Proyek Poster Manual Sebagai Strategi Pembelajaran Ekonomi di SMA N 10 Yogyakarta

Pembelajaran Ekonomi di SMAN 10 Yogyakarta menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda melalui proyek pembuatan poster manual pada materi Skala Prioritas Kebutuhan dan Literasi Finansial. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Sabrina Alisa Febriyanti, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Departemen Pendidikan Ekonomi, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dengan sasaran peserta didik kelas X Fase E. Kegiatan berlangsung selama satu pertemuan dengan alokasi waktu 2 x 45 menit sebagai bagian dari rangkaian Praktik Kependidikan yang dilaksanakan sejak 22 Juli hingga 20 September 2026. Pelaksanaan kegiatan tersebut berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui penerapan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan kontekstual.

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu peserta didik memahami konsep skala prioritas kebutuhan dan literasi finansial sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan bekerja sama dalam kelompok. Pembelajaran menggunakan model Project Based Learning (PjBL) yang diawali dengan orientasi masalah melalui pertanyaan pemantik mengenai cara menentukan prioritas ketika kebutuhan tidak dapat dipenuhi sekaligus. Selanjutnya, peserta didik menerima penyampaian materi mengenai skala prioritas, literasi finansial, serta perbedaan kebutuhan dan keinginan yang diselingi ice breaking "Prioritas atau Keinginan?". Peserta didik kemudian dibagi ke dalam kelompok beranggotakan 5-6 orang untuk menganalisis studi kasus pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan menyusun hasil analisis tersebut ke dalam poster manual di atas kertas asturo, lengkap dengan judul, ilustrasi, dan tata letak yang mereka rancang sendiri tanpa bantuan aplikasi desain digital.

Penggunaan proyek poster manual memberikan dampak positif terhadap keaktifan dan partisipasi peserta didik selama pembelajaran. Peserta didik terlihat antusias sejak tahap diskusi menganalisis studi kasus hingga proses menyusun dan menempelkan elemen poster, seperti mengemukakan pendapat dalam menentukan urutan prioritas, membagi tugas antaranggota kelompok, hingga mempresentasikan hasil karya di depan kelas. Hasil karya peserta didik menunjukkan variasi tema yang tetap berpijak pada konsep skala prioritas dan literasi finansial, mulai dari pengelolaan uang saku, pengaruh status sosial dan lingkungan terhadap kebutuhan, penentuan prioritas dalam situasi darurat, hingga ajakan bijak mengelola keuangan agar terhindar dari perilaku FOMO. Peserta didik yang sebelumnya cenderung pasif juga memperoleh peran dalam kelompok, sehingga partisipasi menjadi lebih merata.

Proyek poster manual ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai salah satu alternatif inovasi pembelajaran Ekonomi yang menarik dan bermakna. Meskipun pelaksanaannya masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu pengerjaan dan perbedaan kemampuan mendesain antarkelompok, kegiatan ini terbukti mampu melatih peserta didik untuk bernalar kritis, berkolaborasi, berkomunikasi, serta menuangkan gagasan ekonomi ke dalam karya visual yang komunikatif. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek yang menghasilkan karya nyata dapat mendukung terciptanya proses pendidikan yang lebih aktif, kolaboratif, inklusif, dan berkualitas, sejalan dengan tujuan SDG 4 yaitu pendidikan bermutu bagi semua peserta didik. (sbr)