SDGS #16 Kelembagaan

Dukung SDG 4 dan 16, Mahasiswa KKN UNY Gelar Pelatihan Karakter dan Anti-Bullying di SD Negeri 2 Kawengan

Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pendidikan Karakter: Leadership, Teamwork, dan Stop Bullying bagi siswa kelas 5 SD Negeri 2 Kawengan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat karakter siswa sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Program ini berkaitan langsung dengan SDG Nomor 4 (Pendidikan Berkualitas), khususnya target 4.a mengenai penyediaan lingkungan belajar yang aman, ramah anak, dan bebas dari kekerasan, serta SDG Nomor 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) terkait upaya penghentian segala bentuk perundungan dan kekerasan pada anak.

Dalam pelaksanaannya, pelatihan diawali dengan pemaparan materi mengenai pentingnya sikap kepemimpinan (leadership) dan kerja sama tim (teamwork). Para siswa diajak berpartisipasi dalam permainan dinamika kelompok (problem-solving games) untuk melatih komunikasi, pembagian peran, dan rasa saling percaya antar sesama teman.

Selain materi kepemimpinan, siswa kelas 5 SD Negeri 2 Kawengan juga mendapatkan pemahaman mendalam mengenai bahaya perundungan (bullying), baik secara fisik, verbal, maupun sosial. Melalui metode peragaan simulasi (roleplay), siswa dilatih untuk bersikap tegas menolak perundungan, merespons dengan tepat saat melihat aksi bullying, serta tidak menjadi penonton pasif (bystander).

Sebagai penutup kegiatan, seluruh siswa kelas 5 dan mahasiswa KKN UNY membubuhkan cap tangan pada "Pohon Komitmen Anti-Bullying" di dinding kelas sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga suasana belajar yang kondusif dan ramah anak.

Melalui pelaksanaan pelatihan ini, SD Negeri 2 Kawengan diharapkan dapat terus mempertahankan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif, sekaligus mencetak generasi muda yang berkarakter serta berjiwa pemimpin.

Kukuhkan Status Sebagai Salah Satu Prodi Rujukan Nasional, Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran Raih Akreditasi Unggul

Kabar membanggakan datang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta! Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran (PADP) resmi meraih predikat akreditasi tertinggi, "Unggul", sebuah pencapaian gemilang yang menjadi bukti nyata komitmen dan kerja keras seluruh sivitas akademika dalam menghadirkan pendidikan berkualitas kelas dunia.

Predikat bergengsi ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) Nomor 2109/SK/LAMDIK/Ak/S/IX/2026, dengan masa berlaku hingga 28 September 2031. Capaian ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan pengakuan resmi atas mutu penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi — mulai dari kurikulum, tenaga pengajar, sarana-prasarana, hingga kualitas lulusan — yang telah melampaui standar nasional.

Dengan status Unggul ini, Prodi PADP FEB UNY semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu program studi rujukan di bidang pendidikan administrasi perkantoran di Indonesia, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan lulusan dalam berkiprah di dunia kerja maupun melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Pencapaian ini menjadi momentum bagi seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk terus melangkah lebih jauh, menghadirkan inovasi, dan menjaga marwah keunggulan yang telah diraih bersama.

Peringkat Akreditasi: Unggul

SK LAMDIK: No. 2109/SK/LAMDIK/Ak/S/IX/2026

Masa Berlaku: s.d. 28 September 2031

Wujudkan Pembelajaran Berbasis SDGs, Mahasiswa PK UNY di SMK N 2 Purworejo Hadirkan Asesmen Pajak melalui Eksplorasi Virtual dengan Gamifikasi ZEP

Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran membuka peluang hadirnya asesmen yang lebih interaktif dan sesuai dengan karakteristik peserta didik, salah satunya melalui gamifikasi berbasis ruang virtual. Sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), Rino Satriyadi, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dari Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, menerapkan asesmen pembelajaran berbasis gamifikasi menggunakan platform virtual ZEP. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15, 17, dan 18 September 2026 di SMK Negeri 2 Purworejo, dengan sasaran peserta didik kelas XI AKL 2, XI AKL 3, dan XI AKL 4 pada kompetensi keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL). Kegiatan tersebut mendukung SDG 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Selain itu, materi perpajakan yang dibawakan juga mendukung SDG 16, yakni Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui pengenalan administrasi dan kepatuhan perpajakan sejak dini.

