Kegiatan Keputrian SMA Negeri 1 Pleret, Tetap Belajar dan Mendekatkan Diri kepada Allah

Bantul, September 2026 — Pendidikan tidak hanya berfokus pada pemberian pengetahuan kepada murid, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter melalui kebiasaan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Pembentukan karakter berkaitan dengan watak, moral, sikap, dan kebiasaan seseorang dalam berperilaku, termasuk dalam menjalankan nilai-nilai keagamaan. Karakter dapat dibentuk melalui pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus sehingga menjadi bagian dari perilaku murid. Salah satu bentuk pembiasaan tersebut diterapkan di SMA Negeri 1 Pleret melalui kegiatan keputrian bagi murid perempuan yang sedang mengalami menstruasi atau haid. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan agar murid tetap dapat mengikuti kegiatan keagamaan, menjaga keimanan, dan mendekatkan diri kepada Allah meskipun sedang tidak melaksanakan salat.

Kegiatan keputrian merupakan kegiatan yang sudah lama dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pleret. Kegiatan ini dilaksanakan ketika murid lainnya melaksanakan salat Zuhur berjamaah, yaitu setiap hari kecuali hari Jumat karena pada hari tersebut murid pulang pukul 11.00. Murid perempuan yang sedang mengalami menstruasi atau haid diarahkan untuk berkumpul di perpustakaan sekolah dan mengikuti kegiatan dengan membaca Asmaul Husna bersama-sama. Dengan adanya kegiatan tersebut, murid tetap memiliki aktivitas yang positif selama tidak mengikuti salat Zuhur serta tetap mendapatkan pembinaan keagamaan di lingkungan sekolah.

Dalam pelaksanaannya, murid membaca Asmaul Husna bersama-sama dengan tertib di perpustakaan dan didampingi oleh guru atau pihak sekolah. Perpustakaan dipilih sebagai tempat kegiatan karena memiliki suasana yang tenang dan nyaman untuk membaca. Setelah kegiatan selesai, murid dapat kembali mengikuti kegiatan sekolah sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Pembacaan Asmaul Husna dilakukan sebagai salah satu cara agar murid tetap mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah. Melalui kegiatan ini, murid diharapkan tetap menjaga keimanan dan membiasakan diri melakukan kegiatan keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut juga memberikan pemahaman bahwa meskipun sedang menstruasi dan tidak melaksanakan salat, murid tetap dapat melakukan kegiatan positif untuk mengingat Allah.

Selain membaca Asmaul Husna, kegiatan keputrian juga menjadi ruang bagi murid untuk mendapatkan pembinaan mengenai keagamaan, kehidupan perempuan, dan pembentukan karakter. Murid dapat mengikuti kegiatan bersama teman-temannya sehingga tetap merasa terlibat dalam kegiatan sekolah. Pembiasaan yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat membantu murid menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan keputrian di SMA Negeri 1 Pleret memiliki kaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas. SDGs ke-4 menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif dan berkualitas serta memberikan kesempatan belajar bagi semua. Melalui kegiatan ini, murid perempuan yang sedang menstruasi atau haid tetap memperoleh kesempatan untuk mengikuti kegiatan pembinaan dan belajar di lingkungan sekolah. Pembacaan Asmaul Husna tidak hanya menjadi kegiatan untuk mengisi waktu, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter dan penguatan keimanan. Kegiatan keputrian menjadi salah satu upaya SMA Negeri 1 Pleret dalam mendukung pendidikan berkualitas melalui pembiasaan, pembentukan karakter, serta pemberian kesempatan kepada murid untuk tetap belajar dan berkembang sesuai dengan kondisinya.

Penulis: Puspita Tyas Shabrina_Program Studi Pendidikan Ekonomi_Fakultas Ekonomi dan Bisnis_Universitas Negeri Yogyakarta