SDGs #8 Pembangunan Ekonomi

Tim PM FEB UNY Teliti Pengaruh FOMO terhadap Perilaku Konsumtif dan Pengelolaan Keuangan Mahasiswa dengan JOMO sebagai Variabel Mediasi

Sejumlah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta melalui Program Penelitian Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (PMFEB) 2026 melakukan penelitian mengenai fenomena Fear of Missing Out (FOMO), perilaku konsumtif, dan pengelolaan keuangan mahasiswa dengan Joy of Missing Out (JOMO) sebagai variabel mediasi. Penelitian yang berjudul “Pengaruh Fear of Missing Out terhadap Perilaku Konsumtif dan Pengelolaan Keuangan Mahasiswa FEB UNY dengan Joy of Missing Out sebagai Variabel Mediasi” ini dilatarbelakangi oleh semakin kuatnya paparan media sosial, marketplace, tren digital, dan berbagai bentuk promosi yang dapat memengaruhi pengambilan keputusan konsumsi mahasiswa. Penelitian ini secara khusus mengkaji bagaimana rasa khawatir tertinggal tren atau pengalaman yang sedang berkembang dapat berkaitan dengan perilaku konsumtif sekaligus pengelolaan keuangan mahasiswa FEB UNY.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dengan skala Likert lima poin kepada mahasiswa aktif FEB UNY yang menggunakan media sosial dan marketplace, kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) melalui aplikasi SmartPLS. Penelitian melibatkan empat variabel utama, yaitu FOMO sebagai variabel bebas, perilaku konsumtif dan pengelolaan keuangan sebagai variabel terikat, serta JOMO sebagai variabel mediasi. Pengukuran dilakukan melalui sejumlah indikator, antara lain perasaan cemas, khawatir, dan takut tertinggal tren pada FOMO; pembelian impulsif, pembelian tidak rasional, pembelian berlebihan, serta orientasi gaya hidup dan status sosial pada perilaku konsumtif; serta perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi, dan persiapan keuangan masa depan pada pengelolaan keuangan. Sementara itu, JOMO diukur melalui kemampuan menikmati kondisi tetap offline, fokus pada lingkungan sekitar, merasa puas tidak mengikuti aktivitas digital, serta memilih pengalaman nyata dibandingkan aktivitas online.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa FEB UNY dengan koefisien sebesar 0,513, serta berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan dengan koefisien sebesar -0,207. Selain itu, FOMO juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap JOMO dengan koefisien -0,435. Di sisi lain, JOMO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif dengan koefisien -0,310 dan berpengaruh positif serta signifikan terhadap pengelolaan keuangan dengan koefisien 0,498. Hasil analisis mediasi juga menunjukkan bahwa JOMO secara signifikan memediasi pengaruh FOMO terhadap perilaku konsumtif maupun pengelolaan keuangan. Secara keseluruhan, ketujuh hipotesis dalam penelitian ini diterima. Temuan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa dengan tingkat FOMO yang lebih tinggi cenderung memiliki kecenderungan perilaku konsumtif yang lebih tinggi dan pengelolaan keuangan yang lebih rendah, sedangkan JOMO berkaitan dengan kecenderungan konsumsi yang lebih terkendali dan pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pengaruh tekanan sosial digital dalam pengambilan keputusan ekonomi sehari-hari. Bagi mahasiswa, penguatan sikap JOMO dapat dilakukan dengan lebih sadar dalam menggunakan media sosial dan marketplace serta mempertimbangkan kebutuhan sebelum melakukan pembelian. Sementara itu, bagi FEB UNY, hasil penelitian dapat menjadi salah satu dasar dalam pengembangan edukasi literasi keuangan digital melalui kegiatan seperti lokakarya, kampanye edukatif, maupun integrasi materi mengenai JOMO dan pengendalian diri dalam pengelolaan keuangan. Penelitian ini juga merekomendasikan pengembangan kajian lanjutan dengan cakupan responden yang lebih luas serta penambahan variabel seperti literasi keuangan, kontrol diri, dan digital detox untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perilaku ekonomi mahasiswa di tengah perkembangan lingkungan digital.

