnya menopang perekonomian dan mata pencaharian warga setempat melalui pengolahan gula kelapa/gula semut. Ketiga, SDGs Nomor 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, Karena Tradisi pengolahan nira menjadi gula kelapa merupakan contoh praktik pemanfaatan sumber daya alam secara turun-temurun dan berkelanjutan, yang diangkat kembali melalui karya karnaval ini. Keempat, SDGs Nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas, karena Keterlibatan mahasiswa PK UNY dan siswa dalam kegiatan ini menjadi bentuk pembelajaran di luar kelas yang mengasah kreativitas, kerja sama, dan kebanggaan terhadap budaya serta sejarah daerah.

Melalui karya "Mahawira Amerta Nira" dan predikat Terbaik I dalam Karnaval Semarak Merdeka Kabupaten Kulon Progo 2026 ini, SMK Negeri 1 Kokap bersama mahasiswa PK UNY yang terlibat menunjukkan bahwa kolaborasi dunia pendidikan dapat berperan dalam menghormati kerja keras masyarakat, melestarikan warisan budaya, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat daerah.

Menguatkan Pemahaman SDGS 8 melalui Pembelajaran Ekonomi Kontekstual: Studi Kasus Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap Keberlangsungan Usaha dan Sistem Upah Pekerja Kantin SMA Negeri 2 Banguntapan

Naura Kholda Khoirunisa, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan pembelajaran ekonomi kontekstual berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) 8 melalui studi kasus Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan dampaknya terhadap keberlangsungan usaha serta sistem upah pekerja kantin sekolah. Kegiatan dilaksanakan pada 7–14 Agustus di SMA Negeri 2 Banguntapan dengan melibatkan peserta didik kelas XI Fase F, yaitu XI F C1, XI F C2, dan XI F C3. Kegiatan meliputi identifikasi masalah, observasi, wawancara, diskusi, analisis data, penyusunan PowerPoint, presentasi, dan refleksi. Kegiatan ini relevan dengan SDGs 8 karena peserta didik memahami hubungan kebijakan MBG, aktivitas ekonomi kantin, tenaga kerja, sistem upah, dan pekerjaan layak.

Pembelajaran ini bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menghubungkan konsep ekonomi dengan permasalahan nyata, khususnya dampak MBG terhadap aktivitas kantin dan sistem upah pekerja. Proses diawali dengan pengenalan fenomena MBG dan identifikasi masalah berdasarkan kondisi sekolah. Peserta didik melakukan observasi dan wawancara dengan pihak kantin selama satu minggu untuk memperoleh informasi mengenai perubahan jumlah pembeli, pendapatan usaha, kondisi tenaga kerja, dan kemungkinan perubahan sistem upah. Informasi tersebut kemudian didiskusikan dan dianalisis secara berkelompok dengan mengaitkannya pada materi ketenagakerjaan dan sistem upah. Peserta didik selanjutnya merumuskan alternatif solusi, menyusun hasil analisis dalam PowerPoint, mempresentasikan temuan kelompok, dan melakukan refleksi. Mahasiswa PK berperan sebagai fasilitator, guru Ekonomi sebagai pendamping, peserta didik sebagai pelaksana analisis, serta pihak kantin sebagai sumber informasi.

Melalui kegiatan tersebut, peserta didik memperoleh pengalaman memahami keterkaitan antara kebijakan pemerintah, perilaku konsumen, keberlangsungan usaha, tenaga kerja, dan sistem upah. Peserta didik menganalisis bagaimana penerapan MBG dapat mengubah pola konsumsi siswa dan berpotensi memengaruhi jumlah pembeli serta pendapatan pedagang kantin. Perubahan aktivitas usaha tersebut kemudian dikaitkan dengan kebutuhan tenaga kerja dan kemungkinan penyesuaian sistem upah. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya menerima informasi, tetapi berperan sebagai pengamat dan analis terhadap fenomena ekonomi di lingkungan sekolah. Proses pembelajaran melatih peserta didik mengidentifikasi masalah, mengumpulkan informasi, menghubungkan sebab dan akibat, menganalisis data, bekerja sama, menyampaikan pendapat, dan merumuskan solusi. Kegiatan ini juga menegaskan bahwa perubahan aktivitas ekonomi perlu mempertimbangkan keberlangsungan usaha dan kesejahteraan pekerja.

