SDGs #17 Kemitraan

Dari Biang Sabun Menjadi Produk Bernilai Ekonomi: Pengembangan Keterampilan Kewirausahaan Siswa Melalui Produksi dan Pemasaran Sabun Cuci Piring

Siswa kelas XII PM 2 SMK Abdi Negara Muntilan mengembangkan keterampilan kewirausahaan melalui praktik pembuatan sabun cuci piring dalam mata pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK). Praktik tersebut memberikan pengalaman kepadda siswa untuk mengolah bahan dasar menjadi produk yang memiliki manfaat dan memiliki nilai jual.

Dalam prosesnya, siswa memanfaatkan biang sabun sebagai bahan dasar untuk menghasilkan sabun cuci piring. Keterlibatan secara langsung dalam prosses produksi memberikan pengalaman mengenai bagaimana suatu bahan dapat diolah menjadi produk yang siap digunakan. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi siswa untuk menerapkan kreativitas dan keterampilan yang telah diperoleh dalam pembelajaran.

Setelah proes produksi selesai, siswa melanjutkan pengembangan produk dengan menentukan nama produk dan membuat logo. Pemeberian identitas tersebut dilakukan untuk memberikan ciri khas pada produk sekaligus memperkenalkannya kepada calon konsumen. Melalui tahap ini, siswa tidak hanya berfokus pada pembuatan barang, tetapi juga mulai memahami pentingnya identitas dan tampilan dalam pengembangan suatu produk.

Produk sabun cuci piring yang telah dibuat selanjutnya akan dipasarkan kepada guru dan karyawan SMK Abdi Negara Muntilan. Pemasaran dilakukan sebagai bentuk penerapan pembelajaran kewirausahaan secara langsung, sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman dalam memperkenalkan produk, berkomunikasi dengan calon konsumen, dan melakukan transaksi sederhana.

Rangkaian kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada siswa mengenai tahap dasar dalam pengembangan usaha, mulai dari menghasilkan produk, membangun identitas, hingga memasarkannya. Selain keterampilan produksi, siswa turut mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, kreativitas, dan tanggung jawab dalam menjalankan proes tersebut.

Melalui praktik ini, pembelajaran KIK menjadi lebih konstektual karena siswa dapat melihat secara langsung proses mengubah ide dan keterampilan menjadi produk yang dapat digunakan serta memiliki potensi ekonomi. Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi siswa untuk mengenali peluang usaha dan mengembangkan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja maupun kegiatan kewirausahaan di masa mendatang.

Penerapan Canva AI pada Pembelajaran Perpajakan Kelas XI AKL Fase F melalui Game “Tax Mystery Box”

Kulon Progo, 31 Agustus 2026 - Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran menjadi salah satu upaya untuk menciptakan proses pendidikan yang lebih interaktif dan inovatif. Hal tersebut diterapkan oleh Figo Dehasta Imtinan, mahasiswa semester 7 Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dalam kegiatan Praktik Kependidikan (PK) di SMK Negeri 1 Kokap, Kulon Progo.

Dalam kegiatan pembelajaran mata pelajaran Perpajakan kelas XI Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) Fase F, Figo menerapkan Canva AI sebagai salah satu teknologi yang digunakan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis permainan. Media tersebut dikemas dalam sebuah permainan bernama “Tax Mystery Box” yang digunakan untuk mendukung pembelajaran pada materi Syarat dan Sistem Pemungutan Pajak.

Pengembangan media pembelajaran ini berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan pembelajaran perpajakan yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Materi perpajakan yang memiliki berbagai konsep dan istilah dikemas ke dalam bentuk permainan agar peserta didik dapat mempelajari materi melalui aktivitas yang lebih interaktif.

Melalui “Tax Mystery Box”, peserta didik diajak untuk menyelesaikan berbagai pertanyaan dan tantangan yang berkaitan dengan materi Syarat dan Sistem Pemungutan Pajak. Permainan dirancang dengan memanfaatkan elemen visual dan interaktif sehingga peserta didik dapat menguji pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari.

Penggunaan media berbasis permainan juga memberikan suasana pembelajaran yang berbeda dari pembelajaran yang hanya berpusat pada penjelasan materi. Peserta didik memiliki kesempatan untuk berpartisipasi, menjawab pertanyaan, serta mengingat kembali konsep-konsep perpajakan melalui tantangan yang terdapat dalam permainan.

