SDGs #4 Pendidikan

Membekali Generasi Muda dengan Literasi Finansial melalui Implementasi SDGs ke-12 di SMA Negeri 1 Pundong

Sebagai bagian dari pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Hetika Precillia Anggraeni, mahasiswa PK UNY, melaksanakan kegiatan pembelajaran berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) ke-12 di SMA Negeri 1 Pundong, Senin hingga Rabu (10-12/08/26) lalu. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam pembelajaran ekonomi bersama peserta didik kelas X A, X B, dan X C dengan mengangkat materi skala prioritas dan literasi finansial. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk penerapan SDGs ke-12, yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, melalui pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk menggunakan dan mengelola sumber daya, termasuk keuangan, secara bijak dan bertanggung jawab. Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menghubungkan pembelajaran di kelas dengan permasalahan dan kebutuhan yang dekat dengan kehidupan peserta didik.

Kegiatan pembelajaran bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus pengalaman praktis kepada peserta didik mengenai pentingnya menentukan prioritas dan mengelola keuangan secara terencana. Dalam pelaksanaannya, peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman materi secara teoretis, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menerapkannya melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Pada LKPD tersebut, peserta didik diminta menentukan target yang ingin dicapai, menyusun tabel skala prioritas, serta mencatat pendapatan dan pengeluaran. Melalui aktivitas tersebut, peserta didik diajak untuk memahami pentingnya menentukan kebutuhan yang harus didahulukan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membuat perencanaan keuangan sederhana berdasarkan kondisi yang dimiliki. Pembelajaran dirancang agar materi ekonomi tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi juga dapat dikaitkan dengan kebiasaan dan kondisi yang ditemui peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Penerapan kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk mulai menerapkan pengetahuan dalam mengelola keuangan secara lebih terencana. Literasi finansial menjadi bekal penting bagi generasi muda, terutama ketika mereka memasuki usia produktif dan mulai menghadapi berbagai keputusan keuangan secara mandiri. Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan mampu menggunakan produk dan layanan keuangan dengan bijak, memahami risiko dalam aktivitas keuangan, serta memiliki kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan. Selain itu, kegiatan menyusun skala prioritas serta mencatat pendapatan dan pengeluaran membantu membangun sikap disiplin dan tanggung jawab dalam mengelola sumber daya yang dimiliki. Dari sisi implementasi SDGs ke-12, kegiatan ini mendorong peserta didik untuk membangun pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab dengan mempertimbangkan kebutuhan, manfaat, serta kemampuan sebelum mengambil keputusan.

Melalui penerapan SDGs ke-12 dalam pembelajaran ekonomi ini, pemahaman yang diperoleh peserta didik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan mengelola keuangan sejak bangku sekolah diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang lebih cerdas dan bertanggung jawab dalam menggunakan sumber daya. Dengan pengetahuan dan keterampilan finansial yang memadai, peserta didik diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak, menggunakan produk keuangan dengan tepat, menghindari risiko keuangan yang merugikan, serta memiliki kemampuan untuk merencanakan masa depan. Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang cerdas secara finansial, disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab, sekaligus memiliki bekal untuk membangun kehidupan finansial yang sehat dan masa depan yang lebih cerah. (htk)

 

Sujarwi Raih Gelar Doktor di FEB UNY: Kembangkan Modul SIA Terintegrasi Tableau untuk Tingkatkan Hasil Belajar Akuntansi Vokasi

Promovendus Sujarwi resmi meraih gelar Doktor Pendidikan Ekonomi dan Bisnis setelah sukses mempertahankan hasil penelitiannya dalam Ujian Terbuka Doktor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), Selasa (11/8/2026). Di hadapan dewan penguji, keluarga, dan kolega, Sujarwi memaparkan disertasi berjudul "Pengembangan Modul Ajar Sistem Informasi Akuntansi Terintegrasi Aplikasi Tableau untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa D-IV Akuntansi". Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan transformasi digital yang mengharuskan pembelajaran akuntansi tidak hanya berfokus pada penguasaan teori konvensional, tetapi juga mengintegrasikan literasi data dan kemampuan analitik berbasis teknologi modern.