KKN-M UNY Bantu UMKM Padukuhan Tulung Terdaftar di Google Maps lewat Program SODIG

Sebanyak tujuh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Padukuhan Tulung, Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, kini memiliki identitas digital berupa titik lokasi usaha pada Google Maps. Pendampingan tersebut merupakan hasil program SODIG (Sosialisasi dan Pendampingan Digital UMKM) yang dijalankan tim KKN-M Universitas Negeri Yogyakarta pada 5–13 September 2026.

Program ini berangkat dari catatan Lurah Tamanmartani, Gandang Hardjanata, pada saat penerjunan tim KKN-M. Salah satu permintaannya adalah agar mahasiswa menyusun program kerja pendampingan digital bagi UMKM di wilayahnya yang dinilai masih memerlukan bantuan. Hasil observasi di Padukuhan Tulung memperkuat kebutuhan tersebut. Minimnya visibilitas UMKM di Tulung terlihat dari sebagian pelaku usaha yang belum memiliki titik lokasi pada peta digital dan belum terbiasa menggunakan telepon pintar untuk keperluan usaha, sehingga usahanya sulit ditemukan pembeli dari luar wilayah. Kondisi ini mencerminkan belum optimalnya pengembangan dan pemasaran UMKM di Kalurahan Tamanmartani.

Karena itu, pemanfaatan digital dipilih sebagai sarana promosi sekaligus langkah awal transformasi digital bagi pelaku UMKM. Melalui program SODIG, pelaku usaha tidak hanya dikenalkan pada strategi pemasaran, tetapi juga didampingi langsung agar usahanya dapat ditemukan di ruang digital.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi konsep bauran pemasaran 4P (product, price, place, promotion) pada Sabtu, 5 September 2026 pukul 15.00–17.30 WIB di rumah Ketua RW 01, Badar. Sosialisasi sengaja ditumpangkan pada pertemuan rutin PKK Padukuhan Tulung dan diikuti 38 peserta. Pelaku UMKM sulit untuk dijangkau dari situ kita mengumpulkan satu per satu, melalui peserta pertemuan PKK juga banyak yang membuka usaha rumahan. Materi disampaikan melalui poster infografis bertajuk “4P Strategi Pemasaran untuk UMKM Kuliner” yang memuat contoh nyata, mulai dari cara memotret produk, menghitung harga jual, mendaftarkan lokasi usaha, hingga memanfaatkan media sosial dan status WhatsApp sebagai sarana promosi.

Tahap berikutnya adalah pendataan UMKM pada 7–9 September 2026 yang menghasilkan 18 UMKM terdata. Pendampingan kemudian dilakukan pada 11–13 September 2026 secara door to door dengan mendatangi seluruh pelaku usaha satu per satu, karena tidak semua hadir pada sosialisasi. Dari kunjungan tersebut, tujuh pelaku usaha bersedia didampingi memetakan lokasi usahanya, lima di antaranya telah terverifikasi dan muncul pada pencarian Google Maps, sedangkan dua lainnya masih menunggu proses verifikasi.

Pendampingan juga menghadirkan temuan yang menarik. Tiga pelaku usaha memilih tidak dipetakan. Pemilik usaha pemotongan ayam, misalnya, menilai pasokan dan permintaan usahanya sudah seimbang dengan pelanggan tetap yang dimiliki, sementara jumlah tenaga kerjanya terbatas sehingga ia khawatir kewalahan bila pesanan bertambah. Tim menghormati keputusan tersebut dan mencatatnya sebagai pelajaran bahwa digitalisasi perlu disesuaikan dengan kapasitas setiap usaha.

Selain penolakan, tim menghadapi kendala teknis berupa keterbatasan literasi digital pemilik usaha yang sebagian hanya terbiasa menggunakan WhatsApp, jaringan seluler yang kurang stabil di beberapa titik, serta pelaku usaha yang belum memiliki akun Google. Pada kunjungan yang sama, tim KKN-M turut membantu warga mengisi pendataan FORKAL (Forum Kalurahan) milik Kalurahan Tamanmartani sehingga satu kunjungan dapat menjawab dua kebutuhan sekaligus.