Canva AI dimanfaatkan dalam proses pengembangan media sebagai teknologi pendukung untuk menghasilkan dan menyusun elemen visual pembelajaran. Pemanfaatan teknologi tersebut memungkinkan pengembangan media dilakukan secara lebih kreatif dan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran serta karakteristik peserta didik kelas XI AKL.

Penerapan Canva AI dalam pembelajaran juga menjadi salah satu bentuk pengenalan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan secara produktif di lingkungan pendidikan. Teknologi tidak ditempatkan sebagai pengganti peran pendidik, melainkan sebagai alat bantu untuk mengembangkan media yang dapat mendukung proses pembelajaran.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengalaman Figo Dehasta Imtinan dalam melaksanakan Praktik Kependidikan sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi. Melalui kegiatan tersebut, pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan diterapkan secara langsung dalam proses pembelajaran di sekolah, khususnya dalam merancang media pembelajaran yang memadukan materi akuntansi dan perpajakan dengan perkembangan teknologi digital.

Penerapan “Tax Mystery Box” turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas. Pemanfaatan media pembelajaran interaktif memberikan alternatif dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif dan menarik. Kegiatan ini mendukung upaya menghadirkan pembelajaran yang berkualitas dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk membantu peserta didik memahami materi pembelajaran.

Selain SDG 4, kegiatan ini juga mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan inovasi teknologi dalam bidang pendidikan. Penggunaan Canva AI menunjukkan adanya pemanfaatan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan untuk menghasilkan inovasi media pembelajaran. Penerapan teknologi tersebut menjadi contoh bahwa inovasi digital dapat dikembangkan tidak hanya dalam bidang industri, tetapi juga dalam proses pendidikan.

Keterkaitan antara SDG 4 dan SDG 9 terlihat melalui pengembangan media “Tax Mystery Box” yang menggabungkan tujuan pendidikan dengan pemanfaatan teknologi. Inovasi media pembelajaran berbasis Canva AI diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Melalui kegiatan Praktik Kependidikan di SMK Negeri 1 Kokap, pemanfaatan Canva AI dan “Tax Mystery Box” menjadi salah satu bentuk inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi dengan materi Perpajakan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengalaman bagi mahasiswa calon pendidik untuk mengembangkan pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan teknologi, serta berkontribusi terhadap pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Belajar Seru The Ledger Relay Hingga Motivasi Studi Lanjut, Mahasiswa PK UNY Wujudkan SDG 4 Dan SDG 10 di SMK N 1 Klaten



KLATEN – Praktik Kependidikan (PK) menjadi ruang bagi mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk berkontribusi langsung pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas di SMK Negeri 1 Klaten. Kontribusi itu tidak berhenti pada praktik mengajar di kelas, tetapi berlanjut lewat kedekatan dengan siswa, tempat mereka merasa nyaman berbagi cerita, bertanya, dan menumbuhkan keberanian untuk berprestasi serta menatap pendidikan yang lebih tinggi.

Di kelas Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), mahasiswa PK menghadirkan pembelajaran estafet buku besar bertajuk The Ledger Relay: Menumbuhkan Integritas dalam Setiap Angka. Siswa dibagi dalam kelompok, lalu setiap anggota bergantian memindahkan (memposting) transaksi dari jurnal ke akun buku besar yang tepat sebelum melanjutkan estafet ke rekan berikutnya. Kelompok yang menyelesaikan seluruh transaksi dengan cepat, teliti, dan saldo yang sesuai menjadi yang terbaik.

Nilai integritas menjadi inti kegiatan ini. Setiap angka yang dicatat harus jujur dan akurat, sebab satu kekeliruan akan memengaruhi seluruh kelompok. Siswa belajar bahwa ketelitian dan tanggung jawab atas bagian masing-masing adalah fondasi profesi akuntan.

Antusiasme siswa terlihat sejak permainan dimulai. Mereka merasa senang karena pembelajaran tidak terus-menerus berkutat pada siklus akuntansi yang monoton. "Seru tapi menegangkan," ungkap salah satu siswa kelas 12 AKL 1 mengenai pengalamannya. Ketegangan itu justru membuat siswa fokus, saling mengecek, dan bekerja sama. Pendekatan yang aktif, menyenangkan, dan bermakna ini sejalan dengan target SDG 4.