Penelitian dan pengembangan (Research and Development) ini mengadaptasi model Borg dan Gall melalui delapan tahapan sistematis, mulai dari analisis kebutuhan, perancangan, validasi ahli, hingga uji coba lapangan dan finalisasi produk. Hasil pengembangan melahirkan modul ajar yang memuat 10 materi utama dilengkapi praktikum Tableau, dataset simulatif, studi kasus, refleksi, serta evaluasi interaktif yang disajikan dalam bentuk buku cetak dan diintegrasikan ke dalam platform Learning Management System (LMS) BeSmart UNY. Proses validasi melibatkan tiga ahli materi dan media, sementara uji coba dilakukan secara terbatas pada 10 mahasiswa serta uji coba lapangan kepada 80 mahasiswa D-IV Akuntansi yang terbagi secara seimbang ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Hasil pengujian membuktikan bahwa modul yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan yang sangat tinggi dengan skor rata-rata 4,59 (91,80%) dan kriteria sangat praktis sebesar 4,49 (89,79%). Dari sisi efektivitas kognitif, kelas eksperimen yang memanfaatkan modul mengalami lonjakan rerata nilai hasil belajar dari 76,80 menjadi 91,35 dengan skor N-gain sebesar 0,69, jauh melampaui kelas kontrol yang hanya meningkat dari 74,13 menjadi 77,40 dengan N-gain 0,13. Pengujian statistik Mann-Whitney menunjukkan perbedaan peningkatan yang sangat signifikan ($p < 0,001$), sementara analisis kovarians (ANCOVA) memperkuat temuan tersebut dengan nilai $F(1, 77) = 2.543,626$ ($p < 0,001$) dan partial eta squared 0,971, menegaskan bahwa penerapan modul terintegrasi Tableau ini terbukti sangat efektif dalam meningkatkan kompetensi analitik mahasiswa.

Sidang Ujian Terbuka tersebut dipimpin oleh Dr. Denies Priantinah, M.Si., Ak., CA., selaku Ketua Penguji, didampingi Dr. Mustofa, S.Pd., M.Sc., sebagai Sekretaris Penguji, serta Prof. Dr. Siswanto, M.Pd. (Promotor) dan Dr. Sutirman, M.Pd. (Ko-Promotor). Sementara itu, jajaran penguji independen diisi oleh Prof. Dr. E. Muhtar, M.Si., CFrA., dan Prof. Dr. Endang Mulyani, M.Si. Dewan penguji mengapresiasi kebaruan dan kontribusi praktis dari modul ajar ini dalam menjawab tantangan kurikulum akuntansi terapan, di mana jalannya ujian berlangsung khidmat dengan dukungan penuh dari keluarga promovendus serta jajaran pimpinan dan kolega dari Rektorat UNY.

Inovasi pembelajaran akuntansi ini memberikan kontribusi strategis terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan modul interaktif berteknologi tinggi secara langsung mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan sarana pembelajaran vokasi yang inklusif, relevan, dan bermutu tinggi. Pengembangan literasi data berbasis aplikasi analitik Tableau juga menyokong SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan membekali lulusan D-IV Akuntansi keterampilan digital terapan yang berdaya saing tinggi di pasar kerja global. Selain itu, pemanfaatan ekosistem digital LMS BeSmart selaras dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dalam mendorong modernisasi infrastruktur pendidikan berbasis inovasi teknologi secara berkelanjutan. (fdh)

Angkat Isu Kepemimpinan Pro-Sosial, Dosen Manajemen UNY Raih Gelar Doktor di FEB UGM

Dosen Departemen Manajemen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Dr. Zahrotush Sholikhah, M.Si., resmi menyandang gelar doktor usai berhasil melampaui Sidang Tertutup Disertasi pada Program S3 Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Jumat (7/8/2026). Ujian yang diselenggarakan di gedung Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM tersebut menuntaskan jenjang pendidikan akademik tertinggi di bidang ilmu manajemen.

Dalam penelitian doktoralnya, Dr. Zahro mengusung tema kajian mengenai kemunculan pemimpin pro-sosial yang berada di bawah lingkup Leadership dan Perilaku Organisasi. Penelitian ini secara mendalam menelisik proses-proses psikologis yang mendasari bagaimana seorang individu dapat tumbuh dan muncul menjadi figur pemimpin yang berorientasi pada kebermanfaatan nyata bagi masyarakat serta lingkungan kerjanya.