Kegiatan ini bertujuan memberikan alternatif asesmen yang interaktif setelah peserta didik menyelesaikan materi pembelajaran. Pelaksanaan asesmen dilakukan dalam dua sesi, yaitu sesi individu dan sesi kelompok, dengan menggunakan peta (map) ZEP yang berbeda pada setiap sesi. Pada kedua sesi tersebut, peserta didik ditantang untuk menjelajahi map dan menemukan karakter-karakter yang menyimpan pertanyaan. Soal terdiri atas pilihan ganda dan uraian singkat yang mencakup Bab 1 tentang Ketentuan Umum Perpajakan (KUP), meliputi pengertian, fungsi, jenis, falsafah, dasar pemungutan, hambatan pemungutan, tarif dan dasar pengenaan pajak, serta timbul dan hapusnya utang pajak. Materi juga mencakup Bab 2 tentang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), meliputi pengertian, syarat dan cara pendaftaran, penerbitan, penghapusan, risiko tidak memiliki NPWP, serta sanksinya. Sesi individu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyelesaikan asesmen secara mandiri, sedangkan pada sesi kelompok peserta didik bekerja sama menggunakan satu perangkat elektronik untuk menyelesaikan tantangan dalam batas waktu yang telah ditentukan.

Penggunaan platform ZEP memberikan pengalaman asesmen yang memadukan evaluasi dengan unsur eksplorasi dan permainan. Perbedaan map pada setiap sesi juga memberikan pengalaman yang bervariasi kepada peserta didik. Terutama pada sesi kelompok, peserta didik terlihat lebih aktif berkomunikasi dan berkolaborasi dalam menentukan strategi pencarian karakter untuk menjawab pertanyaan. Salah satu peserta didik menyampaikan, “Saya suka karena ZEP itu asyik, menarik, dan inovatif untuk dijadikan cara pembelajaran di kelas, terutama untuk Gen Z. Kuisnya seru dan membuat tidak bosan. Selain belajar, saya juga bisa sambil bermain dan itu menurut saya sangat asyik.” Respons tersebut menunjukkan bahwa inovasi ini diterima secara antusias dan memberikan pengalaman asesmen yang lebih menarik bagi peserta didik. Hal ini menunjukkan kontribusi kegiatan terhadap SDG 4 melalui penerapan pembelajaran yang adaptif terhadap teknologi, sekaligus mendukung pengenalan literasi dan kepatuhan perpajakan yang berkaitan dengan SDG 16.

Ke depannya, pemanfaatan gamifikasi berbasis ruang virtual ini diharapkan dapat terus diterapkan, dikembangkan, dan diadaptasi untuk berbagai mata pelajaran. Pengembangan tersebut diharapkan mampu memadukan aktivitas mandiri dan kolaboratif sehingga dapat menciptakan pengalaman belajar yang inovatif, relevan dengan karakteristik peserta didik, serta mendukung terwujudnya tujuan pembangunan berkelanjutan.

Airlangga 2026: Mahasiswa PK UNY Dukung Pencapaian SDGs 16 Melalui Pemilihan Ketua Osis Di SMK N 1 Klaten

Selama kurang lebih dua bulan menjalankan Praktik Kependidikan (PK) di SMK Negeri 1 Klaten, Nining Mila Sari, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tidak hanya terlibat dalam kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga turut mendampingi dan menyaksikan langsung salah satu agenda kesiswaan terbesar di sekolah ini, yaitu Airlangga 2026, rangkaian pemilihan Ketua OSIS yang di SMK Negeri 1 Klaten disebut Mitratama dan Mitramuda. Bagi mahasiswa PK, momen ini menjadi kesempatan berharga untuk melihat langsung bagaimana pendidikan karakter dan demokrasi dijalankan secara konsisten di lingkungan sekolah menengah kejuruan.