Kegiatan pembelajaran ekonomi kontekstual berbasis SDGs 8 melalui studi kasus MBG diharapkan memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan relevan. Peserta didik tidak hanya memahami sistem upah secara teoritis, tetapi mampu menerapkan konsep tersebut untuk menganalisis permasalahan ekonomi di lingkungan sekolah. Melalui observasi dan wawancara, peserta didik memahami bahwa kebijakan pemerintah dapat memengaruhi aktivitas ekonomi tertentu sehingga dampaknya perlu dianalisis secara lebih objektif. Pembelajaran ini diharapkan memperkuat kepedulian terhadap keberlangsungan usaha, kesejahteraan tenaga kerja, dan pentingnya pekerjaan layak. Sebagai tindak lanjut, pembelajaran kontekstual dapat terus dikembangkan dengan memanfaatkan fenomena serta kebijakan ekonomi sebagai sumber belajar kontekstual. Hasil observasi peserta didik dapat menjadi bahan refleksi bagi guru dan mahasiswa praktikan untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual, partisipatif, dan relevan, sekaligus menumbuhkan kesadaran terhadap SDGs 8. (nau)

 

Ubah Teori Jadi Aksi: Mahasiswa PK FEB Integrasikan Materi Proses Bisnis dan SDGs di SMKN 7 Yogyakarta

Mumtaazah Zalfa Salsabila, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menyelenggarakan kegiatan penyampaian materi pembelajaran interaktif pada mata pelajaran Proses Bisnis di kelas SMK Negeri 7 Yogyakarta (Skaven). Pembelajaran dirancang secara kontekstual dengan memadukan teori manajemen operasional perkantoran serta aksi nyata lingkungan guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Sasaran utama kegiatan ini adalah seluruh siswa kelas Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis SMK Negeri 7 Yogyakarta. Inisiatif ini secara spesifik berkontribusi pada pencapaian SDGs Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui inovasi pembelajaran di kelas, SDGs Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui edukasi pengelolaan limbah, serta SDGs Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pembekalan kompetensi pelayanan bisnis bagi peserta didik.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman praktis siswa mengenai struktur operasional organisasi sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis dan potensi diri. Dalam proses pelaksanaannya di kelas, mahasiswa PK menyampaikan materi Proses Bisnis sesuai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mencakup Core Process, Supporting Process, dan Management Process. 

Konsep Core Process diimplementasikan melalui simulasi alur pelayanan dan penerimaan tamu di area lobby sekolah sebagai pusat operasional informasi. Sebagai bentuk Supporting Process, siswa diajak mengaplikasikan efisiensi lingkungan melalui program Jumat Bersih dengan aktivitas memilah dan memilih sampah secara terstruktur. Sementara itu, Management Process dan pengasahan bakat siswa diwujudkan melalui ajang Got Talent Sjaven. Seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses berkat dukungan penuh dari para guru serta pengurus OSIS SMK Negeri 7 Yogyakarta yang aktif membantu penuh kelancaran dan keberlangsungan acara. 

Hasil dari pelaksanaan rangkaian kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang signifikan terhadap penerapan teori Proses Bisnis di dunia nyata, khususnya pada efisiensi tata kelola lobby dan pengelolaan kebersihan lingkungan sekolah. Dampak positif yang dirasakan peserta didik meliputi terasahnya keterampilan berkomunikasi, menguatnya karakter peduli lingkungan, serta meningkatnya rasa percaya diri melalui panggung bakat. Manfaat bagi pihak SMK Negeri 7 Yogyakarta adalah terciptanya lingkungan belajar yang lebih bersih, rapi, dan inklusif berkat sinergi antara mahasiswa, guru, dan pengurus OSIS. Secara langsung, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian indikator SDGs dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Melalui keberhasilan program ini, diharapkan integrasi antara materi pembelajaran Proses Bisnis dan nilai-nilai SDGs dapat terus diterapkan serta dikembangkan secara mandiri oleh pihak sekolah. Sebagai tindak lanjut, mahasiswa PK FEB merekomendasikan pembentukan pembiasaan pemilahan sampah rutin dan pemanfaatan area lobby sebagai laboratorium praktik pelayanan secara berkala. Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu mencetak lulusan SMK Negeri 7 Yogyakarta yang berdaya saing tinggi, kompeten di bidang administrasi perkantoran, serta memiliki kepedulian sosial dan lingkungan yang kuat. (mzs)

FEB UNY Luluskan Doktor Baru Lewat Riset Sistem Digitalisasi UMKM Terintegrasi Investor

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menggelar Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (S3) atas nama Rr. Yuli Noor Kusumawati, Kamis (13/8/2026), di Ruang Teater Lantai 1 Gedung PMD FEB UNY. Ujian yang berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB itu mengangkat disertasi berjudul "Pengembangan Model Sistem Digitalisasi Informasi UMKM Terintegrasi dengan Investor (Dutivest) untuk Memudahkan Akses Permodalan".