Hasil riset ini berupaya memperluas pemahaman teoritis tentang dinamika kepemimpinan modern sekaligus memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan sumber daya manusia. Melalui studi ini, diharapkan lahir perspektif baru dalam mencetak calon-calon pemimpin masa depan yang tidak sekadar mengandalkan kapasitas manajerial dan kompetensi teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, rasa empati, serta dedikasi pada kepentingan bersama.

Sidang Tertutup ini berlangsung khidmat di hadapan dewan penguji yang terdiri dari delapan penguji, yaitu Nofie Iman Vidya Kemal, S.E., M.Sc., Ph.D., Prof. Gugup Kismono, M.B.A., Ph.D., Rr. Tur Nastiti, M.Si., Ph.D., Prof. Dr. Reni Rosari, M.B.A., Sari Sitalaksmi, M.Mgt., Ph.D., Dr. Ratno Purnomo, M.Si., Dr. Diah Retno Wulandaru, M.B.A., dan Bita Puspitasari, S.E., M.Econ., Ph.D.

Raihan akademis dan tema riset ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), utamanya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kualitas tenaga pengajar perguruan tinggi serta pengembangan ilmu pengetahuan berbasis riset. Selain itu, temuan ini sangat relevan dengan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), di mana hadirnya kepemimpinan berorientasi pro-sosial menjadi fondasi penting untuk membangun tata kelola organisasi yang beretika, inklusif, akuntabel, dan berpihak pada kesejahteraan publik. (fdhl)

Meningkatkan Kesadaran SDGs 4 melalui Problem Based Learning dalam Pembelajaran Ekonomi pada Siswa SMA Negeri 2 Banguntapan

Anggun Pinesti Priyanto, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), melaksanakan pembelajaran ekonomi melalui Problem Based Learning berbasis Sustainable Development Goal 4 (SDGs) 4. Dalam pembelajaran ekonomi materi kelangkaan bersama dengan siswa kelas X Fase E6 SMA Negeri 2 Banguntapan. Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan pada Senin (10/08/26) lalu di bawah bimbingan guru pamong, Ika Sri Pramitasari, S.Pd. di ruang kelas X Fase E6 SMA Negeri 2 Banguntapan, Bantul, DIY sebagai bagian dari pelaksanaan kegiatan Praktik Kependidikan (PK). Pembelajaran dirancang menggunakan model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran ekonomi dengan materi kelangkaan sumber daya. Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa kelas X Fase E6 yang dibagi ke dalam beberapa kelompok diskusi. Kegiatan ini berkaitan erat dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, karena berupaya menghadirkan proses pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan permasalahan nyata di masyarakat.

Pembelajaran ini bertujuan dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menganalisis fenomena kelangkaan sumber daya di lingkungan sekitar serta mengaitkannya dengan isu pemerataan akses pendidikan. Proses pelaksanaan diawali dengan penyampaian pengenalan permasalahan kontekstual oleh mahasiswa PK, yaitu ketimpangan akses pendidikan yang dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya di beberapa wilayah. Selanjutnya, siswa secara berkelompok mengidentifikasi penyebab kelangkaan sumber daya, mengumpulkan data pendukung, serta merumuskan alternatif solusi. Materi yang digunakan meliputi konsep dasar ekonomi tentang kelangkaan, kebutuhan, dan pilihan, yang kemudian dikaitkan dengan contoh data sederhana mengenai kondisi pendidikan di berbagai daerah perkotaan maupun pedesaan. Pihak yang terlibat dalam kegiatan ini adalah mahasiswa PK sebagai fasilitator, guru pamong sebagai pendamping, dan siswa sebagai peserta aktif diskusi.

Dengan hadirnya pembelajaran ini mampu meningkatkan pemahamanan siswa terhadap keterkaitan antara kelangkaan sumber daya dan ketimpangan akses pendidikan. Melalui diskusi kelompok, siswa mampu mengidentifikasi berbagai faktor penyebab ketimpangan, seperti keterbatasan sarana prasarana, distribusi tenaga pendidik yang tidak merata, dan kondisi ekonomi masyarakat. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa tumbuhnya kesadaran siswa akan pentingnya pemerataan pendidikan sebagai salah satu wujud pembangunan berkelanjutan. Selain itu, penerapan model PBL turut melatih keterampilan berpikir kritis, kerja sama, dan komunikasi siswa, sekaligus memperkuat kontribusi pembelajaran Ekonomi terhadap pencapaian SDGs 4 di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaksanaan pembelajaran berbasis masalah yang lebih luas di SMA Negeri 2 Banguntapan, khususnya dalam mengintegrasikan isu-isu SDGs ke dalam berbagai mata pelajaran. Ke depan, diharapkan pendekatan serupa dapat diterapkan secara berkelanjutan agar siswa semakin peka terhadap persoalan sosial di sekitarnya dan turut berperan aktif dalam mendukung pemerataan akses pendidikan yang berkualitas. (agn)