Airlangga 2026 diselenggarakan penuh oleh Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMK Negeri 1 Klaten dan melibatkan sekitar 1.700 siswa dari kelas 10 hingga 12 sebagai pemilik hak suara. Rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari berturut-turut, mulai 15 hingga 18 September 2026, meliputi tahap sosialisasi, orasi, debat, hingga hari pemungutan suara (Pemilos), dengan tiga pasangan calon yang bersaing memperebutkan posisi Mitratama-Mitramuda.

Komitmen sekolah terhadap penguatan karakter tampak jelas dari cara setiap tahapan dirancang untuk melibatkan siswa secara aktif, bukan sekadar sebagai penonton. Pada hari sosialisasi tanggal 15 September, siswa menerima materi kepemiluan dari panitia, kemudian ditugaskan menyusun kembali pemahaman mereka dalam bentuk video kreatif. Sehari berikutnya, saat orasi digelar di ruang indoor sekolah dan disaksikan langsung oleh siswa maupun guru, antusiasme siswa juga tampak melalui pembuatan properti kampanye untuk mendukung paslon pilihan masing-masing.

Salah satu momen yang paling menunjukkan proses berpikir kritis siswa terjadi pada sesi debat tanggal 17 September. Ketiga pasangan calon beradu gagasan di hadapan siswa dan guru, dengan isu kepemimpinan organisasi menjadi topik paling ramai dibahas, khususnya mengenai bagaimana seorang pemimpin mampu merangkul dan mengarahkan seluruh anggota maupun siswa secara luas. Usai debat, siswa turut ditugaskan merangkum hasil diskusi sebagai bentuk refleksi atas apa yang telah mereka saksikan.

Puncak rangkaian kegiatan terjadi pada 18 September, saat pemungutan suara dilaksanakan secara manual menggunakan kertas suara dan tinta celup, bukan sistem e-voting, dengan proses penghitungan yang dilakukan secara terbuka di ruang indoor dan disaksikan langsung oleh siswa maupun guru. Hasil resmi menunjukkan Paslon 02 (Arsya-Melati) unggul dengan 813 suara, disusul Paslon 01 (Safira-Via) dengan 570 suara, dan Paslon 03 (Ikhsan-Syifa) dengan 223 suara, sementara suara tidak sah tercatat sebanyak 136 suara.

Ketua Umum MPK 2025/2026, Yovita Amelia Widarsun, menegaskan bahwa seluruh tahapan Airlangga dijalankan berdasarkan prinsip luber jurdil, yaitu Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil, sebagai upaya menjaga transparansi proses pemilihan sekaligus mencegah penyalahgunaan kekuasaan. Ia turut menyoroti peningkatan partisipasi siswa yang cukup drastis dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan rendahnya angka suara tidak sah, sebagai indikasi bahwa pemahaman siswa terhadap mekanisme pemilihan yang benar semakin matang.

Bagi mahasiswa PK UNY, pengalaman mendampingi rangkaian Airlangga menjadi ruang belajar tersendiri mengenai bagaimana pendidikan karakter dan demokrasi dapat dijalankan secara konsisten di tingkat sekolah menengah kejuruan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa proses belajar kepemimpinan tidak selalu memerlukan program besar, melalui sosialisasi, orasi, debat, hingga pemungutan suara yang dijalankan secara tertib, siswa SMK Negeri 1 Klaten memperoleh pengalaman nyata dalam mengambil keputusan secara langsung, terbuka, dan bertanggung jawab.