Program SODIG dijalankan dengan Hafif Pramana sebagai penanggung jawab program kerja, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Aulia Majid, S.T., M.Eng., serta dengan dukungan Dukuh Tulung, Veronica Hapsari Widyanti, dan pengurus PKK setempat. Ke depan, tim berharap pelaku UMKM dapat mengelola sendiri informasi usahanya, mulai dari memperbarui jam buka, menambah foto produk, hingga menanggapi ulasan pelanggan. Pendampingan lanjutan dan dukungan pemerintah kalurahan dinilai tetap diperlukan agar digitalisasi UMKM di Padukuhan Tulung berkelanjutan.

Pelatihan Praktik Simulasi Perkantoran Hadirkan Pengalaman Nyata bagi Siswa SMK Negeri 1 Banyudono

Pendidikan Administrasi Perkantoran (FEB UNY) menyelenggarakan Pelatihan Praktik Simulasi Perkantoran bagi siswa SMK Negeri 1 Banyudono pada Kamis (24/09/26) lalu. Kegiatan berlangsung di Laboratorium Simulasi Perkantoran FEB UNY. Peserta merupakan siswa program keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) SMK Negeri 1 Banyudono.sambutan dekan Sutirman

Pelatihan ini bertujuan menambah wawasan siswa tentang dunia perkantoran modern melalui praktik langsung. Dengan pendekatan yang interaktif dan aplikatif, siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mencoba berbagai kegiatan yang lazim dilakukan di lingkungan kerja profesional. Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembukaan di Ruang Auditorium FEB UNY dan pengarahan singkat mengenai tujuan serta alur pelatihan. Setelah itu, para siswa mengikuti praktik sesuai materi yang telah disiapkan oleh tim program studi dan tim laboratorium.

foto bersama SMK N 1 BanyudonoSiswa mempelajari dan mempraktikkan simulasi rapat, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga penyusunan notulen. Pengalaman ini memberikan pemahaman langsung tentang peran-peran yang saling berkaitan dalam mendukung kelancaran rapat. Pada sesi terakhir, siswa berlatih melayani tamu dan mengelola komunikasi perkantoran, sehingga kemampuan pelayanan prima dan sikap profesional mereka semakin terasah.

Melalui pelatihan ini, diharapkan siswa SMK Negeri 1 Banyudono memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata serta meningkatkan pemahaman dan keterampilan di bidang Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB). Kegiatan ini juga diharapkan mempererat kerja sama antara PADP FEB UNY dan SMK Negeri 1 Banyudono dalam mendukung kesiapan siswa memasuki dunia kerja.

 

Implementasi SDGs 4 melalui Pengembangan Bakat, Kreativitas, dan Karakter Siswa dalam Kegiatan HUT SMK Negeri 1 Klaten

KLATEN – Selama menjalankan Praktik Kependidikan (PK) di SMK Negeri 1 Klaten, Putri Tiana Novita Ramadani, mahasiswa S1 Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta, turut berpartisipasi dalam kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) SMK Negeri 1 Klaten Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak sekolah bersama Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) berlangsung pada 26–27 Agustus 2026 dan melibatkan seluruh siswa kelas X hingga XII serta para guru. Rangkaian kegiatan ini menjadi sarana pengembangan bakat, kreativitas, dan karakter siswa sekaligus bentuk implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Pelaksanaan kegiatan pada hari pertama, 26 Agustus 2026, diawali dengan pembukaan oleh panitia pelaksana, sambutan Kepala SMK Negeri 1 Klaten, Dra. Is Hardewi, M.Pd., serta pelepasan burung merpati sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan. Selanjutnya, siswa mengikuti lomba menghias tumpeng antarkelas, Jejak Juang, dan Puncak Juang untuk menumbuhkan kekompakan, sportivitas, dan semangat kebangsaan. Para guru juga turut dilibatkan melalui lomba susun kata, estafet jarik, dan mata batin untuk mempererat hubungan antarguru. Pada hari kedua, 27 Agustus 2026, kegiatan dibuka dengan sambutan kepala sekolah dan doa bersama, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Rangkaian acara meliputi Juramasa, catwalk Mas Mbak SMK Negeri 1 Klaten, penampilan Duta Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, dan Bahasa Prancis dengan tema “Integritas”, Smeru Got Talent, penampilan musikalisasi puisi, serta penampilan Smeru Band. Seluruh kegiatan menjadi sarana bagi siswa untuk mengekspresikan bakat, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengembangkan sikap kolaboratif.

Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi siswa dan guru. Melalui berbagai lomba dan penampilan, siswa memperoleh pengalaman belajar di luar kelas yang menekankan kreativitas, kerja sama, tanggung jawab, dan kepercayaan diri. Keterlibatan guru dalam kegiatan lomba juga memperkuat kebersamaan serta menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis. Tingginya partisipasi siswa dan guru menunjukkan tumbuhnya rasa memiliki terhadap sekolah. Kegiatan ini mendukung pencapaian SDGs 4 karena memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh siswa dan guru untuk mengembangkan potensi secara menyeluruh, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga seni, bahasa, kewirausahaan, dan karakter.

Semangat kreativitas, kolaborasi, dan kebersamaan yang terbangun melalui peringatan HUT SMK Negeri 1 Klaten Tahun 2026 diharapkan dapat terus dipertahankan. Sekolah diharapkan konsisten menyelenggarakan kegiatan pengembangan bakat dan karakter secara berkelanjutan agar siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, SMK Negeri 1 Klaten berupaya menjadikan lingkungan sekolah sebagai ruang belajar yang berkualitas dan berorientasi pada pengembangan potensi seluruh siswa dan guru.

 

Optimalisasi Microsoft Word dalam Melatih Keterampilan Praktik Penyusunan Surat pada Siswa Kelas XI MPLB SMK Negeri 2 Purworejo

Purworejo, 14 September 2026 – Putri Nadia Maisarah, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan pembelajaran praktik dalam penyusunan surat menggunakan aplikasi Microsoft Word kepada siswa kelas XI jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) di SMK Negeri 2 Purworejo. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama masa pembelajaran Praktik Kependidikan tahun 2026 di laboratorium komputer SMK Negeri 2 Purworejo. Kegiatan ditujukan kepada siswa kelas XI MPLB sebagai bagian dari pembelajaran Pengelolaan Administrasi Umum, khususnya pada materi korespondensi Bahasa Indonesia. Kegiatan tersebut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan keterampilan dan kompetensi peserta didik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Kegiatan dilaksanakan melalui pembelajaran teori dan praktik secara bertahap. Pada kegiatan praktik, siswa diarahkan untuk menggunakan Microsoft Word dalam menyusun berbagai jenis surat, mulai dari memahami bagian-bagian surat, mengatur format dan tata letak, hingga menyusun surat sesuai dengan bentuk dan ketentuan yang berlaku. Siswa juga dilatih menggunakan fitur Microsoft Word seperti pengaturan margin, jenis dan ukuran huruf, spasi, paragraf, pembuatan kop surat melalui header, penempatan logo, serta pengaturan garis pada kop surat. Selain itu, siswa mempraktikkan penyusunan surat niaga, seperti surat perkenalan, surat permintaan penawaran, surat penawaran, surat pesanan, surat pemberitahuan pengiriman, dan surat tagihan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PK memberikan contoh, instruksi praktik, pendampingan, serta umpan balik terhadap hasil pekerjaan siswa.

Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan pengetahuan korespondensi ke dalam dokumen surat yang dibuat menggunakan perangkat lunak perkantoran. Kegiatan praktik membantu siswa meningkatkan ketelitian dalam memperhatikan bagian dan format surat, sekaligus melatih keterampilan menggunakan Microsoft Word yang diperlukan dalam pekerjaan administrasi perkantoran. Bagi sekolah, kegiatan ini turut mendukung proses pembelajaran berbasis praktik dengan memanfaatkan fasilitas laboratorium komputer. Hal tersebut sejalan dengan SDG 4 karena pembelajaran tidak hanya berfokus pada pemahaman materi, tetapi juga pada pengembangan keterampilan praktis yang dapat menunjang kesiapan siswa menghadapi dunia kerja.

