Mahasiswa PK UNY Mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Di SMK Negeri 7 Yogyakarta sebagai Bentuk Wujud Nyata SDGS 2: Tanpa Kelaparan Terealisasi
Submitted by feb on Fri, 25/09/2026 - 19:18
Yogyakarta, 9 September 2026 – Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta Tahun Akademik 2026/2027 yang bertugas di SMK Negeri 7 Yogyakarta ikut mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah selama periode Agustus hingga September 2026. Kegiatan tersebut bertempat di SMK Negeri 7 Yogyakarta, Jalan Gowongan Kidul JT III/416, Kota Yogyakarta, dan berfokus pada pendampingan alur pelayanan makanan, mulai dari pencatatan makanan yang datang pada Lembar Kontrol Makanan hingga pengumpulan, penataan, dan pengikatan ompreng (wadah makan berbahan stainless steel) dengan tali rafia. Kontribusi ini merupakan bagian dari upaya mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan, khususnya agar makanan yang aman, bergizi, dan cukup dapat diterima warga sekolah secara tertib, tepat waktu, dan dalam kondisi layak.
Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemenuhan gizi bagi peserta didik. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) nomor 2 bertujuan mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, memperbaiki gizi, serta mendorong pertanian yang berkelanjutan. Dua targetnya yang paling dekat dengan dunia sekolah adalah menjamin akses terhadap pangan yang aman, bergizi, dan cukup sepanjang tahun (target 2.1), serta mengakhiri segala bentuk malnutrisi (target 2.2). Dengan demikian, kelaparan tidak hanya dimaknai sebagai ketiadaan makanan, tetapi juga sebagai kondisi ketika makanan yang dikonsumsi belum mencukupi kebutuhan gizi. Di Indonesia, upaya tersebut diwujudkan melalui Program Makan Bergizi Gratis yang mulai dijalankan pada 6 Januari 2025 di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN) dan dilaksanakan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan sasaran antara lain anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Sekolah menengah kejuruan menjadi lingkungan yang relevan bagi program ini karena peserta didiknya menjalani kegiatan belajar yang menuntut konsentrasi sekaligus praktik kejuruan yang membutuhkan tenaga. Asupan gizi yang baik dan diterima tepat waktu turut menopang kesiapan mereka mengikuti pembelajaran. Berangkat dari pemikiran tersebut, Mahasiswa PK UNY yang sedang menjalankan tugas di SMK Negeri 7 Yogyakarta memandang bahwa peran calon pendidik tidak berhenti pada kegiatan di dalam kelas, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap kesejahteraan peserta didik. Hal ini sejalan dengan pandangan BGN bahwa guru dan mahasiswa perlu dilibatkan dalam upaya pendidikan gizi di sekolah dan kampus.
Kebutuhan akan dukungan di lapangan terlihat jelas dari data yang tercatat pada Lembar Kontrol Makanan di meja petugas sekolah. Lembar tersebut memuat jenis porsi, jumlah porsi, waktu kedatangan makanan, dan batas waktu makanan baik dikonsumsi. Pada dokumentasi kegiatan, tertulis jenis porsi besar dengan jumlah 1.166 porsi, waktu kedatangan pukul 08.30, dan batas waktu konsumsi pukul 11.00 . Angka-angka ini menunjukkan bahwa penyediaan makanan bergizi bukan sekadar persoalan menu, melainkan juga persoalan ketepatan jumlah, ketepatan waktu, dan kebersihan wadah. Dengan lebih dari seribu ompreng yang harus dikelola dalam satu hari, penataan yang tidak tertib berpotensi menimbulkan wadah tercecer, tercampur, atau sulit dihitung, sehingga kelancaran layanan pada hari berikutnya dapat terganggu.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan berlangsung melalui beberapa tahapan. Pertama, makanan yang datang ke sekolah dicatat pada Lembar Kontrol Makanan yang dikelola petugas sekolah. Kedua, setelah makanan dikonsumsi, ompreng dikumpulkan di area teras depan gedung sekolah. Ketiga, Mahasiswa PK UNY yang mengenakan almamater dan tanda pengenal PK membantu memilah serta menumpuk ompreng dalam jumlah yang seragam. Keempat, setiap tumpukan diikat silang dengan tali rafia merah agar posisinya stabil, tidak mudah roboh, mudah diangkat, dan mudah dihitung oleh petugas. Pada dokumentasi tampak sebagian ompreng masih memiliki sisa makanan, sehingga penataan dilakukan dengan tetap memperhatikan kebersihan area dan kehati-hatian dalam bekerja. Seluruh proses berlangsung dengan dukungan petugas dan tenaga kependidikan sekolah, sehingga kegiatan ini menjadi kerja bersama, bukan kerja satu pihak saja.
Kegiatan ini bertumpu pada satu gagasan sederhana:
“Makanan bergizi baru bermakna bagi upaya menghapus kelaparan apabila sampai kepada penerima dengan jumlah yang tepat, pada waktu yang tepat, dan dalam kondisi yang layak.”
Gagasan tersebut menjelaskan mengapa pekerjaan yang tampak sederhana, seperti mengikat tumpukan ompreng, tetap memiliki arti penting. Rantai pelayanan makanan di sekolah baru dapat berjalan berkelanjutan apabila setiap tahapnya, dari kedatangan makanan hingga pengembalian wadah, berlangsung tertib. Melalui peran tersebut, Mahasiswa PK UNY turut menjaga kesinambungan layanan yang memungkinkan makanan bergizi kembali tersedia bagi peserta didik pada hari-hari berikutnya.
Hasil dari kegiatan ini dapat dilihat dari beberapa sisi. Dari sisi pelayanan, tumpukan ompreng menjadi lebih rapi, terhitung, dan siap dikelola lebih lanjut. Dari sisi pencatatan, alur makanan yang datang terdokumentasi pada lembar kontrol sehingga dapat ditelusuri. Dari sisi pembelajaran, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai pentingnya disiplin waktu, ketelitian, kerja sama, dan tanggung jawab dalam layanan yang menyangkut kebutuhan dasar banyak orang. Secara lebih luas, kegiatan ini mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan, serta memberi dukungan tidak langsung bagi SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena peserta didik yang tercukupi gizinya berada dalam kondisi yang lebih baik untuk belajar.
Kegiatan pendampingan Program Makan Bergizi Gratis di SMK Negeri 7 Yogyakarta menjadi bukti bahwa upaya mewujudkan dunia tanpa kelaparan dapat dimulai dari lingkungan sekolah dan dari tindakan yang nyata. Ke depan, Mahasiswa PK UNY berharap dukungan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dan dikembangkan, misalnya melalui edukasi gizi seimbang bagi peserta didik serta ajakan untuk menghabiskan makanan agar sisa makanan berkurang. Dengan sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan penyelenggara program, SMK Negeri 7 Yogyakarta diharapkan terus menjadi lingkungan belajar yang sehat, peduli, dan turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Tautan Dokumentasi Kegiatan:
(https://drive.google.com/drive/folders/10D3J2_YeK6M-GQGWlabNdhjNTOc7rHEb)