Rangkaian Airlangga 2026 turut menjadi wujud kontribusi nyata sekolah terhadap pencapaian SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, khususnya dalam memberi siswa pengalaman belajar mengenai kepemimpinan, partisipasi, dan tanggung jawab dalam proses demokrasi di tingkat sekolah. Bagi mahasiswa PK UNY, momen ini menjadi pengalaman berharga untuk menyaksikan langsung bagaimana nilai-nilai demokrasi tersebut ditanamkan kepada siswa, tidak hanya melalui teori, tetapi juga lewat praktik nyata yang mereka jalani sendiri. (nms)

Pintu Pertama Pelayanan Sekolah: Implementasi Piket Lobi sebagai Bentuk Kelembagaan yang Tertib dan Akuntabel Mendukung SDGs 16 di SMA Negeri 1 Jetis

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan piket lobi di SMA Negeri 1 Jetis sebagai bentuk pelayanan administratif harian bagi warga sekolah. Kegiatan ini berlangsung mulai Selasa, 21 Juli 2026 hingga Jumat, 11 September 2026 yang dilaksanakan secara bergantian antar mahasiswa PK. Salah satu mahasiswa yang bertugas adalah Mariska Febrianasari dari Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh siswa, guru, orang tua, serta tamu dari luar sekolah yang memerlukan pelayanan di area lobi. Sebagai pintu pertama pelayanan sekolah, kegiatan piket lobi ini berkontribusi langsung dalam mendukung pencapaian tata kelola administrasi yang tertib dan akuntabel.

Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan sistem pelayanan sekolah yang tertib, terdokumentasi, dan mudah dipertanggungjawabkan. Kegiatan piket dilaksanakan secara bergantian antar mahasiswa PK, dengan pembagian jam sesuai kebutuhan sekolah yaitu mulai pukul 07.00-15.00 WIB. Mariska biasanya mendapat jadwal piket pagi pukul 07.00-09.00 atau piket siang pukul 12.00-14.00 WIB. Pada sesi pagi, mahasiswa piket melakukan pencatatan dan menangani siswa yang terlambat masuk sekolah akibat berbagai alasan seperti terlambat bangun, terjebak kemacetan lalu lintas, maupun keperluan mendesak seperti mencetak tugas sebelum masuk kelas. Selain itu, mahasiswa piket juga bertugas menerima surat izin yang dititipkan langsung oleh orang tua siswa agar disampaikan ke kelas sebagai bagian dari komunikasi antara pihak keluarga dan sekolah. Pada sesi siang, mahasiswa piket menerima tamu dari luar sekolah, seperti pihak kepolisian dan pegawai Bank Mandiri, mengarahkan tamu yang mencari ruang aula, waka, atau ingin bertemu guru, serta melayani siswa yang izin meninggalkan pembelajaran karena sakit atau keperluan mencetak tugas maupun latihan lomba. Siswa yang sakit hanya diperbolehkan pulang setelah mendapatkan surat keterangan dari Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Seluruh proses tersebut melibatkan mahasiswa PK, guru piket, guru mata pelajaran, serta petugas UKS, dan diwajibkan melalui mekanisme surat resmi yang dicatat dan diberi cap oleh petugas lobi.   

Melalui pelaksanaan piket lobi, mahasiswa PK belajar menerapkan prinsip pelayanan publik yang tertib, transparan, dan akuntabel di lingkungan sekolah. Kegiatan ini mencakup pencatatan keterlambatan siswa, penerbitan surat izin, serta penerimaan dan pengarahan tamu sesuai prosedur yang berlaku. Pelaksanaan piket membantu menciptakan administrasi yang lebih rapi, terorganisir, dan mudah ditelurusi kembali sekaligus mengurangi potensi kesalahpahaman antara pihak sekolah, siswa, dan orang tua. Selain itu, pelayanan yang dilakukan secara teratur turut menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi warga sekolah maupun tamu yang berkunjung. Bagi mahasiswa PK, kegiatan ini memberikan pengalaman secara langsung dalam menerapkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan profesionalitas dalam memberikan pelayanan. Pelaksanaan kegiatan tersebut sejalan dengan SDGs 16 yang mendorong terciptanya kelembagaan yang efektif, inklusif, transparan, dan akuntabel termasuk dalam lingkungan pendidikan.

