English
Bahasa Indonesia
You are here
Dari Akar ke Buah: Media Pohon Ekonomi Berbasis Systems Thinking Karya Mahasiswa PK UNY Ajak Siswa SMA Negeri 2 Yogyakarta Bedah Kebijakan Pemerintah

Sebuah pendekatan belajar yang tidak biasa mewarnai kelas XE-5 SMA Negeri 2 Yogyakarta pada Rabu, 9 September 2026. Imam Rudi Mustofa, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), mengajak 35 siswa di kelas tersebut memahami materi Ekonomi lewat media bernama Pohon Ekonomi, hasil rancangannya sendiri yang memadukan prinsip systems thinking dengan kerangka Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan berlangsung di bawah pendampingan guru pamong Siti Fatimah, S.E., dan sejalan dengan upaya mendukung SDG 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, lewat proses belajar yang menempatkan siswa sebagai pihak aktif dalam menganalisis persoalan nyata.
Pohon Ekonomi digambarkan sebagai satu kesatuan pohon dengan lima bagian yang saling menopang: akar sebagai fondasi kegiatan ekonomi (kebutuhan, kelangkaan, dan sumber daya), batang sebagai proses inti berupa produksi, distribusi, dan konsumsi, cabang sebagai pelaku serta sistem pendukung kegiatan ekonomi, daun sebagai hasil yang muncul dari proses tersebut, dan buah sebagai capaian akhir yang merepresentasikan tujuan pembangunan berkelanjutan. Rangkaian metafora ini dirancang Imam agar siswa tidak memandang ekonomi sebagai kumpulan konsep yang berdiri sendiri, melainkan sebagai jalinan sebab-akibat yang saling memengaruhi.
Dengan bekal kerangka tersebut, 35 siswa dibagi ke dalam tujuh kelompok, dan setiap kelompok diminta menelusuri satu kasus atau program pemerintah pilihan mereka sendiri melalui kerangka Pohon Ekonomi, mulai dari akar persoalannya hingga buah berupa keterkaitannya dengan SDGs. Dari tujuh hasil analisis yang dipresentasikan, dua kelompok dinilai menunjukkan pemahaman paling matang dan ditunjuk membawakan hasil kerjanya di depan kelas: kelompok yang mengupas Koperasi Desa Merah Putih, dengan menyoroti bagaimana kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi di tingkat desa dapat mendorong kemandirian ekonomi warga, serta kelompok yang membedah program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menautkan pemenuhan kebutuhan gizi dengan peran berbagai pelaku ekonomi dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Kedua topik ini dipilih siswa sendiri sebagai objek kajian, sementara kerangka analisisnya sepenuhnya mengacu pada logika Pohon Ekonomi yang telah dipelajari sebelumnya.
Bagi Imam, capaian yang lebih penting daripada hasil presentasi itu sendiri adalah proses berpikirnya. Siswa dilatih menelusuri hubungan antarkomponen, memahami peran berbagai pihak dalam sebuah kebijakan, sekaligus membiasakan diri menyampaikan gagasan secara runtut dan meyakinkan. Aspek-aspek inilah yang oleh Imam dipandang selaras dengan semangat Education for Sustainable Development (ESD), meski ia menegaskan bahwa kegiatan ini murni bertumpu pada proses pembelajaran di kelas, bukan penelitian yang mengukur dampak kebijakan secara empiris.
Ke depan, Imam berharap media Pohon Ekonomi yang ia kembangkan dapat terus disempurnakan dan diterapkan pada materi maupun konteks kebijakan lain, sehingga siswa memiliki lebih banyak kesempatan berlatih berpikir sistemik sambil tetap berpijak pada persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.

Faculties, Graduate School, and Directorates
- Faculty of Education and Psychology
- Faculty of Engineering
- Faculty of Mathematics and Natural Sciences
- Faculty of Languages, Arts, and Cultures
- Faculty of Social Sciences, Law, and Political Science
- Faculty of Health and Sports Science
- Faculty of Vocational
- Graduate School
- Directorate of Quality Assurance
- Directorate of Researches and Community Services
Contact Us
Copyright © 2026,