  

Suasana belajar yang cair itu ternyata tidak berhenti ketika bel pelajaran usai. Keakraban yang terbangun selama kegiatan membuat siswa lebih terbuka kepada mahasiswa PK. Di sela waktu istirahat maupun kegiatan sekolah, obrolan ringan sering bermula dari hal sederhana, mulai dari soal pelajaran, cerita pengalaman kuliah, hingga rencana setelah lulus.

Siswa merasa nyaman berbagi karena mahasiswa hadir sebagai teman berbincang yang tidak menggurui. Mereka bebas bertanya, termasuk tentang hal-hal yang selama ini terasa jauh dan sulit dibayangkan.

Dari obrolan-obrolan itulah semangat berlomba tumbuh. Mahasiswa PK memberikan motivasi agar siswa berani mencoba dan mengembangkan kompetensi lewat berbagai kompetisi. Semangat tersebut tampak pada tiga siswa AKL SMK N 1 Klaten, yaitu Muhammad Salahhudin Sidiq dan Aldi Permana dari kelas 12 AKL 1, serta Aldino Sukmo dari kelas 11 AKL 3. Ketiganya aktif mengikuti berbagai lomba, salah satunya Cerdas Cermat Akuntansi.

Bagi Sidiq, lomba adalah cara untuk menambah pengalaman sesuai karier yang ia cita-citakan. "Motivasi saya ingin terus tumbuh berkembang di bidang akuntansi dengan bertemu lawan yang levelnya di atas saya," tuturnya. Sertifikat lomba juga menjadi pemacu karena dapat memperkuat portofolionya. Sementara itu, Aldino mengaku ingin mencoba hal baru. Menurutnya, materi yang diajarkan selama pembelajaran membuat ia dan teman-temannya yakin untuk ikut serta dalam lomba.

Dalam pendampingannya, mahasiswa tidak hanya memberi semangat, tetapi juga membagikan contoh-contoh soal yang biasa digunakan dalam lomba dan membahasnya bersama. Latihan itu membantu siswa mengenali pola soal sekaligus melatih ketenangan saat menjawab. Bagi siswa, lomba bukan sekadar mengejar juara, melainkan wadah melatih penguasaan materi, kerja sama tim, dan kepercayaan diri. Keterlibatan siswa lintas kelas, dari kelas 11 hingga 12, juga menunjukkan bahwa semangat berprestasi tumbuh dan saling menular di lingkungan sekolah.

Pengalaman berlomba kemudian menjadi pintu masuk untuk membicarakan masa depan. Dalam obrolan santai, mahasiswa berbagi cerita tentang pilihan melanjutkan kuliah, jalur seleksi masuk perguruan tinggi, dan peluang beasiswa. Prestasi lomba dijelaskan sebagai modal berharga yang dapat memperkuat portofolio saat mendaftar studi lanjut maupun beasiswa.

Bagi Sidiq, pengalaman nyata yang dibagikan mahasiswa tentang jenjang pendidikan dan karier setelah SMK menjadi pegangan berharga. "Pengalaman mereka memberi saya petunjuk serta pandangan mengenai masa depan," ujarnya. Ia juga menilai mahasiswa PK berperan penting dalam memperdalam pemahaman siswa tentang akuntansi manufaktur dan akuntansi biaya, serta menyemangati mereka untuk berlomba.

Karena suasananya akrab, siswa tidak sungkan menanyakan hal-hal yang selama ini mereka ragukan. Bagi banyak siswa SMK, informasi ini penting agar kuliah dipandang sebagai pilihan yang terbuka bagi siapa saja, bukan hanya mereka yang mampu secara ekonomi. Dengan berbagi pengalaman dan informasi beasiswa, mahasiswa turut menjembatani kesenjangan akses informasi pendidikan, langkah kecil yang mendukung SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.

Cita-cita dan prestasi tentu perlu ditopang karakter yang kuat. Karena itu, selama PK mahasiswa juga turut dalam pembiasaan harian di SMK N 1 Klaten, seperti literasi keagamaan, upacara bendera, dan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun). Kebiasaan ini menumbuhkan ketenangan, kedisiplinan, dan hubungan yang hangat antara siswa, guru, dan mahasiswa. Semangat among, yakni menuntun, mendampingi, dan memberi teladan tanpa memaksa, menjadi landasannya.