Ke depannya, diharapkan sistem piket lobi ini dapat terus dijalankan secara konsisten oleh mahasiswa PK selanjutnya sebagai bagian dari budaya pelayanan sekolah yang tertib dan berkelanjutan. Mahasiswa PK juga berharap pengalaman ini dapat ditindaklanjuti dengan evaluasi berkala terhadap alur pelayanan lobi misalnya melalui penyusunan buku panduan piket, digitalisasi pencatatan surat izin dan kunjungan tamu, serta sosialisasi prosedur pelayanan kepada seluruh warga sekolah agar semakin dipahami dan dipatuhi bersama. Dengan demikian, pelayanan kepada siswa, guru, orang tua, dan tamu sekolah dapat terus ditingkatkan kualitasnya sekaligus memperkuat komitmen sekolah dalam mewujudkan kelembagaan pendidikan yang tertib, akuntabel, dan berkontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs 16 di masa mendatang. (mrs)

Kompak Bergerak: Haornas SMK Negeri 7 Yogyakarta Satukan 700 Siswa dan Guru dalam Semangat Sehat

SMK Negeri 7 Yogyakarta menggelar peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada Kamis (10/09/26) lalu, dengan melibatkan hampir 700 peserta yang terdiri dari siswa kelas X, kelas XI, bapak-ibu guru, hingga karyawan sekolah. Dita Kusnulana yang akrab disapa Dita, sebagai salah satu anggota panitia penitia bersama dengan mahasiswa PK lainnya berkesempatan mengikuti langsung proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan yang menjadi salah satu agenda tahunan sekolah ini. Gagasan penyelenggaraan Haornas berangkat dari kondisi yang kerap luput dari perhatian: kesibukan akademik yang padat sering membuat aktivitas fisik menjadi hal yang terpinggirkan, baik bagi siswa maupun tenaga pendidik. Rutinitas belajar-mengajar yang berpusat di ruang kelas dari hari ke hari berpotensi menurunkan kebugaran fisik sekaligus menumbuhkan kejenuhan. Di sisi lain, interaksi antarwarga sekolah pun sering kali terbatas pada konteks formal pembelajaran, sehingga kebersamaan lintas peran antara siswa, guru, dan karyawan jarang terbangun secara alami. Kondisi inilah yang mendasari pentingnya Haornas sebagai momentum untuk memutus rutinitas sekaligus mempererat hubungan sosial di lingkungan sekolah.

Persiapan acara berskala besar ini bukan perkara sederhana. Bersama tim kepanitiaan, mahasiswa turut terlibat dalam pengaturan berbagai hal teknis, mulai dari menentukan titik kumpul, membagi kelompok peserta, menyusun jadwal setiap sesi kegiatan, hingga menyiapkan logistik seperti perlengkapan lomba. Mengoordinasikan hampir 700 peserta dengan latar belakang usia dan peran yang beragam menuntut komunikasi yang jelas antarpanitia serta kesiapan mengambil keputusan cepat saat muncul kendala di lapangan. Rangkaian Haornas dibuka dengan lomba Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti oleh siswa yang menjadi perwakilan kelas, membentuk barisan kompak mengikuti gerakan demi gerakan di lapangan sekolah.

Bersamaan dengan itu, perwakilan tiap kelas bersama bapak-ibu guru dan karyawan mengikuti kegiatan fun run mengelilingi area sekitar sekolah, menghadirkan suasana kebersamaan lintas peran yang jarang ditemui di hari-hari biasa. Rangkaian acara kemudian dilengkapi dengan pertandingan bulu tangkis dan bola voli yang turut diikuti oleh siswa, guru, hingga karyawan, sehingga semangat kompetisi sekaligus kekeluargaan terasa hingga penghujung acara.