Ujian dipimpin oleh Dr. Sutirman, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Penguji, didampingi Ani Widayati, S.Pd., M.Pd., Ed.D. sebagai Sekretaris Penguji. Bertindak sebagai penguji lainnya adalah Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd., M.M. (Penguji I Eksternal), Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., C.A., C.F.P. (Penguji II Internal), Prof. Dr. Endang Mulyani, M.Si. selaku Promotor sekaligus penguji, serta Prof. Dr. Ali Muhson, S.Pd., M.Pd. selaku Ko-Promotor sekaligus penguji. Prosesi ujian turut dihadiri jajaran dekanat FEB UNY, Dekan Fakultas Vokasi UNY, serta kolega dan keluarga promovenda.

Dalam disertasinya, Yuli Noor Kusumawati mengangkat persoalan klasik yang membelit pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, yakni keterbatasan akses permodalan. Ia memaparkan bahwa UMKM menyumbang 64 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2024, namun banyak di antaranya tidak mampu bertahan lebih dari lima tahun akibat sulitnya mengakses modal usaha. Berangkat dari persoalan tersebut, penelitian ini disusun untuk merumuskan tahapan penyusunan sistem, membangun kerangka model, menguji kelayakan, sekaligus mengukur kinerja dan efektivitas sebuah sistem bernama Dutivest — platform digital yang menjembatani UMKM dengan investor crowdfunding.

Penelitian pengembangan ini menggunakan model Waterfall dalam membangun sistem, dengan landasan Teori Investasi Crowdfunding dan Teori Pecking Order. Kelayakan sistem Dutivest diuji oleh tujuh pakar, sepuluh perwakilan UMKM, dan sepuluh perwakilan investor, sebelum dilakukan uji evaluasi yang melibatkan 28 investor crowdfunding dan 20 pelaku UMKM di tiga wilayah Yogyakarta dan satu wilayah Jakarta menggunakan kerangka kerja PIECES (Performance, Information, Economics, Control and Security, Efficiency, Services).

Hasil penelitian menunjukkan sistem Dutivest dirancang sebagai aplikasi peer-to-peer (P2P) lending berbunga rendah yang menghubungkan UMKM dengan investor crowdfunding secara daring. Uji kelayakan dari para ahli, UMKM, maupun investor mencatatkan nilai PIECES rata-rata 87,33 persen, yang seluruhnya berada pada kategori layak. Evaluasi kinerja sistem juga menunjukkan peningkatan skor PIECES dari sisi UMKM, dari 4,37 menjadi 4,55, dan dari sisi investor, dari 4,38 menjadi 4,61 — keduanya masuk kategori sangat memuaskan. Sementara itu, tingkat efektivitas akses permodalan melalui sistem ini tercatat mencapai 143 persen, yang berarti sangat efektif dalam memudahkan penyaluran modal kepada UMKM.

Riset Dutivest ini sejalan dengan sejumlah target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui upaya memperkuat kapasitas kelembagaan keuangan domestik untuk mendorong akses layanan perbankan, asuransi, dan keuangan bagi semua pihak termasuk UMKM, serta Tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan akses UMKM terhadap layanan keuangan dan pasar. Model sistem ini juga berkontribusi pada Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan) dengan membuka peluang keberlangsungan usaha yang lebih besar bagi pelaku UMKM, sekaligus Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui skema kemitraan pembiayaan antara UMKM dan investor crowdfunding. (fdh)

Rr Yuli Noor

Sujarwi Raih Gelar Doktor di FEB UNY: Kembangkan Modul SIA Terintegrasi Tableau untuk Tingkatkan Hasil Belajar Akuntansi Vokasi

Promovendus Sujarwi resmi meraih gelar Doktor Pendidikan Ekonomi dan Bisnis setelah sukses mempertahankan hasil penelitiannya dalam Ujian Terbuka Doktor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), Selasa (11/8/2026). Di hadapan dewan penguji, keluarga, dan kolega, Sujarwi memaparkan disertasi berjudul "Pengembangan Modul Ajar Sistem Informasi Akuntansi Terintegrasi Aplikasi Tableau untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa D-IV Akuntansi". Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan transformasi digital yang mengharuskan pembelajaran akuntansi tidak hanya berfokus pada penguasaan teori konvensional, tetapi juga mengintegrasikan literasi data dan kemampuan analitik berbasis teknologi modern.

