Wujudkan Pembelajaran Inklusif melalui Model STAD dan Peer Teaching Berbasis SDGs 4 di SMK Negeri 1 Jogonalan

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dari Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Yola Indri Rahayu, melaksanakan kegiatan pembelajaran Akuntansi Keuangan pada Kamis (10/09/26) lalu di SMK Negeri 1 Jogonalan, Klaten. Kegiatan ini menyasar siswa kelas XI Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) dengan menerapkan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) yang dipadukan pendekatan peer teaching pada materi Piutang Wesel. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa PK dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas.

Kegiatan ini bertujuan menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, serta memberikan kesempatan belajar yang merata bagi seluruh siswa. Pembelajaran diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian, karakteristik, dan jenis-jenis piutang wesel, dilengkapi contoh perhitungan dan pencatatan transaksi. Siswa selanjutnya dibagi ke dalam beberapa kelompok belajar secara heterogen, dengan setiap kelompok terdiri atas siswa berkemampuan berbeda. Pada tahap diskusi kelompok, siswa mengerjakan latihan soal secara bersama, di mana siswa yang telah memahami materi membantu menjelaskan langkah penyelesaian kepada teman yang masih kesulitan. Setelah diskusi kelompok selesai, setiap siswa mengerjakan kuis individu untuk mengukur pemahaman masing-masing terhadap materi yang telah dipelajari.

Penerapan model STAD dan peer teaching ini memberikan dampak positif bagi peserta didik. Siswa yang berperan sebagai peer teacher memperkuat pemahamannya sendiri saat menjelaskan materi kepada teman, sementara siswa yang mengalami kesulitan memperoleh penjelasan dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami dari teman sebaya. Suasana belajar menjadi lebih aktif dan interaktif karena seluruh siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Selain manfaat akademik, kegiatan ini turut melatih keterampilan kerja sama tim, komunikasi, dan tanggung jawab siswa dalam kelompok, yang menjadi bekal penting bagi siswa SMK dalam menghadapi dunia kerja. Kontribusi kegiatan ini terhadap SDGs 4 tampak dari terciptanya pemerataan kesempatan belajar bagi siswa dengan kemampuan beragam serta peningkatan kualitas proses pembelajaran secara menyeluruh.

Melalui kegiatan ini, diharapkan model pembelajaran kolaboratif seperti STAD dan peer teaching dapat terus diterapkan dan dikembangkan di SMK Negeri 1 Jogonalan, tidak hanya pada mata pelajaran Akuntansi Keuangan, tetapi juga pada mata pelajaran lain yang membutuhkan pemahaman konsep secara mendalam. Kegiatan ini diharapkan menjadi kontribusi berkelanjutan mahasiswa PK UNY dalam mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berpusat pada siswa, sejalan dengan tujuan SDGs 4. (yla)