Secara keseluruhan, kehadiran mahasiswa PK UNY di SMK N 1 Klaten mencerminkan upaya menghadirkan pendidikan berkualitas melalui pembelajaran inovatif seperti The Ledger Relay, pendampingan lomba yang membangun kepercayaan diri, serta pemerataan akses informasi studi lanjut dan beasiswa. Ketiganya berjalan beriringan, didukung kedekatan yang membuat siswa nyaman berkembang secara akademik, karakter, dan cita-cita. (jihan)

Kegiatan Keputrian SMA Negeri 1 Pleret, Tetap Belajar dan Mendekatkan Diri kepada Allah

Bantul, September 2026 — Pendidikan tidak hanya berfokus pada pemberian pengetahuan kepada murid, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter melalui kebiasaan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Pembentukan karakter berkaitan dengan watak, moral, sikap, dan kebiasaan seseorang dalam berperilaku, termasuk dalam menjalankan nilai-nilai keagamaan. Karakter dapat dibentuk melalui pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus sehingga menjadi bagian dari perilaku murid. Salah satu bentuk pembiasaan tersebut diterapkan di SMA Negeri 1 Pleret melalui kegiatan keputrian bagi murid perempuan yang sedang mengalami menstruasi atau haid. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan agar murid tetap dapat mengikuti kegiatan keagamaan, menjaga keimanan, dan mendekatkan diri kepada Allah meskipun sedang tidak melaksanakan salat.

Kegiatan keputrian merupakan kegiatan yang sudah lama dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pleret. Kegiatan ini dilaksanakan ketika murid lainnya melaksanakan salat Zuhur berjamaah, yaitu setiap hari kecuali hari Jumat karena pada hari tersebut murid pulang pukul 11.00. Murid perempuan yang sedang mengalami menstruasi atau haid diarahkan untuk berkumpul di perpustakaan sekolah dan mengikuti kegiatan dengan membaca Asmaul Husna bersama-sama. Dengan adanya kegiatan tersebut, murid tetap memiliki aktivitas yang positif selama tidak mengikuti salat Zuhur serta tetap mendapatkan pembinaan keagamaan di lingkungan sekolah.

Dalam pelaksanaannya, murid membaca Asmaul Husna bersama-sama dengan tertib di perpustakaan dan didampingi oleh guru atau pihak sekolah. Perpustakaan dipilih sebagai tempat kegiatan karena memiliki suasana yang tenang dan nyaman untuk membaca. Setelah kegiatan selesai, murid dapat kembali mengikuti kegiatan sekolah sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Pembacaan Asmaul Husna dilakukan sebagai salah satu cara agar murid tetap mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah. Melalui kegiatan ini, murid diharapkan tetap menjaga keimanan dan membiasakan diri melakukan kegiatan keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut juga memberikan pemahaman bahwa meskipun sedang menstruasi dan tidak melaksanakan salat, murid tetap dapat melakukan kegiatan positif untuk mengingat Allah.

Selain membaca Asmaul Husna, kegiatan keputrian juga menjadi ruang bagi murid untuk mendapatkan pembinaan mengenai keagamaan, kehidupan perempuan, dan pembentukan karakter. Murid dapat mengikuti kegiatan bersama teman-temannya sehingga tetap merasa terlibat dalam kegiatan sekolah. Pembiasaan yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat membantu murid menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan keputrian di SMA Negeri 1 Pleret memiliki kaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas. SDGs ke-4 menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif dan berkualitas serta memberikan kesempatan belajar bagi semua. Melalui kegiatan ini, murid perempuan yang sedang menstruasi atau haid tetap memperoleh kesempatan untuk mengikuti kegiatan pembinaan dan belajar di lingkungan sekolah. Pembacaan Asmaul Husna tidak hanya menjadi kegiatan untuk mengisi waktu, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter dan penguatan keimanan. Kegiatan keputrian menjadi salah satu upaya SMA Negeri 1 Pleret dalam mendukung pendidikan berkualitas melalui pembiasaan, pembentukan karakter, serta pemberian kesempatan kepada murid untuk tetap belajar dan berkembang sesuai dengan kondisinya.

Penulis: Puspita Tyas Shabrina_Program Studi Pendidikan Ekonomi_Fakultas Ekonomi dan Bisnis_Universitas Negeri Yogyakarta

Membangun Budaya Kebersihan Sekolah Berkelanjutan, Mahasiswa PK Wujudkan Lingkungan Belajar Sehat di SMA Negeri 7 Yogyakarta

YOGYAKARTA – Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) menyelenggarakan program kerja berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) bertema “Keberlanjutan & Pembiasaan: Membangun Kebiasaan Menjaga Kebersihan Kelas secara Berkelanjutan” di SMA Negeri 7 Yogyakarta. Kegiatan yang dilaksanakan secara intensif dari bulan Agustus hingga September ini melibatkan seluruh peserta didik dari kelas X, XI, hingga XII. Program pembiasaan ini selaras dengan pencapaian SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas layanan dan pemberdayaan masyarakat sekolah melalui pembudayaan hidup bersih, rapi, serta tertib di lingkungan belajar.

