Peningkatan Literasi Ekonomi dan Kesadaran Kesenjangan Sosial melalui Metode Pembelajaran Interaktif TGT di SMA Negeri 1 Tempel
Submitted by feb on Thu, 08/10/2026 - 10:14
Sleman — Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Ade Vika Sendi Rosiana, melaksanakan kegiatan pembelajaran ekonomi yang inovatif di SMA Negeri 1 Tempel, Selasa (10/9/2026). Kegiatan yang menyasar 36 siswa kelas XI C ini tidak sekadar menjadi rutinitas akademik biasa, melainkan dirancang secara khusus agar terintegrasi dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Secara spesifik, pembelajaran ini berkontribusi langsung pada SDGs Tujuan 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, dengan menyediakan pengalaman belajar yang inklusif dan bermakna. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs Tujuan 10, yaitu Berkurangnya Kesenjangan, dengan membangun kesadaran para siswa terkait isu distribusi kekayaan dan kemiskinan di Indonesia.
Tujuan utama dari pelaksanaan kegiatan pembelajaran ini adalah memampukan siswa untuk menganalisis dan menghitung Produk Domestik Bruto (PDB), Produk Nasional Bruto (PNB), hingga Pendapatan Disposabel (DI) secara mandiri dan sistematis. Guna menghindari kejenuhan di dalam kelas, proses pelaksanaan pembelajaran menerapkan model Cooperative Learning tipe Teams Games Tournament (TGT). Dalam proses pelaksanaannya, mahasiswa bertindak sebagai fasilitator yang membagi siswa ke dalam enam kelompok untuk berkompetisi melalui permainan edukasi Flip Bottle. Materi pendapatan nasional diuji saat siswa secara bergantian mengambil kartu soal menantang, sehingga tercipta interaksi yang sangat dinamis dan partisipatif antara pihak-pihak yang terlibat, yakni mahasiswa PK, guru pendamping, dan seluruh siswa.
Kegiatan ini membuahkan hasil dan dampak yang sangat positif, terlihat dari transformasi sikap siswa yang pada awalnya pasif menjadi sangat antusias dan berkolaborasi secara aktif dalam menyusun strategi pemecahan masalah. Selain memberikan manfaat berupa peningkatan kemampuan kognitif dalam berhitung, kepekaan sosial siswa juga semakin menajam. Mereka mampu menganalisis secara kritis bahwa tingginya angka rata-rata pendapatan nasional tidak selalu mencerminkan pemerataan kesejahteraan di masyarakat, yang mana kontribusi pemikiran ini sangat relevan dengan SDGs Tujuan 10. Keberhasilan metode belajar yang menyenangkan ini membuktikan kontribusi nyata terhadap SDGs Tujuan 4 serta mampu menciptakan suasana kelas yang hidup dan partisipatif.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan pembelajaran interaktif ini, para siswa diberikan penugasan pengayaan untuk menyusun infografis yang membandingkan pendapatan per kapita dan tingkat kemiskinan antarnegara. Karya infografis dari masing-masing kelompok tersebut nantinya akan dipamerkan di dalam kelas sebagai media apresiasi sekaligus bahan evaluasi berkelanjutan. Diharapkan, penerapan metode pembelajaran yang partisipatif dan peka terhadap isu-isu sosial-ekonomi aktual ini dapat terus diadaptasi di lingkungan SMA Negeri 1 Tempel, sehingga sekolah mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga memiliki kepedulian tinggi terhadap upaya pemerataan kesejahteraan masyarakat.




















