Praktik Telepon Kantor Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sebagai Bekal Keterampilan Komunikasi Siswa di Dunia Kerja dalam Mendukung SDGs 4 dan SDGs 8

Purworejo, 16 September 2026 – Laesa Nur Cahyani, Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), melaksanakan kegiatan pembelajaran berupa praktik telepon kantor dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris pada mata pelajaran Komunikasi di Tempat Kerja (KK MP), Program Keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis di SMK Negeri 2 Purworejo. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan, yaitu satu pertemuan untuk praktik komunikasi telepon Bahasa Indonesia dan dua pertemuan selanjutnya untuk praktik komunikasi telepon Bahasa Inggris. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menggunakan telepon kantor sekaligus melatih keterampilan komunikasi yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

Kegiatan ini berkaitan dengan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas dan SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui kegiatan praktik secara langsung, siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan teknis dan keterampilan komunikasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada pemahaman teori, tetapi juga memberikan pengalaman kepada siswa untuk menerapkan materi dalam situasi yang menyerupai lingkungan kerja. Kegiatan dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan berkomunikasi melalui telepon dalam pekerjaan perkantoran. Sebelum praktik, siswa terlebih dahulu mendapatkan materi mengenai etika bertelepon dan prosedur 7C dalam komunikasi, yaitu clarity (jelas), conciseness (singkat), concreteness (konkret), correctness (benar), coherence (runtut), completeness (lengkap), dan courtesy (santun). Materi tersebut menjadi dasar bagi siswa dalam melakukan komunikasi melalui telepon agar informasi yang disampaikan dapat diterima dengan jelas sesuai dengan etika komunikasi di tempat kerja.

Pada pertemuan pertama, siswa mempraktikkan penerimaan dan pemanggilan telepon dalam Bahasa Indonesia secara berpasangan. Praktik dilakukan tanpa membaca teks dialog sehingga siswa perlu memahami alur percakapan dan merespons lawan bicara secara langsung. Siswa dilatih menyampaikan salam pembuka, memperkenalkan diri atau instansi, mengidentifikasi penelepon, menyampaikan dan mencatat pesan, serta mengakhiri percakapan dengan baik. Pada dua pertemuan berikutnya, praktik dilanjutkan menggunakan Bahasa Inggris dengan dua skenario komunikasi di perusahaan. Skenario pertama adalah "making an appointment" atau membuat janji temu, sedangkan skenario kedua berkaitan dengan menjawab keluhan dan memberikan informasi produk kepada pelanggan. Dialog disusun oleh siswa secara berpasangan sebelum praktik, kemudian dipraktikkan tanpa membaca teks dengan memperhatikan penggunaan ungkapan yang sesuai, pelafalan, intonasi, kelancaran berbicara, serta alur komunikasi. Kegiatan ini memberikan pengalaman kepada siswa untuk menggunakan Bahasa Inggris dalam situasi komunikasi yang lebih dekat dengan kebutuhan pekerjaan.

Melalui kegiatan tersebut, siswa melatih kemampuan dalam berbicara, mendengarkan, menyampaikan informasi, mencatat pesan, dan merespons lawan bicara. Keterampilan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang relevan dengan dunia kerja dan mendukung penguatan keterampilan siswa sesuai dengan tujuan SDGs 4. Keterampilan komunikasi yang diperoleh juga dapat menjadi bekal bagi siswa sebagai calon tenaga kerja muda dalam menghadapi lingkungan kerja, yang berkaitan dengan SDGs 8. Ke depan, praktik komunikasi telepon dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris diharapkan dapat terus diterapkan dalam pembelajaran di SMK Negeri 2 Purworejo agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman menggunakan keterampilan komunikasi dalam situasi yang mendekati kebutuhan dunia kerja.