Tujuan utama dari program ini adalah menanamkan kedisiplinan dan kesadaran lingkungan sebagai bagian dari budaya unggul sekolah secara berkelanjutan. Pemantauan dan pengecekan kebersihan kelas dilakukan secara rutin setiap pagi sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai oleh penanggung jawab program kerja mahasiswa PK. Penilaian berfokus pada tiga aspek utama, yaitu kebersihan, kelengkapan, serta kerapihan atau keindahan kelas. Aspek kebersihan dinilai dari kebersihan lantai, papan tulis, meja dan kursi, pintu dan jendela, hingga teras kelas. Aspek kelengkapan mencakup ketersediaan atribut resmi negara seperti foto Presiden, foto Wakil Presiden, Lambang Garuda, jam dinding, alat kebersihan kelas, serta keberadaan mading kelas. Sementara itu, aspek kerapihan dan keindahan berfokus pada penataan meja guru, penataan meja dan kursi siswa, penataan peralatan kebersihan, serta kreativitas penataan papan pajangan kelas.

Melalui pemantauan berkala selama dua bulan, program ini berhasil memberikan perubahan signifikan terhadap kepedulian para siswa SMA Negeri 7 Yogyakarta dalam merawat ruang kelas mereka. Lingkungan kelas menjadi lebih bersih, tertata rapi, dan nyaman, sehingga secara langsung menciptakan suasana belajar yang kondusif serta mendukung kesehatan fisik peserta didik maupun seluruh warga sekolah. Pembiasaan rutin setiap pagi ini tidak hanya menjaga estetika lingkungan sekolah, tetapi juga berhasil memperkuat budaya gotong royong dan rasa kepemilikan bersama atas sarana publik di ruang lingkup pendidikan.

Melalui keberhasilan program ini, diharapkan pembiasaan dan semangat menjaga kebersihan kelas dapat terus dipertahankan secara mandiri oleh seluruh siswa, sehingga menjadi budaya berkelanjutan di SMA Negeri 7 Yogyakarta meskipun masa Praktik Kependidikan telah berakhir.

Dari Akar ke Buah: Media Pohon Ekonomi Berbasis Systems Thinking Karya Mahasiswa PK UNY Ajak Siswa SMA Negeri 2 Yogyakarta Bedah Kebijakan Pemerintah

Sebuah pendekatan belajar yang tidak biasa mewarnai kelas XE-5 SMA Negeri 2 Yogyakarta pada Rabu, 9 September 2026. Imam Rudi Mustofa, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), mengajak 35 siswa di kelas tersebut memahami materi Ekonomi lewat media bernama Pohon Ekonomi, hasil rancangannya sendiri yang memadukan prinsip systems thinking dengan kerangka Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan berlangsung di bawah pendampingan guru pamong Siti Fatimah, S.E., dan sejalan dengan upaya mendukung SDG 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, lewat proses belajar yang menempatkan siswa sebagai pihak aktif dalam menganalisis persoalan nyata.

Pohon Ekonomi digambarkan sebagai satu kesatuan pohon dengan lima bagian yang saling menopang: akar sebagai fondasi kegiatan ekonomi (kebutuhan, kelangkaan, dan sumber daya), batang sebagai proses inti berupa produksi, distribusi, dan konsumsi, cabang sebagai pelaku serta sistem pendukung kegiatan ekonomi, daun sebagai hasil yang muncul dari proses tersebut, dan buah sebagai capaian akhir yang merepresentasikan tujuan pembangunan berkelanjutan. Rangkaian metafora ini dirancang Imam agar siswa tidak memandang ekonomi sebagai kumpulan konsep yang berdiri sendiri, melainkan sebagai jalinan sebab-akibat yang saling memengaruhi.

