English
Bahasa Indonesia
You are here
KKN-M UNY Bantu UMKM Padukuhan Tulung Terdaftar di Google Maps lewat Program SODIG

Sebanyak tujuh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Padukuhan Tulung, Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, kini memiliki identitas digital berupa titik lokasi usaha pada Google Maps. Pendampingan tersebut merupakan hasil program SODIG (Sosialisasi dan Pendampingan Digital UMKM) yang dijalankan tim KKN-M Universitas Negeri Yogyakarta pada 5–13 September 2026.
Program ini berangkat dari catatan Lurah Tamanmartani, Gandang Hardjanata, pada saat penerjunan tim KKN-M. Salah satu permintaannya adalah agar mahasiswa menyusun program kerja pendampingan digital bagi UMKM di wilayahnya yang dinilai masih memerlukan bantuan. Hasil observasi di Padukuhan Tulung memperkuat kebutuhan tersebut. Minimnya visibilitas UMKM di Tulung terlihat dari sebagian pelaku usaha yang belum memiliki titik lokasi pada peta digital dan belum terbiasa menggunakan telepon pintar untuk keperluan usaha, sehingga usahanya sulit ditemukan pembeli dari luar wilayah. Kondisi ini mencerminkan belum optimalnya pengembangan dan pemasaran UMKM di Kalurahan Tamanmartani.
Karena itu, pemanfaatan digital dipilih sebagai sarana promosi sekaligus langkah awal transformasi digital bagi pelaku UMKM. Melalui program SODIG, pelaku usaha tidak hanya dikenalkan pada strategi pemasaran, tetapi juga didampingi langsung agar usahanya dapat ditemukan di ruang digital.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi konsep bauran pemasaran 4P (product, price, place, promotion) pada Sabtu, 5 September 2026 pukul 15.00–17.30 WIB di rumah Ketua RW 01, Badar. Sosialisasi sengaja ditumpangkan pada pertemuan rutin PKK Padukuhan Tulung dan diikuti 38 peserta. Pelaku UMKM sulit untuk dijangkau dari situ kita mengumpulkan satu per satu, melalui peserta pertemuan PKK juga banyak yang membuka usaha rumahan. Materi disampaikan melalui poster infografis bertajuk “4P Strategi Pemasaran untuk UMKM Kuliner” yang memuat contoh nyata, mulai dari cara memotret produk, menghitung harga jual, mendaftarkan lokasi usaha, hingga memanfaatkan media sosial dan status WhatsApp sebagai sarana promosi.
Tahap berikutnya adalah pendataan UMKM pada 7–9 September 2026 yang menghasilkan 18 UMKM terdata. Pendampingan kemudian dilakukan pada 11–13 September 2026 secara door to door dengan mendatangi seluruh pelaku usaha satu per satu, karena tidak semua hadir pada sosialisasi. Dari kunjungan tersebut, tujuh pelaku usaha bersedia didampingi memetakan lokasi usahanya, lima di antaranya telah terverifikasi dan muncul pada pencarian Google Maps, sedangkan dua lainnya masih menunggu proses verifikasi.
Pendampingan juga menghadirkan temuan yang menarik. Tiga pelaku usaha memilih tidak dipetakan. Pemilik usaha pemotongan ayam, misalnya, menilai pasokan dan permintaan usahanya sudah seimbang dengan pelanggan tetap yang dimiliki, sementara jumlah tenaga kerjanya terbatas sehingga ia khawatir kewalahan bila pesanan bertambah. Tim menghormati keputusan tersebut dan mencatatnya sebagai pelajaran bahwa digitalisasi perlu disesuaikan dengan kapasitas setiap usaha.
Selain penolakan, tim menghadapi kendala teknis berupa keterbatasan literasi digital pemilik usaha yang sebagian hanya terbiasa menggunakan WhatsApp, jaringan seluler yang kurang stabil di beberapa titik, serta pelaku usaha yang belum memiliki akun Google. Pada kunjungan yang sama, tim KKN-M turut membantu warga mengisi pendataan FORKAL (Forum Kalurahan) milik Kalurahan Tamanmartani sehingga satu kunjungan dapat menjawab dua kebutuhan sekaligus.
Program SODIG dijalankan dengan Hafif Pramana sebagai penanggung jawab program kerja, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Aulia Majid, S.T., M.Eng., serta dengan dukungan Dukuh Tulung, Veronica Hapsari Widyanti, dan pengurus PKK setempat. Ke depan, tim berharap pelaku UMKM dapat mengelola sendiri informasi usahanya, mulai dari memperbarui jam buka, menambah foto produk, hingga menanggapi ulasan pelanggan. Pendampingan lanjutan dan dukungan pemerintah kalurahan dinilai tetap diperlukan agar digitalisasi UMKM di Padukuhan Tulung berkelanjutan.

Faculties, Graduate School, and Directorates
- Faculty of Education and Psychology
- Faculty of Engineering
- Faculty of Mathematics and Natural Sciences
- Faculty of Languages, Arts, and Cultures
- Faculty of Social Sciences, Law, and Political Science
- Faculty of Health and Sports Science
- Faculty of Vocational
- Graduate School
- Directorate of Quality Assurance
- Directorate of Researches and Community Services
Contact Us
Copyright © 2026,