Kegiatan pembelajaran praktik ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi siswa dalam mengembangkan kompetensi administrasi perkantoran. Keterampilan dalam menyusun surat dan menggunakan Microsoft Word yang telah diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat terus diterapkan dan dikembangkan dalam pembelajaran berikutnya maupun pada saat siswa memasuki dunia kerja.

Praktik Telepon Kantor Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sebagai Bekal Keterampilan Komunikasi Siswa di Dunia Kerja dalam Mendukung SDGs 4 dan SDGs 8

Purworejo, 16 September 2026 – Laesa Nur Cahyani, Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), melaksanakan kegiatan pembelajaran berupa praktik telepon kantor dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris pada mata pelajaran Komunikasi di Tempat Kerja (KK MP), Program Keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis di SMK Negeri 2 Purworejo. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan, yaitu satu pertemuan untuk praktik komunikasi telepon Bahasa Indonesia dan dua pertemuan selanjutnya untuk praktik komunikasi telepon Bahasa Inggris. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menggunakan telepon kantor sekaligus melatih keterampilan komunikasi yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

Kegiatan ini berkaitan dengan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas dan SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui kegiatan praktik secara langsung, siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan teknis dan keterampilan komunikasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada pemahaman teori, tetapi juga memberikan pengalaman kepada siswa untuk menerapkan materi dalam situasi yang menyerupai lingkungan kerja. Kegiatan dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan berkomunikasi melalui telepon dalam pekerjaan perkantoran. Sebelum praktik, siswa terlebih dahulu mendapatkan materi mengenai etika bertelepon dan prosedur 7C dalam komunikasi, yaitu clarity (jelas), conciseness (singkat), concreteness (konkret), correctness (benar), coherence (runtut), completeness (lengkap), dan courtesy (santun). Materi tersebut menjadi dasar bagi siswa dalam melakukan komunikasi melalui telepon agar informasi yang disampaikan dapat diterima dengan jelas sesuai dengan etika komunikasi di tempat kerja.

Pada pertemuan pertama, siswa mempraktikkan penerimaan dan pemanggilan telepon dalam Bahasa Indonesia secara berpasangan. Praktik dilakukan tanpa membaca teks dialog sehingga siswa perlu memahami alur percakapan dan merespons lawan bicara secara langsung. Siswa dilatih menyampaikan salam pembuka, memperkenalkan diri atau instansi, mengidentifikasi penelepon, menyampaikan dan mencatat pesan, serta mengakhiri percakapan dengan baik. Pada dua pertemuan berikutnya, praktik dilanjutkan menggunakan Bahasa Inggris dengan dua skenario komunikasi di perusahaan. Skenario pertama adalah "making an appointment" atau membuat janji temu, sedangkan skenario kedua berkaitan dengan menjawab keluhan dan memberikan informasi produk kepada pelanggan. Dialog disusun oleh siswa secara berpasangan sebelum praktik, kemudian dipraktikkan tanpa membaca teks dengan memperhatikan penggunaan ungkapan yang sesuai, pelafalan, intonasi, kelancaran berbicara, serta alur komunikasi. Kegiatan ini memberikan pengalaman kepada siswa untuk menggunakan Bahasa Inggris dalam situasi komunikasi yang lebih dekat dengan kebutuhan pekerjaan.

Melalui kegiatan tersebut, siswa melatih kemampuan dalam berbicara, mendengarkan, menyampaikan informasi, mencatat pesan, dan merespons lawan bicara. Keterampilan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang relevan dengan dunia kerja dan mendukung penguatan keterampilan siswa sesuai dengan tujuan SDGs 4. Keterampilan komunikasi yang diperoleh juga dapat menjadi bekal bagi siswa sebagai calon tenaga kerja muda dalam menghadapi lingkungan kerja, yang berkaitan dengan SDGs 8. Ke depan, praktik komunikasi telepon dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris diharapkan dapat terus diterapkan dalam pembelajaran di SMK Negeri 2 Purworejo agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman menggunakan keterampilan komunikasi dalam situasi yang mendekati kebutuhan dunia kerja.