Membangun Kesadaran Konsumsi Bertanggung Jawab melalui Pembelajaran Kebutuhan dan Kelangkaan Berbasis Masalah di Kelas XF SMA Negeri 1 Pundong

Elista Dea Nur Rahayu mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi yang melaksanakan Praktik Kependidikan (PK) mengajar mata pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 1 Pundong Bantul, Jumat (07/08/26) lalu. Melaksanakan pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi kebutuhan, kelangkaan, dan biaya peluang kepada peserta didik kelas XF. Kegiatan pembelajaran mengangkat permasalahan ekonomi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik dan dikaitkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui kegiatan analisis masalah dan penyusunan solusi dalam bentuk poster.

Pembelajaran diawali dengan penyajian permasalahan kontekstual yang mendorong peserta didik untuk mengidentifikasi masalah ekonomi di lingkungan sekitar. Peserta didik kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menganalisis salah satu dari empat studi kasus, yaitu sampah makanan (food waste) di kantin sekolah, krisis air bersih saat musim kemarau, penggunaan plastik sekali pakai yang berlebihan, serta kenaikan harga beras akibat gagal panen. Melalui diskusi kelompok, peserta didik menganalisis hubungan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan sumber daya yang terbatas, dampak kelangkaan, serta biaya peluang dalam menentukan pilihan. Hasil analisis selanjutnya dituangkan dalam poster yang memuat permasalahan, dampak, dan solusi yang dapat diterapkan oleh peserta didik, masyarakat, maupun pihak terkait.

Kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang mendorong peserta didik tidak hanya memahami konsep ekonomi secara teoritis, tetapi juga menghubungkannya dengan permasalahan nyata. Peserta didik belajar mempertimbangkan penggunaan sumber daya secara bijak, menentukan prioritas kebutuhan, serta memahami konsekuensi dari setiap pilihan ekonomi. Pembuatan poster juga melatih kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, berkomunikasi, dan menghasilkan solusi kreatif. Melalui kegiatan ini, pembelajaran Ekonomi turut mendukung pencapaian SDG 12 dengan menumbuhkan kesadaran peserta didik mengenai pentingnya mengurangi pemborosan makanan, menghemat air, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan memanfaatkan sumber daya secara bertanggung jawab.

Melalui pembelajaran berbasis masalah ini, diharapkan kesadaran peserta didik terhadap perilaku konsumsi yang bertanggung jawab dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dengan mengangkat berbagai permasalahan ekonomi dan lingkungan yang aktual sehingga pembelajaran Ekonomi semakin bermakna serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan. (els)

Mendorong Pendidikan Berkualitas melalui Pembelajaran Ekonomi: Penerapan Teknik Jigsaw pada Materi Kebutuhan dan Kelangkaan di Kelas X SMA Negeri 1 Wonosari

Pendidikan berkualitas dapat diwujudkan melalui proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada setiap murid untuk terlibat aktif dalam memperoleh dan membangun pengetahuan. Hal tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 atau SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas yang menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas. Upaya tersebut diterapkan oleh Isma Cahyawati, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta dalam kegiatan Praktik Kependidikan (PK) di SMA Negeri 1 Wonosari pada hari Selasa, (04/08/26) lalu di ruang kelas XA dan ruang kelas XB. Kegiatan dilaksanakan pada murid kelas X melalui pembelajaran Ekonomi dengan materi Kebutuhan dan Kelangkaan menggunakan teknik Jigsaw. Penerapan teknik tersebut dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif, kerja sama, dan pemerataan pemahaman murid dalam proses pembelajaran.