Penelitian dan pengembangan (Research and Development) ini mengadaptasi model Borg dan Gall melalui delapan tahapan sistematis, mulai dari analisis kebutuhan, perancangan, validasi ahli, hingga uji coba lapangan dan finalisasi produk. Hasil pengembangan melahirkan modul ajar yang memuat 10 materi utama dilengkapi praktikum Tableau, dataset simulatif, studi kasus, refleksi, serta evaluasi interaktif yang disajikan dalam bentuk buku cetak dan diintegrasikan ke dalam platform Learning Management System (LMS) BeSmart UNY. Proses validasi melibatkan tiga ahli materi dan media, sementara uji coba dilakukan secara terbatas pada 10 mahasiswa serta uji coba lapangan kepada 80 mahasiswa D-IV Akuntansi yang terbagi secara seimbang ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Hasil pengujian membuktikan bahwa modul yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan yang sangat tinggi dengan skor rata-rata 4,59 (91,80%) dan kriteria sangat praktis sebesar 4,49 (89,79%). Dari sisi efektivitas kognitif, kelas eksperimen yang memanfaatkan modul mengalami lonjakan rerata nilai hasil belajar dari 76,80 menjadi 91,35 dengan skor N-gain sebesar 0,69, jauh melampaui kelas kontrol yang hanya meningkat dari 74,13 menjadi 77,40 dengan N-gain 0,13. Pengujian statistik Mann-Whitney menunjukkan perbedaan peningkatan yang sangat signifikan ($p < 0,001$), sementara analisis kovarians (ANCOVA) memperkuat temuan tersebut dengan nilai $F(1, 77) = 2.543,626$ ($p < 0,001$) dan partial eta squared 0,971, menegaskan bahwa penerapan modul terintegrasi Tableau ini terbukti sangat efektif dalam meningkatkan kompetensi analitik mahasiswa.

Sidang Ujian Terbuka tersebut dipimpin oleh Dr. Denies Priantinah, M.Si., Ak., CA., selaku Ketua Penguji, didampingi Dr. Mustofa, S.Pd., M.Sc., sebagai Sekretaris Penguji, serta Prof. Dr. Siswanto, M.Pd. (Promotor) dan Dr. Sutirman, M.Pd. (Ko-Promotor). Sementara itu, jajaran penguji independen diisi oleh Prof. Dr. E. Muhtar, M.Si., CFrA., dan Prof. Dr. Endang Mulyani, M.Si. Dewan penguji mengapresiasi kebaruan dan kontribusi praktis dari modul ajar ini dalam menjawab tantangan kurikulum akuntansi terapan, di mana jalannya ujian berlangsung khidmat dengan dukungan penuh dari keluarga promovendus serta jajaran pimpinan dan kolega dari Rektorat UNY.

Inovasi pembelajaran akuntansi ini memberikan kontribusi strategis terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan modul interaktif berteknologi tinggi secara langsung mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan sarana pembelajaran vokasi yang inklusif, relevan, dan bermutu tinggi. Pengembangan literasi data berbasis aplikasi analitik Tableau juga menyokong SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan membekali lulusan D-IV Akuntansi keterampilan digital terapan yang berdaya saing tinggi di pasar kerja global. Selain itu, pemanfaatan ekosistem digital LMS BeSmart selaras dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dalam mendorong modernisasi infrastruktur pendidikan berbasis inovasi teknologi secara berkelanjutan. (fdh)

PwC Indonesia Gelar Tes dan Rekrutmen di FEB UNY

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) bekerja sama dengan PwC Indonesia menyelenggarakan kegiatan tes dan rekrutmen melalui program campus hiring di FEB UNY. Kegiatan ini diikuti sekitar 40 alumni FEB UNY serta sejumlah lulusan dari perguruan tinggi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut dihadiri Dekan FEB UNY, Wakil Dekan Bidang Riset, Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Usaha (RKSIU), Koordinator Program Studi S1 Akuntansi, Kepala Divisi Humas dan Urusan Internasional dan Kemitraan (UUIK), Kepala Bagian Tata Usaha, serta sejumlah dosen pembimbing. Dalam sambutannya, Dekan FEB UNY menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PwC Indonesia dalam menyelenggarakan campus hiring di lingkungan FEB UNY. FEB UNY, lanjutnya, terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi akademik dengan mitra strategis, termasuk pelatihan, seminar, maupun keterlibatan dosen praktisi.

“Semoga para peserta memperoleh informasi dan pengalaman tambahan melalui kegiatan ini, serta memiliki peluang untuk bergabung menjadi bagian dari tim PwC. Kami juga berharap PwC dapat memperoleh talenta-talenta terbaik sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” ujar Dekan FEB UNY.

