Ubah Teori Jadi Aksi: Mahasiswa PK FEB Integrasikan Materi Proses Bisnis dan SDGs di SMKN 7 Yogyakarta

Mumtaazah Zalfa Salsabila, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menyelenggarakan kegiatan penyampaian materi pembelajaran interaktif pada mata pelajaran Proses Bisnis di kelas SMK Negeri 7 Yogyakarta (Skaven). Pembelajaran dirancang secara kontekstual dengan memadukan teori manajemen operasional perkantoran serta aksi nyata lingkungan guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Sasaran utama kegiatan ini adalah seluruh siswa kelas Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis SMK Negeri 7 Yogyakarta. Inisiatif ini secara spesifik berkontribusi pada pencapaian SDGs Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui inovasi pembelajaran di kelas, SDGs Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui edukasi pengelolaan limbah, serta SDGs Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pembekalan kompetensi pelayanan bisnis bagi peserta didik.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman praktis siswa mengenai struktur operasional organisasi sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis dan potensi diri. Dalam proses pelaksanaannya di kelas, mahasiswa PK menyampaikan materi Proses Bisnis sesuai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mencakup Core Process, Supporting Process, dan Management Process. 

Konsep Core Process diimplementasikan melalui simulasi alur pelayanan dan penerimaan tamu di area lobby sekolah sebagai pusat operasional informasi. Sebagai bentuk Supporting Process, siswa diajak mengaplikasikan efisiensi lingkungan melalui program Jumat Bersih dengan aktivitas memilah dan memilih sampah secara terstruktur. Sementara itu, Management Process dan pengasahan bakat siswa diwujudkan melalui ajang Got Talent Sjaven. Seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses berkat dukungan penuh dari para guru serta pengurus OSIS SMK Negeri 7 Yogyakarta yang aktif membantu penuh kelancaran dan keberlangsungan acara. 

Hasil dari pelaksanaan rangkaian kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang signifikan terhadap penerapan teori Proses Bisnis di dunia nyata, khususnya pada efisiensi tata kelola lobby dan pengelolaan kebersihan lingkungan sekolah. Dampak positif yang dirasakan peserta didik meliputi terasahnya keterampilan berkomunikasi, menguatnya karakter peduli lingkungan, serta meningkatnya rasa percaya diri melalui panggung bakat. Manfaat bagi pihak SMK Negeri 7 Yogyakarta adalah terciptanya lingkungan belajar yang lebih bersih, rapi, dan inklusif berkat sinergi antara mahasiswa, guru, dan pengurus OSIS. Secara langsung, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian indikator SDGs dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Melalui keberhasilan program ini, diharapkan integrasi antara materi pembelajaran Proses Bisnis dan nilai-nilai SDGs dapat terus diterapkan serta dikembangkan secara mandiri oleh pihak sekolah. Sebagai tindak lanjut, mahasiswa PK FEB merekomendasikan pembentukan pembiasaan pemilahan sampah rutin dan pemanfaatan area lobby sebagai laboratorium praktik pelayanan secara berkala. Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu mencetak lulusan SMK Negeri 7 Yogyakarta yang berdaya saing tinggi, kompeten di bidang administrasi perkantoran, serta memiliki kepedulian sosial dan lingkungan yang kuat. (mzs)