Kegiatan diawali dengan pertanyaan pemantik mengenai fenomena kebutuhan dan kelangkaan dalam kehidupan sehari-hari untuk menggali pengetahuan awal murid. Selanjutnya, murid dibagi menjadi enam kelompok dan setiap kelompok memperoleh submateri yang berbeda. Masing-masing kelompok mempelajari submateri melalui diskusi, mencari dan mengumpulkan informasi, kemudian menuangkan hasil pemahamannya ke dalam LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik). Setelah itu, setiap anggota berpindah ke kelompok lain untuk memperoleh informasi mengenai submateri yang belum dipelajari. Murid kemudian kembali ke kelompok asal untuk menyampaikan dan mengajarkan informasi yang diperoleh kepada teman-temannya. Kegiatan diakhiri dengan kuis kelompok dan penyimpulan materi secara bersama-sama untuk memperkuat pemahaman murid.

Penerapan teknik Jigsaw memberikan kesempatan kepada setiap murid untuk berperan aktif sebagai pembelajar sekaligus sumber informasi bagi teman sebaya. Proses tersebut mendorong murid untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, serta kemampuan memahami dan menyampaikan informasi. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian SDG 4 karena menciptakan proses pembelajaran yang partisipatif, kolaboratif, inklusif, dan memberikan kesempatan yang merata kepada murid untuk terlibat dalam pembelajaran. Selain mendukung pemahaman materi Kebutuhan dan Kelangkaan, kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif dan bermakna bagi murid.

Penerapan pembelajaran dengan teknik Jigsaw diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk inovasi dalam pelaksanaan Praktik Kependidikan sekaligus mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas. Penggunaan teknik pembelajaran yang melibatkan murid secara aktif dapat terus dikembangkan pada materi Ekonomi lainnya dengan menyesuaikan karakteristik materi dan kebutuhan murid. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pemahaman materi, tetapi juga memberikan ruang bagi murid untuk belajar, bekerja sama, dan berbagi pengetahuan secara aktif. (ism)

Dari Satu Station ke Station Lain, Pembelajaran Ekonomi Dorong Pendidikan Berkualitas

Pembelajaran Ekonomi di kelas XI F3 SMA Negeri 1 Ngemplak dilaksanakan menggunakan model Station Rotation sebagai upaya menciptakan pengalaman belajar yang aktif dan interaktif. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (06/08/2026) lalu dengan melibatkan peserta didik kelas XI F3, guru, dan mahasiswa Praktik Kependidikan (PK), salah satunya yaitu Kanya Kansa. Melalui model pembelajaran ini, peserta didik tidak hanya menerima materi melalui penjelasan, tetapi terlibat langsung dalam berbagai aktivitas untuk memahami materi Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi. Pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif peserta didik tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas.

Kegiatan Station Rotation terdiri atas empat station dengan aktivitas yang berbeda. Pada Station 1, peserta didik menghitung laju pertumbuhan ekonomi berdasarkan data yang diberikan dan menjawab pertanyaan mengenai teori pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya, pada Station 2, peserta didik mengklasifikasikan berbagai contoh peristiwa ekonomi ke dalam pertumbuhan ekonomi atau pembangunan ekonomi serta memberikan alasan atas klasifikasi tersebut. Pada Station 3, peserta didik menganalisis artikel mengenai permasalahan di suatu daerah, mengidentifikasi permasalahan beserta dampaknya, kemudian merumuskan solusi. Sementara itu, Station 4 mengajak peserta didik membuat mind map secara berantai dengan menambahkan definisi, karakteristik, dan ilustrasi mengenai pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Setiap kelompok berpindah dari satu station ke station berikutnya sesuai waktu yang telah ditentukan dengan pendampingan guru dan mahasiswa PK.

Beragam aktivitas dalam setiap station memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan pemahaman ekonomi melalui kegiatan menghitung, mengklasifikasikan, menganalisis, berdiskusi, dan menyampaikan gagasan. Peserta didik juga bekerja sama dalam kelompok dan terlibat dalam penyelesaian tugas pada setiap station. Dengan demikian, pembelajaran ekonomi tidak hanya berfokus pada penguasaan konsep, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini menjadi salah satu bentuk penerapan pembelajaran yang mendukung terciptanya pendidikan yang berkualitas sebagaimana tujuan SDG 4.