Dengan bekal kerangka tersebut, 35 siswa dibagi ke dalam tujuh kelompok, dan setiap kelompok diminta menelusuri satu kasus atau program pemerintah pilihan mereka sendiri melalui kerangka Pohon Ekonomi, mulai dari akar persoalannya hingga buah berupa keterkaitannya dengan SDGs. Dari tujuh hasil analisis yang dipresentasikan, dua kelompok dinilai menunjukkan pemahaman paling matang dan ditunjuk membawakan hasil kerjanya di depan kelas: kelompok yang mengupas Koperasi Desa Merah Putih, dengan menyoroti bagaimana kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi di tingkat desa dapat mendorong kemandirian ekonomi warga, serta kelompok yang membedah program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menautkan pemenuhan kebutuhan gizi dengan peran berbagai pelaku ekonomi dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Kedua topik ini dipilih siswa sendiri sebagai objek kajian, sementara kerangka analisisnya sepenuhnya mengacu pada logika Pohon Ekonomi yang telah dipelajari sebelumnya.

Bagi Imam, capaian yang lebih penting daripada hasil presentasi itu sendiri adalah proses berpikirnya. Siswa dilatih menelusuri hubungan antarkomponen, memahami peran berbagai pihak dalam sebuah kebijakan, sekaligus membiasakan diri menyampaikan gagasan secara runtut dan meyakinkan. Aspek-aspek inilah yang oleh Imam dipandang selaras dengan semangat Education for Sustainable Development (ESD), meski ia menegaskan bahwa kegiatan ini murni bertumpu pada proses pembelajaran di kelas, bukan penelitian yang mengukur dampak kebijakan secara empiris.

Ke depan, Imam berharap media Pohon Ekonomi yang ia kembangkan dapat terus disempurnakan dan diterapkan pada materi maupun konteks kebijakan lain, sehingga siswa memiliki lebih banyak kesempatan berlatih berpikir sistemik sambil tetap berpijak pada persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.

"Kemitraan untuk Mencapai Tujuan": SMAN 1 Pleret Gandeng UNY Lewat Program PK

Bantul (SMAN 1 Pleret) – Pada Senin, 20 Juli 2026, sebanyak 15 mahasiswa Program Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) resmi memulai kegiatan praktik mengajar di SMA Negeri 1 Pleret, yang akan berlangsung hingga 23 September 2026. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi, yaitu Aisa Bela, Nanda Safitri, Puspita, Yasmin, Alya, Ibnu, Gilang, Fadzil, Nita, Sita, Ari, Fadia, Riana, Kiki, dan Una, dengan sasaran utama siswa-siswi SMAN 1 Pleret sebagai penerima manfaat langsung dari proses pembelajaran. Program ini merupakan wujud nyata dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, sekaligus poin ke-17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, karena mempertemukan sekolah dan perguruan tinggi dalam kemitraan strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Program PK bertujuan memberikan pengalaman praktik mengajar secara nyata kepada mahasiswa kependidikan UNY, sekaligus mendukung proses belajar-mengajar di sekolah mitra. Selama program berlangsung, mahasiswa PK terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari menyusun modul ajar, mengajar di kelas, menilai tugas siswa, hingga berpartisipasi dalam kegiatan rutin sekolah seperti piket, upacara, dan pembinaan kedisiplinan siswa. Pelaksanaan kegiatan ini didampingi oleh guru pamong yang membimbing mahasiswa dalam merancang pembelajaran dan mengelola kelas, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari UNY yang secara berkala memberikan evaluasi dan arahan.

Kehadiran mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) memberikan manfaat timbal balik bagi kedua belah pihak. Bagi mahasiswa, program ini menjadi bekal nyata dalam mempersiapkan diri sebagai calon guru profesional. Sementara itu, bagi sekolah, kehadiran mereka membawa energi dan gagasan segar yang turut memperkaya proses pembelajaran maupun beragam kegiatan kesiswaan. Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Masyarakat (Humas) SMAN 1 Pleret menyampaikan bahwa program PK ini memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan di sekolah, baik dalam hal penguatan proses belajar-mengajar maupun sebagai wadah regenerasi tenaga pendidik yang berkualitas di masa mendatang. Lebih dari itu, kehadiran mahasiswa PK juga mendorong para guru untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Sekolah pun berharap kerja sama yang telah terjalin ini dapat terus berlanjut dan semakin memberikan manfaat bagi semua pihak.

