Dari Limbah Menuju Lingkungan Sekolah Berkelanjutan melalui Pemanfaatan Eco-Enzyme di SMA Negeri 7 Yogyakarta
Submitted by feb on Wed, 30/09/2026 - 11:16
Lima mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan program pembuatan eco-enzyme bersama siswa kelas X SMA Negeri 7 Yogyakarta pada Kamis, 3 September 2026 dan Jumat, 4 September 2026. Salah satu mahasiswa pelaksana dalam kegiatan tersebut adalah Jelita Putri Avriana dari Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), UNY. Berbeda dari sekadar praktik pembuatan, kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang berkelanjutan, di mana eco-enzyme yang dihasilkan diarahkan untuk mendukung pemeliharaan tanaman dan penghijauan di SMA Negeri 7 Yogyakarta. Program ini menjadi salah satu wujud kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dan SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.
Kegiatan ini bertujuan mengajak siswa memahami bahwa limbah organik, khususnya sisa buah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), tidak berhenti menjadi sampah, melainkan dapat diolah kembali menjadi eco-enzyme yang bermanfaat bagi lingkungan sekolah. Dalam pelaksanaannya, kelima mahasiswa PK berperan sebagai fasilitator yang memberikan arahan mengenai proses fermentasi eco-enzyme sekaligus mendampingi siswa menyusun rencana pemanfaatannya setelah proses fermentasi selesai. Jelita Putri Avriana secara khusus mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan di kelas X-7 dan X-8, termasuk mendampingi diskusi bersama siswa dan koordinator kokurikuler serta WAKA Humas mengenai area sekolah yang akan menjadi sasaran penghijauan menggunakan hasil eco-enzyme. Pihak sekolah turut dilibatkan agar pemanfaatan eco-enzyme untuk pemeliharaan tanaman dapat berjalan selaras dengan program penghijauan yang sudah ada di lingkungan sekolah.
Keterlibatan siswa dalam merancang pemanfaatan eco-enzyme ini turut meningkatkan kepedulian mereka terhadap pengelolaan limbah organik di lingkungan sekolah. Siswa diajak menyadari bahwa hasil olahan limbah dapat memberi manfaat nyata, salah satunya melalui penggunaannya sebagai pupuk cair maupun cairan pembersih ramah lingkungan untuk mendukung pemeliharaan tanaman dan penghijauan sekolah. Kebiasaan mengolah dan memanfaatkan kembali limbah organik ini sejalan dengan semangat SDG 12 dalam mendorong pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, sekaligus turut mendukung SDG 13 melalui kontribusi sederhana terhadap upaya penanganan perubahan iklim di lingkup sekolah.
Eco-enzyme yang telah dibuat akan menjalani proses fermentasi selama kurang lebih tiga bulan sebelum dapat dipanen dan dimanfaatkan. Setelah pelaksanaan PK berakhir, proses pemantauan dan pemanfaatannya direncanakan dilanjutkan oleh siswa bersama penanggung jawab kelas, agar program ini tidak berhenti sebatas kegiatan pembelajaran, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan yang berkelanjutan. Melalui langkah sederhana ini, diharapkan pemanfaatan eco-enzyme untuk mendukung tanaman dan penghijauan sekolah dapat terus dilakukan oleh warga sekolah secara mandiri, sekaligus menjadi bagian dari budaya sekolah yang peduli terhadap lingkungan dan berkelanjutan.













