Mengembangkan Keberanian Berkomunikasi melalui Pelatihan Public Speaking sebagai Implementasi SDGs ke-4 di SMA Negeri 1 Kota Mungkid

SMA Negeri 1 Kota Mungkid menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang diwujudkan melalui berbagai kegiatan pengembangan potensi murid. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan berupa pelatihan public speaking, content creator, dan videografi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (08/09/26) lalu di SMA Negeri 1 Kota Mungkid dan diikuti oleh 60 murid, yang terdiri atas 40 murid Duta Literasi Sekolah (DLS) dan 20 murid dari organisasi di sekolah. Pada sesi public speaking, materi disampaikan oleh Nurul Fatimah yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya kemampuan berkomunikasi dan keberanian menyampaikan gagasan di hadapan orang lain. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pengembangan keterampilan yang dapat mendukung proses pendidikan dan kehidupan murid.

Pelatihan public speaking memberikan pemahaman bahwa kemampuan berbicara di depan umum tidak hanya berkaitan dengan keberanian untuk tampil, tetapi juga mencakup kemampuan menyusun gagasan, memilih kata yang tepat, menyampaikan informasi secara jelas, dan membangun komunikasi dengan audiens. Keterampilan tersebut dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan di sekolah, seperti melakukan presentasi, menyampaikan pendapat dalam diskusi, mengikuti organisasi, menjadi pembawa acara, maupun berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pelatihan ini, murid memahami bahwa kepercayaan diri dalam berbicara dapat dibangun melalui keberanian untuk mencoba dan terus berlatih. Dengan adanya kesempatan untuk belajar dan berlatih, murid dapat menjadi lebih terbiasa menyampaikan ide secara terarah serta berinteraksi dengan orang lain.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Nur Hasanah Febriana, mahasiswa PK UNY dari program studi Pendidikan Ekonomi turut terlibat sebagai bagian dari tim Publikasi, Dokumentasi, dan Dekorasi (PDD), khususnya dalam membantu proses dokumentasi selama kegiatan berlangsung. Keterlibatan ini memberikan Febriana kesempatan untuk mengamati secara langsung antusiasme murid selama mengikuti pelatihan. Febriana melihat bahwa kegiatan pengembangan keterampilan dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di dalam kelas. Murid tidak hanya memperoleh materi dari narasumber, tetapi juga mendapatkan ruang untuk memahami pentingnya komunikasi dan mengembangkan keberanian dalam menyampaikan gagasan. Bagi murid, kegiatan ini dapat memberikan manfaat berupa bertambahnya pemahaman mengenai public speaking dan kesadaran bahwa kemampuan berkomunikasi perlu terus dilatih. Keterampilan tersebut dapat menjadi bekal dalam mengikuti kegiatan sekolah dan organisasi, melanjutkan pendidikan, maupun mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Kegiatan pelatihan public speaking menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga dengan kesempatan bagi murid untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan. Hal tersebut sejalan dengan SDGs tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas yang mendorong pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan potensi murid. Keberanian berbicara, kemampuan menyampaikan gagasan, dan kemampuan berkomunikasi dengan baik merupakan keterampilan yang dapat terus dikembangkan melalui pengalaman dan latihan. Oleh karena itu, diharapkan keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas di sekolah maupun di luar sekolah. Bagi Febriana dan mahasiswa PK lainnya, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi pengalaman bahwa pengembangan keterampilan murid dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan pendidikan yang berkualitas, bermakna, dan relevan dengan kebutuhan mereka di masa depan. (nhs)