Ekonomi Tumbuh, Masyarakat Sejahtera, Lingkungan Terjaga melalui Permainan Edukatif “Build Your Country: Economic Growth & SDGs 8”

Selasa (22/09) lalu, bertempat di SMA Negeri 6 Yogyakarta telah dilaksanakan kegiatan pembelajaran berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) pada mata pelajaran Ekonomi bersama siswa kelas XI F-8. Kegiatan mengangkat tema “Ekonomi Tumbuh, Masyarakat Sejahtera, Lingkungan Terjaga” melalui permainan edukatif “Build Your Country: Economic Growth & SDGs”.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai konsep pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi dan pendapatan, tetapi juga perlu memperhatikan kesejahteraan masyarakat, pemerataan ekonomi, serta kelestarian lingkungan. Melalui kegiatan permainan, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan berperan sebagai pemerintah dari suatu negara. Setiap kelompok diberikan anggaran awal yang harus dikelola untuk menentukan berbagai kebijakan pembangunan, seperti industri, pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, energi terbarukan, pemerataan ekonomi, infrastruktur hijau, serta produksi yang bertanggung jawab.

Dalam pelaksanaannya, setiap kelompok berdiskusi untuk menentukan kebijakan yang sesuai dengan kondisi negara mereka. Siswa kemudian menghitung dampak setiap kebijakan terhadap tiga aspek utama, yaitu Pertumbuhan Ekonomi, Kesejahteraan Masyarakat, dan Lingkungan. Selain itu, siswa menghadapi kartu kejadian yang menggambarkan kondisi ekonomi atau lingkungan yang tidak terduga dan harus menentukan strategi perbaikan melalui anggaran tambahan. Setelah permainan selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasil keputusan, dampak kebijakan, serta keterkaitannya dengan tujuan SDGs.

Kegiatan berlangsung secara aktif dan interaktif. Siswa menunjukkan antusiasme dalam berdiskusi, mengambil keputusan, menghitung dampak kebijakan, serta menyampaikan hasil permainan di depan kelas. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu memahami bahwa pertumbuhan ekonomi perlu diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan lingkungan sehingga tercipta pembangunan yang berkelanjutan. (yzt)

Bukan Sekadar Jalan-Jalan, Siswa SMA 1 Bantul Bongkar Ekonomi Kreatif

Puluhan siswa kelas X-I SMA Negeri 1 Bantul melaksanakan observasi kokurikuler ke Padukuhan Piring II, Kalurahan Murtigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, pada Kamis, 10 September 2026. Kegiatan yang didampingi mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Ekonomi ini bertujuan mengenalkan siswa pada potensi ekonomi kreatif dan kearifan lokal masyarakat setempat, sekaligus menjadi wujud kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta poin 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Rombongan yang didampingi wali kelas, Ibu Martini, disambut oleh Kepala Dukuh Piring II, Bapak Danan, sebelum memulai observasi. Siswa lebih dulu mendatangi rumah produksi kuliner khas adrem milik Ibu Siti untuk mengamati proses pembuatan kue tradisional berbahan tepung beras dan gula merah tersebut, mulai dari bahan baku hingga pemasarannya, sekaligus menggali data kependudukan setempat seperti tingkat pendidikan dan perbandingan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan. Kegiatan dilanjutkan ke rumah Bapak Budi, pengrajin yang mengolah eceng gondok, gedebog pisang, dan daun pandan menjadi tas, keranjang, dan karpet. Sebagian pengrajin yang terlibat merupakan warga sekitar, mayoritas ibu rumah tangga yang menjadikan kegiatan ini sebagai usaha sampingan untuk menambah penghasilan keluarga, dengan hasil produksi yang telah dipasarkan hingga ke berbagai daerah di luar Bantul. Siswa berdialog langsung mengenai teknik pengolahan bahan hingga strategi menjaga kelangsungan usaha di tengah persaingan pasar.