Pengenalan mengenai PwC Indonesia disampaikan oleh Intan Nurul, Human Capital Manager PwC Indonesia. Ia menjelaskan bahwa PwC merupakan perusahaan jasa profesional global yang telah beroperasi di 136 negara. Di Indonesia, PwC telah hadir selama 55 tahun sejak 1971 dan saat ini memiliki tiga kantor di Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta dengan sekitar 3.600 pegawai. PwC Indonesia juga meraih penghargaan HR Asia Best Companies to Work for in Asia 2024 untuk Indonesia Chapter. Dengan mengusung tagline “Grow Here. Go Further.”, proses rekrutmen dalam kegiatan ini meliputi tes secara luring di beberapa kota, dilanjutkan case study dan user interview di Jakarta dan Yogyakarta. Peserta yang lolos direncanakan mulai bekerja pada Oktober 2026.

Kegiatan kolaborasi antara FEB UNY dan PwC Indonesia ini mendukung penguatan keterhubungan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja (SDG 4 – Pendidikan Berkualitas), sekaligus membuka akses bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh peluang pengembangan karier dan pekerjaan yang layak (SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). (fdh)

Intan Nurul

Pembelajaran Accurate sebagai Upaya Meningkatkan Kompetensi Akuntansi Digital Siswa Kelas XI AKL SMK Negeri 1 Kokap

Penggunaan teknologi dalam pembelajaran akuntansi mulai dikenalkan lebih dekat kepada siswa kelas XI Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) SMK Negeri 1 Kokap melalui pembelajaran Accurate. Pembelajaran ini menjadi pengalaman baru bagi siswa karena penggunaan Accurate masih tergolong baru diterapkan dalam pembelajaran di SMK Negeri 1 Kokap. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Moia Pravayangastha, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dari Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), pada Selasa (04/08/26) lalu. Pelaksanaan kegiatan didampingi oleh Dr. Eka Ary Wibawa, S.Pd., M.Pd selaku Dosen Pendamping Lapangan, Surya Legawa Kautsar, S.Pd selaku Koordinator PK di SMK Negeri 1 Kokap, serta Erna Sri Rohmanawati, S.Pd selaku guru pamong.

Sebagai pembelajaran yang masih baru bagi siswa, kegiatan Accurate diawali dengan pengenalan mengenai software dan fungsinya dalam membantu pekerjaan akuntansi. Mahasiswa PK memberikan penjelasan mengenai apa itu Accurate, kemudian dilanjutkan dengan praktik secara langsung. Siswa mencoba mengikuti langkah-langkah yang diberikan dengan menggunakan komputer masing-masing. Selama praktik berlangsung, mahasiswa PK mendampingi siswa dan membantu ketika terdapat bagian yang belum dipahami. Proses tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal penggunaan software akuntansi secara langsung, bukan hanya melalui penjelasan teori.

Pembelajaran dengan Accurate juga memberikan suasana yang berbeda bagi siswa karena mereka mulai melihat bagaimana materi akuntansi yang dipelajari di kelas dapat diterapkan menggunakan teknologi. Pada awal praktik, beberapa siswa masih terlihat membutuhkan arahan dalam menggunakan fitur-fitur Accurate. Namun, setelah mencoba beberapa kali, siswa mulai lebih terbiasa mengikuti langkah-langkah yang diberikan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses siswa dalam mengembangkan keterampilan akuntansi digital yang sesuai dengan perkembangan teknologi di bidang akuntansi.

Kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran yang memberikan pengalaman praktik dan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan vokasi. Selain itu, kegiatan tersebut juga sejalan dengan SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, karena pengenalan software akuntansi dapat menjadi salah satu bekal bagi siswa dalam mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, pembelajaran Accurate tidak hanya membantu siswa memahami penggunaan software, tetapi juga memberikan gambaran mengenai penerapan teknologi dalam pekerjaan akuntansi.

Menurut Erna Sri Rohmanawati, S.Pd., selaku guru pamong, “Jangan terlalu mengejar materi, tetapi lebih difokuskan pada pemahaman siswa terlebih dahulu.” Pengenalan Accurate yang masih tergolong baru di sekolah diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga siswa memiliki lebih banyak kesempatan untuk berlatih dan semakin terbiasa menggunakan teknologi dalam pembelajaran akuntansi.

Melalui kegiatan Praktik Kependidikan ini, mahasiswa PK UNY turut mengambil bagian dalam mendukung proses pembelajaran akuntansi yang mengikuti perkembangan teknologi. Bagi siswa kelas XI AKL SMK Negeri 1 Kokap, pengalaman menggunakan Accurate diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mengenal lebih jauh penerapan akuntansi berbasis digital. Pembelajaran tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan agar siswa memiliki pengalaman dan keterampilan yang dapat mendukung mereka ketika melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. (mpv)

Pages