Di antara berbagai kegiatan tersebut, Haornas di SMK Negeri 7 Yogyakarta ini paling menonjol keterkaitannya dengan SDGs 3 tentang Good Health and Well-being. Lomba Senam Anak Indonesia Hebat, fun run, hingga pertandingan bulu tangkis dan bola voli secara langsung mendorong seluruh warga sekolah untuk aktif bergerak, sebuah upaya nyata mengimbangi padatnya rutinitas akademik dengan aktivitas fisik yang menyehatkan. Lebih dari sekadar ajang perlombaan, keikutsertaan siswa, guru, dan karyawan dalam satu rangkaian kegiatan fisik yang sama juga menumbuhkan kebiasaan pola hidup sehat secara kolektif, bukan hanya menjadi tanggung jawab individu semata. Semangat inilah yang menjadikan Haornas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk kontribusi nyata sekolah dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan.

Kegiatan Haornas di SMK Negeri 7 Yogyakarta ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga mampu menumbuhkan kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan bagi seluruh warga sekolah. Kebersamaan yang terjalin selama proses persiapan hingga pelaksanaan acara juga diharapkan semakin memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan sekolah, sekaligus menjadi bekal berharga bagi para siswa yang terlibat sebagai panitia dalam mengasah kemampuan berorganisasi untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya. (dks)

Penerapan Budaya 5S untuk Membangun Lingkungan Sekolah yang Harmonis

Regita Cahyaning Dewi, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta turut melaksanakan kegiatan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) di SMK Abdi Negara Muntilan. Kegiatan dilaksanakan pada pagi hari bersama guru piket dengan menyambut peserta didik yang datang ke sekolah. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembiasaan sikap positif dalam menciptakan suasana lingkungan sekolah yang ramah, tertib, dan saling menghargai. Pelaksanaan kegiatan 5S juga sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 16, khususnya dalam mendukung terciptanya lingkungan yang damai dan inklusif.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PK bersama guru piket berada di area sekolah untuk menyambut peserta didik. Peserta didik diarahkan untuk membiasakan diri memberikan salam, menyapa, serta menunjukkan sikap sopan dan satun ketika berinteraksi dengan guru maupun warga sekolah lainnya. Mahasiswa turut berinteraksi secara langsung dengan peserta didik sehingga kegiatan tidak hanya menjadi rutinitas penyambutan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi dan hubungan yang positif. Melalui kegiatan sederhana tersebut, nilai-nilai kesopanan, keramahan, dan sikap saling menghargai dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. 

Pelaksanaan 5S memberikan suasana yang lebih positif pada awal kegiatan sekolah. Peserta didik terbiasa memulai aktivitas dengan menyapa dan berinteraksi secara baik dengan warga sekolah. Bagi mahasiswa PK, kegiatan ini juga menjadi pengalaman dalam membangun komunikasi dengan peserta didik serta memahami pentingnya menciptakan hubungan yang positif di lingkungan pendidikan. Pembiasaan sikap saling menghargai tersebut mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang harmonis dan inklusif, sehingga dapat berkontribusi terhadap pencapaian SDG 16.

Kegiatan 5S diharapkan dapat terus diterapkan sebagai bagian dari budaya sekolah. Pembiasaan sederhana seperti memberikan salam, menyapa, serta menjaga sopan santun diharapkan dapat membentuk lingkungan sekolah yang nyaman dan mendorong terjalinnya hubungan yang baik antar warga sekolah. (rgt)

Membangun Budaya Administrasi Tertib melalui Praktik Surat Dinas di Kelas XI MPLB 1 SMK Negeri 1 Jogonalan

Hasna Zalfa Rahmah, Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) melaksanakan kegiatan pembelajaran praktik surat dinas di kelas XI MPLB 1 SMK Negeri 1 Jogonalan pada Senin (24/08/26) lalu di Laboratorium Komputer MPLB SMK Negeri 1 Jogonalan Klaten. Kegiatan ini melibatkan peserta didik kelas XI MPLB 1 sebagai sasaran utama dengan tujuan meningkatkan keterampilan dalam menyusun dokumen surat dinas dengan tepat, sistematis dan sesuai dengan tata naskah penulisan surat dinas. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) 16, yaitu Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui pembiasaan tertib administrasi sebagai bagian dari komunikasi resmi dalam instansi melalui surat dinas.