Melalui kemitraan yang berkelanjutan ini, pihak sekolah berharap dapat terus menjadi mitra strategis dalam mencetak calon pendidik yang kompeten, sekaligus memperkuat mutu pembelajaran bagi siswa. Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum berharap kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada praktik kependidikan, tetapi juga mencakup kegiatan pengabdian masyarakat, serta agar ke depannya setiap mata pelajaran dapat memiliki mahasiswa PK yang mendampingi proses pembelajaran. Ia juga berharap para mahasiswa yang sedang menjalani proses PK dapat terus beradaptasi dengan baik di lingkungan sekolah demi kelancaran kegiatan belajar-mengajar, sekaligus memperluas kolaborasi dengan berbagai instansi lain seperti puskesmas, komite sekolah, dan lembaga pemerintah daerah guna memperkuat kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Tim Peneliti FEB UNY dan Mitra Internasional Raih Penghargaan Best Paper pada The 14th GAMAICEB 2026

Prestasi internasional kembali diraih oleh civitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY). Tim peneliti kolaborasi lintas negara berhasil meraih penghargaan prestisius Best Paper pada ajang konferensi internasional The 14th GAMAICEB (Gadjah Mada International Conference on Economics and Business) 2026.

Penelitian ilmiah yang berhasil meraih predikat terbaik tersebut diangkat dengan judul: “When Sustainability Speaks and When It Stays Silent: The Effects of Greenwashing and Greenhushing on Youth Purchase Intention the Moderating Role of Warm Glow”.

Karya ilmiah ini mengkaji fenomena krusial dalam komunikasi keberlanjutan (sustainability), yakni bagaimana praktik greenwashing (klaim ramah lingkungan yang berlebihan) dan greenhushing (penyembunyian informasi ramah lingkungan) memengaruhi niat beli generasi muda, serta bagaimana warm glow berperan dalam memoderasi pengaruh tersebut dengan metode penelitian eksperimen.

Penelitian yang berhasil meraih penghargaan bergengsi ini merupakan luaran dari pendanaan penelitian kompetitif Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui skema Penelitian Kerjasama Internasional (Luar Asia Tenggara) Tahun 2025. Ajang GAMAICEB merupakan konferensi internasional berskala global yang memfasilitasi para peneliti, akademisi, dan praktisi untuk mempresentasikan riset-riset unggulan di bidang ekonomi, bisnis, dan akuntansi. Raihan Best Paper ini menunjukkan pengakuan dunia akademik internasional atas kedalaman analisis, kebaruan isu, dan kontribusi keilmuan yang ditawarkan oleh tim peneliti.

Capaian berharga ini diharapkan dapat semakin meningkatkan motivasi para akademisi untuk memperluas jaringan riset global dan menghasilkan karya berkualifikasi tinggi. Prestasi ini juga menjadi cerminan komitmen nyata institusi dalam mengusung semangat FEB UNY Berdampak dan Diktisaintek Berdampak melalui pengembangan ilmu pengetahuan yang bermanfaat luas.

Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi riset antara dosen FEB UNY, mahasiswa, serta mitra internasional dari Business School, Nagoya University of Commerce and Business (NUCB), Nagoya, Jepang. Karya ilmiah ini disusun oleh: Tim Penelitia dari FEB UNY yang diketua oleh Prof. Dr. Ratna Candra Sari, S.E., M.Si., CA, CFP., serta anggota peneliti dan mahasiswa yaitu Dian Juliani, S.E., M.Sc.; Annisa Ratna Sari, S.Pd., M.S.Ed., Ph.D.; Arin Pranesti, S.Pd., M.Sc.; Arsy Widiyanti, S.Ak., dan Frendy (Business School, Nagoya University of Commerce and Business / NUCB, Nagoya, Japan). (djl)

 



 

Dekan FEB UNY Pimpin Rapat Kerja Perdana AFE-LPTK Periode 2026–2029

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta, Dr. Sutirman, M.Pd., resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Asosiasi Fakultas Ekonomi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan periode 2026–2029. Penetapan tersebut disahkan melalui Keputusan Kongres V AFE-LPTK yang diselenggarakan di Universitas Negeri Surabaya pada 23–24 Juli 2026. Kepemimpinan ini menegaskan peran aktif FEB UNY dalam mengawal penguatan tata kelola serta peningkatan mutu pendidikan tinggi ekonomi nasional.

Organisasi AFE-LPTK menaungi 12 fakultas ekonomi LPTK se-Indonesia sebagai wadah kolaborasi dalam menyelaraskan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kemahasiswaan.