Dari kunjungan ini, siswa memperoleh pemahaman konkret tentang bagaimana ekonomi kerakyatan tumbuh dari pemanfaatan sumber daya alam lokal secara berkelanjutan. Bapak Budi menjelaskan bahwa kerajinan eceng gondok dari kawasan Bantul telah menembus pasar ekspor ke sejumlah negara seperti Prancis, Amerika Serikat, dan Inggris dengan nilai keuntungan yang cukup tinggi. Salah satu siswa, Tsaqif Revada dari kelompok 3 kelas X-I, mengaku mendapat banyak wawasan baru. "Saya pernah melihat produk seperti keranjang dan karpet, tapi baru tahu ternyata itu terbuat dari eceng gondok. Ternyata produk semacam itu juga ada di sekitar saya di daerah Bantul," ujarnya. Ia menilai kegiatan kokurikuler semacam ini penting diadakan sekolah agar pelajar semakin memahami kondisi ekonomi dan sosial di luar lingkungan sekolah.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan rombongan tiba kembali di sekolah sekitar pukul 12.00 WIB. Melalui observasi ini, mahasiswa PK Pendidikan Ekonomi berharap siswa semakin peka terhadap potensi ekonomi di lingkungan sekitar, termotivasi melestarikan produk lokal, serta tumbuh menjadi generasi muda yang menghargai kearifan lokal dan berpikir kritis dalam melihat persoalan ekonomi, sosial, dan lingkungan di sekitarnya.

Jelajahi Kampung Batik Giriloyo, Mahasiswa UNY Bimbing Siswa SMA N 1 Bantul Gali Potensi Ekonomi Desa

BANTUL — Pada Kamis, 10 September 2025 SMA Negeri 1 Bantul melaksanakan kegiatan kokurikuler berjudul “Ensiklopedia Digital Potensi Desadi Kabupaten Bantul” yang berlangsung di sembilan dusun di wilayah Kabupaten Bantul, salah satunya Dusun Giriloyo, Kecamatan Imogiri yang masyarakatnya dikenal sebagai sentra pembatik tulis. Kegiatan ini dilaksanakan oleh guru bersama mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan sasaran seluruh peserta didik kelas 10. Kegiatan ini relevan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan).

Kegiatan ini bertujuan mengenalkan peserta didik pada potensi sosial, ekonomi, dan budaya di lingkungan sekitar melalui observasi lapangan secara langsung. Peserta didik dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan didampingi guru serta mahasiswa PK UNY untuk mengamati kehidupan masyarakat dari berbagai sudut pandang mata pelajaran, yakni sosiologi, ekonomi, sejarah, geografi, dan pendidikan agama. Di Dusun Giriloyo, peserta didik mengamati langsung proses produksi batik tulis mulai dari pembuatan pola, pencantingan, hingga pewarnaan kain, serta berdialog dengan para pembatik mengenai sejarah dan perkembangan usaha batik yang telah menjadi mata pencaharian turun-temurun warga setempat. Hasil observasi tersebut selanjutnya didokumentasikan dan disusun menjadi sebuah ensiklopedia digital yang memuat profil potensi setiap dusun.

Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peserta didik berupa penguatan pemahaman lintas disiplin ilmu serta kepekaan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sekitar. Bagi masyarakat Dusun Giriloyo, kegiatan ini turut membantu mendokumentasikan dan mempromosikan usaha batik tulis sebagai warisan budaya sekaligus sumber penghidupan ekonomi warga, sejalan dengan SDG 8 dan SDG 9. Pendekatan pembelajaran lintas mata pelajaran yang diterapkan turut mendukung SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, sementara cakupan observasi ke sembilan dusun berkontribusi pada SDG 11 melalui upaya pelestarian aset sosial dan budaya di berbagai wilayah Kabupaten Bantul.