Kegiatan diawali dengan review materi pembelajaran terkait surat permohonan dan surat keputusan yang telah dipelajari sebelumnya. Peserta didik kemudian mengamati contoh surat dinas untuk mengidentifikasi unsur-unsur surat seperti kop surat, nomor, lampiran, perihal, alamat tujuan, isi surat, penutup, dan tanda tangan. Pada surat keputusan, peserta didik mengamati bagian Menimbang, Mengingat, Memutuskan, dan Menetapkan. Hasna juga memberikan demonstrasi berupa penyusunan format surat menggunakan Microsoft Word, seperti pengaturan huruf, spasi, perataan dan tata letak dokumen. Setelah peserta didik melakukan praktik secara individu dengan membuat surat permohonan dan keputusan berdasarkan studi kasus yang diberikan.

Kegiatan praktik membuat surat ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik dalam menerapkan naskah surat dinas secara tepat dan bertanggung jawab. Peserta didik tidak hanya berlatih keterampilan secara teknis dalam penggunaan komputer, tetapi juga berlatih untuk bekerja dengan teliti, sistematis, dan memperhatikan ketepatan informasi dalam penulisan dokumen resmi. Pembelajaran ini menunjukan bahwa administrasi yang tertib dapat mendukung kelancaran komunikasi tertulis dalam organisasi atau instansi. Melalui keterampilan tersebut, peserta didik diberikan pemahaman bahwa dokumen administrasi yang disusun dengan benar, jelas dan sesuai dengan tata naskah penulisan surat merupakan salah satu bagian yang mendukung terciptanya tata kelola kelembagaan yang efektif dan akuntabel. Hal tersebut menjadi bentuk penerapan nilai SDGs 16 dalam lingkungan pendidikan.

Kegiatan ini diharapkan dapat membuat kebiasaan dalam tertib penulisan administrasi dalam berbagai kegiatan pembelajaran maupun praktik kerja di masa yang akan mendatang untuk peserta didik. Kemampuan menyusun surat dinas secara tepat dan sesuai dengan tata naskah diharapkan tidak berhenti pada tugas pembelajaran, tetapi berkembang menjadi budaya kerja yang mengutamakan ketelitian, keteraturan, dan tanggung jawab dalam penulisan surat. Dengan demikian, pembelajaran surat dinas dapat menjadi salah satu langkah dalam mempersiapkan peserta didik untuk berkontribusi pada terciptanya administrasi dan kelembagaan yang lebih tertib. (hsn)

Gallery Walk Regulasi Pajak: Mahasiswa PK UNY Ajak Siswa SMK N 1 Jogonalan Belajar Aktif Menuju Pendidikan Berkualitas

Sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang inovatif dan bermakna, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), salah satunya Lisa Talia Della Rosa, melaksanakan kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran Perpajakan di kelas XI AKL SMK Negeri 1 Jogonalan, Klaten, pada 10-19 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mengangkat materi mengenai Perbandingan Peraturan Perpajakan Lama dan Baru dan dilaksanakan selama 2 jam pelajaran (2 × 40 menit) pada masing-masing kelas, yaitu XI AKL 1, XI AKL 2, dan XI AKL 3. Pembelajaran dirancang dengan melibatkan siswa secara aktif melalui kegiatan yang mendorong kolaborasi, pemahaman terhadap permasalahan nyata, serta kemampuan menghubungkan materi dengan kondisi perpajakan yang berlaku. Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam memberikan pengalaman belajar yang relevan, aktif, dan mendukung peningkatan kompetensi siswa. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan pemahaman siswa mengenai peraturan perpajakan, pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta kesadaran dalam menjalankan kewajiban administrasi perpajakan secara bertanggung jawab.