Penerapan model Station Rotation diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam menciptakan pembelajaran ekonomi yang lebih bervariasi, aktif, dan bermakna. Pengalaman tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya untuk terus mengembangkan proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar, berdiskusi, berpikir kritis, dan bekerja sama sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di kelas.(kys)

PwC Indonesia Gelar Tes dan Rekrutmen di FEB UNY

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) bekerja sama dengan PwC Indonesia menyelenggarakan kegiatan tes dan rekrutmen melalui program campus hiring di FEB UNY. Kegiatan ini diikuti sekitar 40 alumni FEB UNY serta sejumlah lulusan dari perguruan tinggi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut dihadiri Dekan FEB UNY, Wakil Dekan Bidang Riset, Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Usaha (RKSIU), Koordinator Program Studi S1 Akuntansi, Kepala Divisi Humas dan Urusan Internasional dan Kemitraan (UUIK), Kepala Bagian Tata Usaha, serta sejumlah dosen pembimbing. Dalam sambutannya, Dekan FEB UNY menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PwC Indonesia dalam menyelenggarakan campus hiring di lingkungan FEB UNY. FEB UNY, lanjutnya, terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi akademik dengan mitra strategis, termasuk pelatihan, seminar, maupun keterlibatan dosen praktisi.

“Semoga para peserta memperoleh informasi dan pengalaman tambahan melalui kegiatan ini, serta memiliki peluang untuk bergabung menjadi bagian dari tim PwC. Kami juga berharap PwC dapat memperoleh talenta-talenta terbaik sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” ujar Dekan FEB UNY.

Pengenalan mengenai PwC Indonesia disampaikan oleh Intan Nurul, Human Capital Manager PwC Indonesia. Ia menjelaskan bahwa PwC merupakan perusahaan jasa profesional global yang telah beroperasi di 136 negara. Di Indonesia, PwC telah hadir selama 55 tahun sejak 1971 dan saat ini memiliki tiga kantor di Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta dengan sekitar 3.600 pegawai. PwC Indonesia juga meraih penghargaan HR Asia Best Companies to Work for in Asia 2024 untuk Indonesia Chapter. Dengan mengusung tagline “Grow Here. Go Further.”, proses rekrutmen dalam kegiatan ini meliputi tes secara luring di beberapa kota, dilanjutkan case study dan user interview di Jakarta dan Yogyakarta. Peserta yang lolos direncanakan mulai bekerja pada Oktober 2026.

Kegiatan kolaborasi antara FEB UNY dan PwC Indonesia ini mendukung penguatan keterhubungan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja (SDG 4 – Pendidikan Berkualitas), sekaligus membuka akses bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh peluang pengembangan karier dan pekerjaan yang layak (SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). (fdh)

Intan Nurul

Pembelajaran Accurate sebagai Upaya Meningkatkan Kompetensi Akuntansi Digital Siswa Kelas XI AKL SMK Negeri 1 Kokap

Penggunaan teknologi dalam pembelajaran akuntansi mulai dikenalkan lebih dekat kepada siswa kelas XI Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) SMK Negeri 1 Kokap melalui pembelajaran Accurate. Pembelajaran ini menjadi pengalaman baru bagi siswa karena penggunaan Accurate masih tergolong baru diterapkan dalam pembelajaran di SMK Negeri 1 Kokap. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Moia Pravayangastha, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dari Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), pada Selasa (04/08/26) lalu. Pelaksanaan kegiatan didampingi oleh Dr. Eka Ary Wibawa, S.Pd., M.Pd selaku Dosen Pendamping Lapangan, Surya Legawa Kautsar, S.Pd selaku Koordinator PK di SMK Negeri 1 Kokap, serta Erna Sri Rohmanawati, S.Pd selaku guru pamong.

Sebagai pembelajaran yang masih baru bagi siswa, kegiatan Accurate diawali dengan pengenalan mengenai software dan fungsinya dalam membantu pekerjaan akuntansi. Mahasiswa PK memberikan penjelasan mengenai apa itu Accurate, kemudian dilanjutkan dengan praktik secara langsung. Siswa mencoba mengikuti langkah-langkah yang diberikan dengan menggunakan komputer masing-masing. Selama praktik berlangsung, mahasiswa PK mendampingi siswa dan membantu ketika terdapat bagian yang belum dipahami. Proses tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal penggunaan software akuntansi secara langsung, bukan hanya melalui penjelasan teori.