Melalui kegiatan “Ensiklopedia Digital Potensi Desa di Kabupaten Bantul” ini, sekolah berharap peserta didik dapat terus mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar sekaligus menghasilkan dokumentasi yang bermanfaat bagi pelestarian potensi desa. Kegiatan ini juga diharapkan dapat ditindaklanjuti dan dikembangkan pada periode pembelajaran berikutnya sebagai bagian dari penguatan wawasan sosial dan lingkungan peserta didik.

Akselerasi SDGs Desa: Mahasiswa KKN UNY Dorong Penguatan Profil UMKM Kenteng Lewat Branding Visual dan Digitalisasi Peta

SEMANU, GUNUNGKIDUL — Upaya mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) tidak hanya menjadi narasi di tingkat global maupun nasional, tetapi terus diakselerasi hingga ke pelosok pedesaan. Berkomitmen mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menghadirkan inovasi penguatan profil Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pembuatan banner promosi serta pendataan lokasi pada Google Maps di Padukuhan Kenteng, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul.

Program kerja individu yang digagas oleh Muhammad Plato Wibowo., mahasiswa Manajemen FEB UNY, secara langsung mendukung pencapaian indikator SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (serta SDGs Desa ke-8: Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata) dan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur Digital.

Mendorong Daya Saing dan Ekonomi Lokal yang Inklusif (SDG 8)

UMKM di Padukuhan Kenteng memiliki keberagaman potensi usaha yang luar biasa, mulai dari usaha kuliner olahan (Warung Bu Sumirah), produk kerajinan tangan souvenir (Kirana Crafts), furnitur perkayuan (Mebel Pak Ugit), hingga jasa pangkas rambut lokal. Namun, keterbatasan identitas fisik dan ketergantungan pada pemasaran dari mulut ke mulut (word-of-mouth) sering kali menghambat cakupan pasar mereka.

Melalui penyediaan banner promosi visual yang menarik dan informatif, para pelaku usaha kini memiliki identitas brand yang lebih profesional dan tepercaya di mata masyarakat. Langkah ini memperkuat daya saing UMKM lokal serta membuka peluang pendapatan yang lebih stabil bagi warga pedesaan, selaras dengan semangat SDG 8 untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

"Pemasangan banner ini membuat warung dan tempat usaha kami jadi kelihatan rapi dan resmi. Sekarang pembeli dari luar RT atau pengguna jalan yang lewat jadi langsung tahu apa saja yang dijual," ungkap salah satu pemilik UMKM di Padukuhan Kenteng.

Menjembatani Kesenjangan Digital Pemasaran Desa (SDG 9)

Selain penguatan media fisik, digitalisasi berbasis lokasi melalui penandaan titik koordinat presisi pada Google Maps (Google Business Profile) menjadi akselerator penting dalam menjawab tantangan keterbukaan aksesibilitas di era digital. Pendampingan geotagging dan pendaftaran lokasi ini merupakan wujud nyata penerapan SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur Digital).

Ketersediaan titik navigasi digital memudahkan wisatawan maupun konsumen dari luar wilayah Kapanewon Semanu untuk menemukan lokasi toko fisik UMKM secara cepat dan akurat. Integrasi promosi offline (banner) dan online (Google Maps) menciptakan ekosistem bisnis lokal yang siap bersaing di pasar modern.

Ciptakan Model Pemberdayaan Berkelanjutan

Program pendampingan UMKM di Padukuhan Kenteng menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, perangkat pedesaan, dan masyarakat dalam merealisasikan indikator SDGs Desa. Inovasi sederhana namun tepat sasaran ini terbukti mampu memberikan dampak langsung (direct impact) bagi peningkatan visibilitas bisnis warga lokal.

"Tujuan utama kami adalah agar digitalisasi dan penguatan brand tidak hanya menjadi jargon formalitas, tetapi benar-benar membawa manfaat ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi warga Padukuhan Kenteng," terang Muhammad Plato W. selaku pelaksana program KKN.

Melalui langkah konkret ini, KKN UNY berhasil meletakkan fondasi transformasi ekonomi digital di Padukuhan Kenteng, membuktikan bahwa pencapaian SDGs Desa dapat dimulai dari langkah nyata penguatan unit usaha terdepan di tingkat RT/RW.

Pages