Kegiatan pembelajaran menggunakan model Discovery Learning yang dikemas melalui aktivitas Gallery Walk. Pada awal pembelajaran, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dan masing-masing kelompok memperoleh kartu perbandingan peraturan perpajakan yang memuat topik berbeda, mulai dari format NPWP, sistem administrasi perpajakan, tarif PPN, hingga ketentuan umum perpajakan. Setiap kelompok terlebih dahulu berdiskusi mendalami isi kartu yang diperoleh. Selanjutnya, kelompok dibagi menjadi dua bagian, sebagian anggota berkeliling mengunjungi kelompok lain untuk menggali informasi dari kartu yang berbeda, sementara sebagian lainnya tetap di tempat untuk menjelaskan isi kartu kelompoknya. Kegiatan tersebut berlangsung secara bergantian hingga seluruh kelompok memperoleh informasi dari berbagai kartu yang tersedia. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Lisa Talia Della Rosa selaku mahasiswa PK juga memberikan penguatan materi mengenai definisi Wajib Pajak dan komponen dokumen NPWP.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, siswa memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis dalam membandingkan ketentuan lama dan terbaru, kemampuan komunikasi saat menjelaskan materi kepada kelompok lain, serta kemampuan kolaborasi selama diskusi dan Gallery Walk berlangsung. Dengan cara belajar yang variatif ini, siswa diajak untuk lebih memahami bahwa regulasi perpajakan bersifat dinamis dan penting untuk terus diikuti perkembangannya, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. (ltd)

 

Angkat Isu Kepemimpinan Pro-Sosial, Dosen Manajemen UNY Raih Gelar Doktor di FEB UGM

Dosen Departemen Manajemen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Dr. Zahrotush Sholikhah, M.Si., resmi menyandang gelar doktor usai berhasil melampaui Sidang Tertutup Disertasi pada Program S3 Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Jumat (7/8/2026). Ujian yang diselenggarakan di gedung Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM tersebut menuntaskan jenjang pendidikan akademik tertinggi di bidang ilmu manajemen.

Dalam penelitian doktoralnya, Dr. Zahro mengusung tema kajian mengenai kemunculan pemimpin pro-sosial yang berada di bawah lingkup Leadership dan Perilaku Organisasi. Penelitian ini secara mendalam menelisik proses-proses psikologis yang mendasari bagaimana seorang individu dapat tumbuh dan muncul menjadi figur pemimpin yang berorientasi pada kebermanfaatan nyata bagi masyarakat serta lingkungan kerjanya.

Hasil riset ini berupaya memperluas pemahaman teoritis tentang dinamika kepemimpinan modern sekaligus memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan sumber daya manusia. Melalui studi ini, diharapkan lahir perspektif baru dalam mencetak calon-calon pemimpin masa depan yang tidak sekadar mengandalkan kapasitas manajerial dan kompetensi teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, rasa empati, serta dedikasi pada kepentingan bersama.

Sidang Tertutup ini berlangsung khidmat di hadapan dewan penguji yang terdiri dari delapan penguji, yaitu Nofie Iman Vidya Kemal, S.E., M.Sc., Ph.D., Prof. Gugup Kismono, M.B.A., Ph.D., Rr. Tur Nastiti, M.Si., Ph.D., Prof. Dr. Reni Rosari, M.B.A., Sari Sitalaksmi, M.Mgt., Ph.D., Dr. Ratno Purnomo, M.Si., Dr. Diah Retno Wulandaru, M.B.A., dan Bita Puspitasari, S.E., M.Econ., Ph.D.

Raihan akademis dan tema riset ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), utamanya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kualitas tenaga pengajar perguruan tinggi serta pengembangan ilmu pengetahuan berbasis riset. Selain itu, temuan ini sangat relevan dengan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), di mana hadirnya kepemimpinan berorientasi pro-sosial menjadi fondasi penting untuk membangun tata kelola organisasi yang beretika, inklusif, akuntabel, dan berpihak pada kesejahteraan publik. (fdhl)

Pages