Cerdas Mengelola Uang Saku Sejak Remaja melalui Penguatan Literasi Ekonomi Berbasis SDGs ke-4 di SMA Negeri 1 Turi

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), Axelina Dava Avrielliandiny, melaksanakan kegiatan literasi ekonomi di SMA Negeri 1 Turi, Selasa (01/09/26) lalu. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 yaitu Pendidikan Berkualitas. Pengambilan keputusan ekonomi merupakan kemampuan yang penting untuk dikenalkan kepada murid sejak remaja karena berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Melalui kebiasaan sederhana seperti mengatur uang saku, menentukan kebutuhan yang harus dipenuhi, serta mempertimbangkan pilihan sebelum membeli sesuatu, murid dapat mulai memahami penerapan konsep ekonomi secara nyata. Kegiatan dengan tema “Cerdas Mengelola Uang Saku Sejak Remaja” ini diberikan kepada seluruh murid kelas X, XI, dan XII sebagai bentuk penguatan pemahaman ekonomi yang relevan dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari.

Kegiatan literasi ekonomi dilaksanakan melalui media Google Form yang digunakan sebagai sarana penyampaian materi literasi sekaligus pengumpulan tanggapan murid. Dalam pelaksanaannya, murid diberikan bahan bacaan yang membahas mengenai pengelolaan uang saku, perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya menyusun skala prioritas ketika menghadapi keterbatasan sumber daya. Setelah memahami materi tersebut, murid diminta untuk memberikan jawaban berdasarkan studi kasus yang telah disediakan. Studi kasus tersebut mengajak murid untuk menentukan pilihan ketika memiliki uang sebesar Rp30.000 dengan beberapa kebutuhan dan keinginan yang harus dipertimbangkan, serta merefleksikan cara mengelola uang Rp50.000 agar dapat digunakan secara bijak selama satu minggu. Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya memahami konsep ekonomi secara teoritis, tetapi juga dilatih untuk menghubungkan materi dengan kondisi yang dekat dengan kehidupan mereka. 

Berdasarkan hasil pengisian Google Form dari 345 respons murid, kegiatan literasi ekonomi memberikan gambaran mengenai cara murid mempertimbangkan pilihan dalam mengelola uang saku secara lebih bijak. Pada studi kasus penggunaan uang sebesar Rp30.000, sebanyak 67,5% respons menunjukkan bahwa murid cenderung mendahulukan kebutuhan dibandingkan keinginan, 41,7% respons menunjukkan adanya upaya untuk menyimpan sebagian uang yang dimiliki, dan 31,6% respons menunjukkan upaya untuk mengurangi pengeluaran konsumsi atau jajan. Selain itu, setelah mengikuti kegiatan literasi, sebanyak 63,5% respons menunjukkan keinginan untuk lebih memperhatikan kebutuhan sebelum melakukan pengeluaran, 35,1% respons berencana membiasakan diri menyisihkan uang, serta 27,8% respons mulai mempertimbangkan pengelolaan uang melalui penyusunan anggaran, pencatatan pengeluaran, maupun pembagian uang sesuai kebutuhan. Pada situasi pengelolaan uang sebesar Rp50.000 untuk satu minggu, sebanyak 50,4% respons memilih menyimpan sebagian uang untuk digunakan kemudian dan 47,2% respons berupaya mengurangi konsumsi yang berlebihan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan literasi ekonomi memberikan pengalaman belajar bagi murid untuk memahami keterbatasan sumber daya, mempertimbangkan pilihan, serta merefleksikan keputusan ekonomi yang berkaitan dengan pengelolaan uang saku. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap SDGs ke-4 melalui pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan murid.

Melalui kegiatan literasi ekonomi ini, diharapkan murid mampu menerapkan pemahaman yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam mengelola sumber daya yang dimiliki secara lebih bertanggung jawab. Pembiasaan dalam menentukan prioritas, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mempertimbangkan manfaat dari setiap keputusan ekonomi dapat menjadi bekal penting bagi murid dalam menghadapi berbagai pilihan di masa depan. Keberadaan kegiatan literasi yang mengangkat topik dekat dengan kehidupan murid diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pembelajaran yang bermakna. Dengan demikian, kegiatan Praktik Kependidikan tidak hanya menjadi proses pengembangan kompetensi mahasiswa, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan murid sesuai dengan tujuan SDGs ke-4. (axl)