Tim PM FEB UNY Teliti Pengaruh FOMO terhadap Perilaku Konsumtif dan Pengelolaan Keuangan Mahasiswa dengan JOMO sebagai Variabel Mediasi
Submitted by feb on Wed, 07/10/2026 - 09:30
Sejumlah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta melalui Program Penelitian Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (PMFEB) 2026 melakukan penelitian mengenai fenomena Fear of Missing Out (FOMO), perilaku konsumtif, dan pengelolaan keuangan mahasiswa dengan Joy of Missing Out (JOMO) sebagai variabel mediasi. Penelitian yang berjudul “Pengaruh Fear of Missing Out terhadap Perilaku Konsumtif dan Pengelolaan Keuangan Mahasiswa FEB UNY dengan Joy of Missing Out sebagai Variabel Mediasi” ini dilatarbelakangi oleh semakin kuatnya paparan media sosial, marketplace, tren digital, dan berbagai bentuk promosi yang dapat memengaruhi pengambilan keputusan konsumsi mahasiswa. Penelitian ini secara khusus mengkaji bagaimana rasa khawatir tertinggal tren atau pengalaman yang sedang berkembang dapat berkaitan dengan perilaku konsumtif sekaligus pengelolaan keuangan mahasiswa FEB UNY.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dengan skala Likert lima poin kepada mahasiswa aktif FEB UNY yang menggunakan media sosial dan marketplace, kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) melalui aplikasi SmartPLS. Penelitian melibatkan empat variabel utama, yaitu FOMO sebagai variabel bebas, perilaku konsumtif dan pengelolaan keuangan sebagai variabel terikat, serta JOMO sebagai variabel mediasi. Pengukuran dilakukan melalui sejumlah indikator, antara lain perasaan cemas, khawatir, dan takut tertinggal tren pada FOMO; pembelian impulsif, pembelian tidak rasional, pembelian berlebihan, serta orientasi gaya hidup dan status sosial pada perilaku konsumtif; serta perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi, dan persiapan keuangan masa depan pada pengelolaan keuangan. Sementara itu, JOMO diukur melalui kemampuan menikmati kondisi tetap offline, fokus pada lingkungan sekitar, merasa puas tidak mengikuti aktivitas digital, serta memilih pengalaman nyata dibandingkan aktivitas online.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa FEB UNY dengan koefisien sebesar 0,513, serta berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan dengan koefisien sebesar -0,207. Selain itu, FOMO juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap JOMO dengan koefisien -0,435. Di sisi lain, JOMO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif dengan koefisien -0,310 dan berpengaruh positif serta signifikan terhadap pengelolaan keuangan dengan koefisien 0,498. Hasil analisis mediasi juga menunjukkan bahwa JOMO secara signifikan memediasi pengaruh FOMO terhadap perilaku konsumtif maupun pengelolaan keuangan. Secara keseluruhan, ketujuh hipotesis dalam penelitian ini diterima. Temuan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa dengan tingkat FOMO yang lebih tinggi cenderung memiliki kecenderungan perilaku konsumtif yang lebih tinggi dan pengelolaan keuangan yang lebih rendah, sedangkan JOMO berkaitan dengan kecenderungan konsumsi yang lebih terkendali dan pengelolaan keuangan yang lebih baik.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pengaruh tekanan sosial digital dalam pengambilan keputusan ekonomi sehari-hari. Bagi mahasiswa, penguatan sikap JOMO dapat dilakukan dengan lebih sadar dalam menggunakan media sosial dan marketplace serta mempertimbangkan kebutuhan sebelum melakukan pembelian. Sementara itu, bagi FEB UNY, hasil penelitian dapat menjadi salah satu dasar dalam pengembangan edukasi literasi keuangan digital melalui kegiatan seperti lokakarya, kampanye edukatif, maupun integrasi materi mengenai JOMO dan pengendalian diri dalam pengelolaan keuangan. Penelitian ini juga merekomendasikan pengembangan kajian lanjutan dengan cakupan responden yang lebih luas serta penambahan variabel seperti literasi keuangan, kontrol diri, dan digital detox untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perilaku ekonomi mahasiswa di tengah perkembangan lingkungan digital.



