Pembelajaran dengan Accurate juga memberikan suasana yang berbeda bagi siswa karena mereka mulai melihat bagaimana materi akuntansi yang dipelajari di kelas dapat diterapkan menggunakan teknologi. Pada awal praktik, beberapa siswa masih terlihat membutuhkan arahan dalam menggunakan fitur-fitur Accurate. Namun, setelah mencoba beberapa kali, siswa mulai lebih terbiasa mengikuti langkah-langkah yang diberikan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses siswa dalam mengembangkan keterampilan akuntansi digital yang sesuai dengan perkembangan teknologi di bidang akuntansi.

Kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran yang memberikan pengalaman praktik dan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan vokasi. Selain itu, kegiatan tersebut juga sejalan dengan SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, karena pengenalan software akuntansi dapat menjadi salah satu bekal bagi siswa dalam mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, pembelajaran Accurate tidak hanya membantu siswa memahami penggunaan software, tetapi juga memberikan gambaran mengenai penerapan teknologi dalam pekerjaan akuntansi.

Menurut Erna Sri Rohmanawati, S.Pd., selaku guru pamong, “Jangan terlalu mengejar materi, tetapi lebih difokuskan pada pemahaman siswa terlebih dahulu.” Pengenalan Accurate yang masih tergolong baru di sekolah diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga siswa memiliki lebih banyak kesempatan untuk berlatih dan semakin terbiasa menggunakan teknologi dalam pembelajaran akuntansi.

Melalui kegiatan Praktik Kependidikan ini, mahasiswa PK UNY turut mengambil bagian dalam mendukung proses pembelajaran akuntansi yang mengikuti perkembangan teknologi. Bagi siswa kelas XI AKL SMK Negeri 1 Kokap, pengalaman menggunakan Accurate diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mengenal lebih jauh penerapan akuntansi berbasis digital. Pembelajaran tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan agar siswa memiliki pengalaman dan keterampilan yang dapat mendukung mereka ketika melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. (mpv)

FEB UNY Lepas 300 Lulusan dalam Yudisium Periode Juli 2026

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) resmi meluluskan 300 mahasiswa dalam upacara yudisium periode Juli 2026 yang digelar di Ruang Teater Gedung Program Magister dan Doktor FEB UNY, Jumat (31/7/2026). Para peserta yang dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar akademik tersebut berasal dari berbagai program studi jenjang Sarjana (S1) dan Magister (S2). Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, ketua departemen, koordinator program studi, serta Kepala Bagian dan Sekretaris Bagian Tata Usaha FEB UNY.

Momen pengukuhan ini terasa semakin istimewa dengan hadirnya seorang mahasiswa asing asal Kenya yang berhasil menyelesaikan studi S2 Pendidikan Ekonomi. Keberadaan lulusan internasional tersebut menjadi bukti komitmen FEB UNY dalam menyelenggarakan pendidikan bertaraf global. Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti ruangan saat para peserta secara sah mengakhiri masa studi mereka dan bersiap melangkah ke jenjang berikutnya sebagai alumni.

Dalam sambutannya, Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga kepada seluruh peserta yang telah resmi menjadi alumni. Beliau mengingatkan agar proses perjuangan meraih gelar ini menjadi pelajaran berharga, khususnya mengenai pentingnya kedisiplinan. Menurutnya, kebiasaan menunda pekerjaan adalah hal yang kurang baik dan harus ditinggalkan ketika mengarungi dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Lebih lanjut, Dr. Sutirman menegaskan bahwa integritas moral dan tata susila memegang peranan jauh lebih penting dibandingkan sekadar angka Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Beliau berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater, tetap rendah hati ibarat padi yang semakin berisi semakin menunduk, serta mengedepankan kerja sama dan rasa saling menghargai. Di sela-sela arahannya, ia juga berseloroh selaras dengan perkembangan zaman dengan mengingatkan mahasiswa untuk bersyukur dan berterima kasih kepada teknologi seperti ChatGPT yang turut mendampingi proses belajar mereka.

Menutup prosesi yudisium, Dekan FEB UNY mengingatkan bahwa tantangan nyata di dunia kerja sudah menanti di depan mata. Bagi lulusan yang ingin terus mengasah keilmuan, pihak fakultas terbuka lebar untuk menyambut mereka kembali di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. FEB UNY mengundang para alumni S1 untuk melanjutkan studi ke jenjang S2, serta meloloskan alumni S2 untuk menempuh program Doktor (S3). (ist)

Pages