English
Bahasa Indonesia
You are here
Bukan Sekadar Jalan-Jalan, Siswa SMA 1 Bantul Bongkar Ekonomi Kreatif

Puluhan siswa kelas X-I SMA Negeri 1 Bantul melaksanakan observasi kokurikuler ke Padukuhan Piring II, Kalurahan Murtigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, pada Kamis, 10 September 2026. Kegiatan yang didampingi mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Ekonomi ini bertujuan mengenalkan siswa pada potensi ekonomi kreatif dan kearifan lokal masyarakat setempat, sekaligus menjadi wujud kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta poin 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Rombongan yang didampingi wali kelas, Ibu Martini, disambut oleh Kepala Dukuh Piring II, Bapak Danan, sebelum memulai observasi. Siswa lebih dulu mendatangi rumah produksi kuliner khas adrem milik Ibu Siti untuk mengamati proses pembuatan kue tradisional berbahan tepung beras dan gula merah tersebut, mulai dari bahan baku hingga pemasarannya, sekaligus menggali data kependudukan setempat seperti tingkat pendidikan dan perbandingan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan. Kegiatan dilanjutkan ke rumah Bapak Budi, pengrajin yang mengolah eceng gondok, gedebog pisang, dan daun pandan menjadi tas, keranjang, dan karpet. Sebagian pengrajin yang terlibat merupakan warga sekitar, mayoritas ibu rumah tangga yang menjadikan kegiatan ini sebagai usaha sampingan untuk menambah penghasilan keluarga, dengan hasil produksi yang telah dipasarkan hingga ke berbagai daerah di luar Bantul. Siswa berdialog langsung mengenai teknik pengolahan bahan hingga strategi menjaga kelangsungan usaha di tengah persaingan pasar.
Dari kunjungan ini, siswa memperoleh pemahaman konkret tentang bagaimana ekonomi kerakyatan tumbuh dari pemanfaatan sumber daya alam lokal secara berkelanjutan. Bapak Budi menjelaskan bahwa kerajinan eceng gondok dari kawasan Bantul telah menembus pasar ekspor ke sejumlah negara seperti Prancis, Amerika Serikat, dan Inggris dengan nilai keuntungan yang cukup tinggi. Salah satu siswa, Tsaqif Revada dari kelompok 3 kelas X-I, mengaku mendapat banyak wawasan baru. "Saya pernah melihat produk seperti keranjang dan karpet, tapi baru tahu ternyata itu terbuat dari eceng gondok. Ternyata produk semacam itu juga ada di sekitar saya di daerah Bantul," ujarnya. Ia menilai kegiatan kokurikuler semacam ini penting diadakan sekolah agar pelajar semakin memahami kondisi ekonomi dan sosial di luar lingkungan sekolah.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan rombongan tiba kembali di sekolah sekitar pukul 12.00 WIB. Melalui observasi ini, mahasiswa PK Pendidikan Ekonomi berharap siswa semakin peka terhadap potensi ekonomi di lingkungan sekitar, termotivasi melestarikan produk lokal, serta tumbuh menjadi generasi muda yang menghargai kearifan lokal dan berpikir kritis dalam melihat persoalan ekonomi, sosial, dan lingkungan di sekitarnya.

Contact Us
Copyright © 2026,