Mengawali masa bakti kepengurusan, AFE-LPTK menyelenggarakan Rapat Kerja Penyusunan Program Kerja Tahun 2026 di Four Points by Sheraton Makassar pada 18–20 September 2026. Forum tersebut dihadiri oleh jajaran Dekan dan Wakil Dekan dari seluruh institusi anggota untuk membahas penyusunan program kerja, perubahan anggaran dasar, serta penetapan arah kebijakan asosiasi.

Dr. Sutirman menyampaikan bahwa penguatan sinergi antar-LPTK menjadi kunci utama dalam merespons dinamika pendidikan dan tantangan ekonomi global. Melalui perumusan program yang terintegrasi, AFE-LPTK berfokus pada peningkatkan mutu pengajaran, perluasan publikasi ilmiah bereputasi, serta optimalisasi kerja sama kelembagaan. Peningkatan capaian prestasi mahasiswa anggota AFE-LPTK menjadi perhatian utama.

Langkah strategis kepemimpinan FEB UNY dalam AFE-LPTK ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas dan poin 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Sinergi berkelanjutan antar-perguruan tinggi LPTK ini diharapkan dapat meningkatkan pemerataan mutu pendidikan tinggi ekonomi di seluruh Indonesia. (ist/fdh)

FEB UNY Gelar Guest Lecture Bersama UiTM Malaysia, Dorong Peran Perguruan Tinggi dalam Implementasi SDGs

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menggelar kuliah tamu (Guest Lecture) internasional bertajuk "SDG in Higher Education: Walk the Talk" yang berlangsung di Auditorium FEB UNY, Rabu (16/9/2026) lalu. Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menghadirkan Dr. Yussri bin Sawani, Asisten Rektor Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Sarawak Kampus Mukah, Malaysia, sebagai pembicara utama. Kegiatan akademik ini diikuti oleh 150 mahasiswa beserta jajaran dekanat FEB UNY.sambutan Dr Sutirman Dekan FEB

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., yang menyambut hangat kehadiran narasumber dan rombongan akademisi dari Malaysia. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kolaborasi internasional ini dan berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Dr. Sutirman menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk menggali pengetahuan serta wawasan komparatif mengenai praktik dan pengimplementasian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia maupun Malaysia.

Dalam pemaparannya, Dr. Yussri bin Sawani menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai akselerator pencapaian SDGs. Ia mengusung konsep keseimbangan antara "Walk the Talk" (menerapkan praktik keberlanjutan secara nyata di lingkungan kampus) dan "Talk the Walk" (mengedukasi serta mengampanyekan kesadaran SDGs). Menurutnya, komitmen keberlanjutan harus terintegrasi secara menyeluruh dalam empat pilar utama perguruan tinggi, yaitu pengajaran (teaching), penelitian (research), tata kelola operasional kampus (operations), dan kemitraan masyarakat (engagement).

Lebih lanjut, Dr. Yussri memperkenalkan instrumen Higher Education Institution Sustainable Development Goals Disclosure Index (HSDI) sebagai kerangka evaluasi transparansi informasi SDGs pada situs web universitas. Ia memaparkan data progres SDGs tingkat global serta regional di Indonesia dan Malaysia, seraya menegaskan pentingnya keterbukaan data dan penguatan kurikulum. Dengan akuntabilitas pelaporan yang baik, perguruan tinggi tidak hanya sekadar mempublikasikan wacana, tetapi juga menghasilkan dampak transformatif yang terukur bagi masyarakat.

Sesi diskusi berlangsung interaktif saat para peserta berkesempatan mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber. Sebanyak 150 mahasiswa yang hadir tampak antusias mendalami berbagai topik, mulai dari integrasi SDGs dalam akuntansi dan auditing, tantangan pembiayaan berkelanjutan, hingga peran mahasiswa dalam aksi sosial-lingkungan di kampus. Diskusi ini memperluas perspektif peserta mengenai pentingnya kepemimpinan dan strategi berbasis keberlanjutan di era global.

Penyelenggaraan kegiatan ini secara langsung mencerminkan komitmen terhadap beberapa poin utama Sustainable Development Goals (SDGs) yang relevan. Secara khusus, acara ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi keberlanjutan dan literasi masa depan bagi mahasiswa, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) lewat kolaborasi akademis lintas negara antara FEB UNY dan UiTM Malaysia. Selain itu, pembahasan yang diusung juga menyentuh SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong riset inovatif dan operasional kampus hijau yang akuntabel. (fdh)

Pages